alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Inkrah, Kejari Jembrana Musnahkan Narkotika Bernilai Setengah Miliar

NEGARA- Barang bukti yang disita dari tindak pidana dimusnahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana, Bali, Kamis (17/2) pagi.

Barang bukti dari perkara tindak pidana yang sudah berkekuatan hukum tetap berupa narkotika dan barang bukti lain dari sebanyak 50 perkara yang disita nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

 

Kajari Jembrana Triono Rahyudi mengatakan, pemusnahan barang bukti yang di lakukan tidak terlepas dari tugas dan  wewenang kejaksaan, sebagai eksekutor dalam pelaksana putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

“Barang bukti yang dimusnahkan, merupakan barang bukti yang disita untuk dimusnahkan sesuai dengan putusan pengadilan,” ungkapnya.

Barang bukti yang dimusnahkan dari 50 perkara tindak pidana umum mulai dari narkotika, pencurian, pornografi, perjudian, pemalsuan dokumen, uang palsu dan persetubuhan dibawah umur.

Barang bukti Sebagian dibakar dan untuk narkoba dihancurkan dengan blander. Nilai total dari barang bukti yang dimusnahkan diperkirakan mencapai Rp 500 juta.

 

Barang bukti narkotika sendiri, terdapat sabu-sabu sebanyak 207, 92 gram, ganja kering sebanyak 11,30 gram, pil koplo sebanyak 3605 butir dengan perkiraan sekitar Rp 400 juta.

Baca Juga:  Bawa Kabur Mobil Showroom DM, Pengacara Husein Babak Belur Dimassa

“Pemusnahan barang bukti yang dilakukan dengan berbagai cara hingga fungsi tidak bisa digunakan lagi,” jelasnya.

 

Mengenai narkoba yang disita, merupakan barang bukti sitaan dari terpidana tindak pidana narkotika yang ditangani Polres Jembrana. Barang terlarang tersebut diduga diselundupkan ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk.

 

Sedangkn terkait pengamanan Pelabuhan Gilimanuk untuk mengantisipasi masuknya narkotika dan barang terlarang terlarang lainya, petugas dari kepolisian sudah bekerja maksimal sesuai dengan standar.

“Kita tetap sesuai SOP setiap yang masuk Bali dilakukan pemeriksaan ketat,” kata Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana.

Disamping itu, Polres Jembrana berkoordinasi dengan badan narkotika nasional (BNN) Provinsi Bali untuk membantu monitor pintu masuk Bali.

Serta meminta dukungan peralatan yang ada di BNN untuk memudahkan pengawasan barang yang keluar dan masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk.

Baca Juga:  Penyelundup Sabu ke Lapas Ternyata Pengedar, Terancam 5 Tahun Penjara

Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengapresiasi jajaran Kejaksaan Negeri Jembrana atas kinerja dalam penyelesaian berbagai tindak pidana yang selama terjadi di Kabupaten Jembrana.

“Atas nama Pemerintah Daerah, saya menyampaikan apresiasi dan  menyambut baik kegiatan pelaksanaan pemusnahan barang bukti tindak pidana yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Jembrana.

Bukti kerja keras Kejaksaan Negeri Jembrana bersama seluruh stakeholder dalam menyelesaikan berbagai tindak pidana khususnya tindak pidana penyalahgunaan Narkotika. Upaya ini  untuk menyelamatkan generasi muda Jembrana dari bahaya narkotika ,”ujarnya.

Bupati menekankan, agar kedepannya terus mendorong generasi muda Jembrana agar tidak terbelenggu penyalahgunaan narkotika.

“Kita tahu, betapa berbahayanya dampak dari penyalahgunaan narkotika. Saya bersama jajaran Forkopimda akan terus mendorong agar anak-anak muda di Jembrana melaksanakan kegiatan-kegiatan positif sehingga dapat menjauhi dunia narkotika. Kegiatan hari ini bukti bahwa kita pemerintah daerah tegas dalam menindak penyalahgunaan narkotika,” tukasnya.



NEGARA- Barang bukti yang disita dari tindak pidana dimusnahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana, Bali, Kamis (17/2) pagi.

Barang bukti dari perkara tindak pidana yang sudah berkekuatan hukum tetap berupa narkotika dan barang bukti lain dari sebanyak 50 perkara yang disita nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

 

Kajari Jembrana Triono Rahyudi mengatakan, pemusnahan barang bukti yang di lakukan tidak terlepas dari tugas dan  wewenang kejaksaan, sebagai eksekutor dalam pelaksana putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

“Barang bukti yang dimusnahkan, merupakan barang bukti yang disita untuk dimusnahkan sesuai dengan putusan pengadilan,” ungkapnya.

Barang bukti yang dimusnahkan dari 50 perkara tindak pidana umum mulai dari narkotika, pencurian, pornografi, perjudian, pemalsuan dokumen, uang palsu dan persetubuhan dibawah umur.

Barang bukti Sebagian dibakar dan untuk narkoba dihancurkan dengan blander. Nilai total dari barang bukti yang dimusnahkan diperkirakan mencapai Rp 500 juta.

 

Barang bukti narkotika sendiri, terdapat sabu-sabu sebanyak 207, 92 gram, ganja kering sebanyak 11,30 gram, pil koplo sebanyak 3605 butir dengan perkiraan sekitar Rp 400 juta.

Baca Juga:  GRESS! Tiga Ratus Ribu Lebih Pemudik Menyeberang ke Jawa via Gilimanuk

“Pemusnahan barang bukti yang dilakukan dengan berbagai cara hingga fungsi tidak bisa digunakan lagi,” jelasnya.

 

Mengenai narkoba yang disita, merupakan barang bukti sitaan dari terpidana tindak pidana narkotika yang ditangani Polres Jembrana. Barang terlarang tersebut diduga diselundupkan ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk.

 

Sedangkn terkait pengamanan Pelabuhan Gilimanuk untuk mengantisipasi masuknya narkotika dan barang terlarang terlarang lainya, petugas dari kepolisian sudah bekerja maksimal sesuai dengan standar.

“Kita tetap sesuai SOP setiap yang masuk Bali dilakukan pemeriksaan ketat,” kata Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana.

Disamping itu, Polres Jembrana berkoordinasi dengan badan narkotika nasional (BNN) Provinsi Bali untuk membantu monitor pintu masuk Bali.

Serta meminta dukungan peralatan yang ada di BNN untuk memudahkan pengawasan barang yang keluar dan masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk.

Baca Juga:  Tiga Oknum Anggota Ormas Pemakai Sabu dan Dua Kurir Sabu Ditangkap

Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengapresiasi jajaran Kejaksaan Negeri Jembrana atas kinerja dalam penyelesaian berbagai tindak pidana yang selama terjadi di Kabupaten Jembrana.

“Atas nama Pemerintah Daerah, saya menyampaikan apresiasi dan  menyambut baik kegiatan pelaksanaan pemusnahan barang bukti tindak pidana yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Jembrana.

Bukti kerja keras Kejaksaan Negeri Jembrana bersama seluruh stakeholder dalam menyelesaikan berbagai tindak pidana khususnya tindak pidana penyalahgunaan Narkotika. Upaya ini  untuk menyelamatkan generasi muda Jembrana dari bahaya narkotika ,”ujarnya.

Bupati menekankan, agar kedepannya terus mendorong generasi muda Jembrana agar tidak terbelenggu penyalahgunaan narkotika.

“Kita tahu, betapa berbahayanya dampak dari penyalahgunaan narkotika. Saya bersama jajaran Forkopimda