alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Pengacara Jessica: Sabu-sabu Dimix dengan Obat Tidur hanya Sedikit

DENPASAR- Baginda Sibarani akhirnya buka suara terkait penanganan perkara kliennya Jessica Foresster, selebgram cantik asal Jakarta yang ditangkap petugas saat pesta sabu bersama manajer salah satu diskotek di Legian, Kuta, Badung bernama Denny Hervin.

 

Baginda Sibarani mengatakan, Jessica memiliki barang bukti sabu-sabu dengan jumlah sedikit sehingga direhabilitasi. Selebgram cantik itu dikatakan memiliki riwayat insomnia sehingga sabu-sabu dimix dengan obat tidur lalu dikonsumsi.

Baginda Sibarani mengatakan bahwa dua kliennya Jessica Foresster bersama Denny Hervin yang ditangkap petugas BNNP Provinsi Bali akan menjalani sidang tuntutan pada Selasa depan (21/12).

Baginda menuturkan, selebgram dan manajer tempat hiburan malam itu diamankan di TKP yang sama. Namun, barang bukti yang ditemukan berbeda. Oleh sebab itu berkas perkara dua kliennya itu berbeda. “Ya, ada pemecahan perkara atau splitsing,” kata Baginda ketika dikonfirmasi via telepon, Rabu (15/12).

“ Barang bukti sabu yang dimiliki selebgram cantik asal Jakarta itu 0,4 gram jika tidak salah. Jessica Foresster menggunakan sabu itu karena memiliki riwayat penyakit susah tidur atau insomnia. “Ya karena susah tidur, bb sabu itu dicampur dengan obat tidur lalu di konsumsi,” sambung Baginda.

Baca Juga:  TRAGIS! Suruh Suami dan Anak Beli Nasi, Ibu Muda Tewas Gantung Diri

Sedangkan Denny diketahui memiliki sabu-sabu dan ekstasi 3 butir. 

 

Seperti berita sebelumnya, Jessica selebgram cantik asal Jakarta bersama seorang pria bernama Denny Hervin ditangkap petugas BNNP Provinsi Bali di Villa Du Ho, Jalan Mertasari No. 78, Banjar Pengubengan Kangin, Badung, pauda Jumat (9/7) lalu sekitar pukul 11.30

Jessica Forrester dan Denny Hervin ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I, bukan tanaman seberat 0,78 gram netto.

Dari penggeledahan itu, petugas juga menemukan 9 pipa kaca, 1 buah alat isap sabu, 1 lembar uang pecahan 5 dollar Australia serta satu buah plastik klip yang didalamnya berisi serbuk putih yang mengandung metamfetamina seberat 0,78 gram. 

Baca Juga:  Tak Ada Niat Menuduh, Minta Maaf, Ayah JRX Minta Anaknya Segera Bebas

Usai ditangkap, keduanya sempat mendekam dalam Rutan BNNP Bali. Tapi tidak berselang lama, Jessica dipindah ke lembaga rehabilitasi medis Bali Samsara di Jalan Raya Pemogan No 206, sementara Denny Hervin tetap di Rutan BNNP Bali.

Soal ditempatkannya Jessica di lembaga rehabilitasi, dan si pria di rutan BNNP dibenarkan oleh juru bicara (Jubir) Pengadilan Negeri (PN) Denpasar Putu Gede Astawa saat dikonfirmasi. Walau pun demikian, proses persidangan keduanya tetap berjalan seperti biasa.

Dalam dakwaannya yang dibaca di muka sidang juga dijelaskan bahwa, sebelum terdakwa ditangkap, pada tanggal 11 Juni 2021 terdakwa membeli obat-obatan berupa Sopvei 10 Mg, Stillnox 10 Mg dan Prohiper 10 Mg di Apotik Satrio Gading Serpong. 

 

Menurut pengakuan terdakwa, obat tersebut digunakan untuk menghilangkan kecemasan dan serangan panik yang sering terdakwa alami.


DENPASAR- Baginda Sibarani akhirnya buka suara terkait penanganan perkara kliennya Jessica Foresster, selebgram cantik asal Jakarta yang ditangkap petugas saat pesta sabu bersama manajer salah satu diskotek di Legian, Kuta, Badung bernama Denny Hervin.

 

Baginda Sibarani mengatakan, Jessica memiliki barang bukti sabu-sabu dengan jumlah sedikit sehingga direhabilitasi. Selebgram cantik itu dikatakan memiliki riwayat insomnia sehingga sabu-sabu dimix dengan obat tidur lalu dikonsumsi.

Baginda Sibarani mengatakan bahwa dua kliennya Jessica Foresster bersama Denny Hervin yang ditangkap petugas BNNP Provinsi Bali akan menjalani sidang tuntutan pada Selasa depan (21/12).

Baginda menuturkan, selebgram dan manajer tempat hiburan malam itu diamankan di TKP yang sama. Namun, barang bukti yang ditemukan berbeda. Oleh sebab itu berkas perkara dua kliennya itu berbeda. “Ya, ada pemecahan perkara atau splitsing,” kata Baginda ketika dikonfirmasi via telepon, Rabu (15/12).

“ Barang bukti sabu yang dimiliki selebgram cantik asal Jakarta itu 0,4 gram jika tidak salah. Jessica Foresster menggunakan sabu itu karena memiliki riwayat penyakit susah tidur atau insomnia. “Ya karena susah tidur, bb sabu itu dicampur dengan obat tidur lalu di konsumsi,” sambung Baginda.

Baca Juga:  4 Anggota Ormas Perampas Mobil dan Ancam Tembak Warga Dibayar Rp5 Juta

Sedangkan Denny diketahui memiliki sabu-sabu dan ekstasi 3 butir. 

 

Seperti berita sebelumnya, Jessica selebgram cantik asal Jakarta bersama seorang pria bernama Denny Hervin ditangkap petugas BNNP Provinsi Bali di Villa Du Ho, Jalan Mertasari No. 78, Banjar Pengubengan Kangin, Badung, pauda Jumat (9/7) lalu sekitar pukul 11.30

Jessica Forrester dan Denny Hervin ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I, bukan tanaman seberat 0,78 gram netto.

Dari penggeledahan itu, petugas juga menemukan 9 pipa kaca, 1 buah alat isap sabu, 1 lembar uang pecahan 5 dollar Australia serta satu buah plastik klip yang didalamnya berisi serbuk putih yang mengandung metamfetamina seberat 0,78 gram. 

Baca Juga:  WOW! Masih Ada Rp 125 Juta yang Belum Ketemu!

Usai ditangkap, keduanya sempat mendekam dalam Rutan BNNP Bali. Tapi tidak berselang lama, Jessica dipindah ke lembaga rehabilitasi medis Bali Samsara di Jalan Raya Pemogan No 206, sementara Denny Hervin tetap di Rutan BNNP Bali.

Soal ditempatkannya Jessica di lembaga rehabilitasi, dan si pria di rutan BNNP dibenarkan oleh juru bicara (Jubir) Pengadilan Negeri (PN) Denpasar Putu Gede Astawa saat dikonfirmasi. Walau pun demikian, proses persidangan keduanya tetap berjalan seperti biasa.

Dalam dakwaannya yang dibaca di muka sidang juga dijelaskan bahwa, sebelum terdakwa ditangkap, pada tanggal 11 Juni 2021 terdakwa membeli obat-obatan berupa Sopvei 10 Mg, Stillnox 10 Mg dan Prohiper 10 Mg di Apotik Satrio Gading Serpong. 

 

Menurut pengakuan terdakwa, obat tersebut digunakan untuk menghilangkan kecemasan dan serangan panik yang sering terdakwa alami.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/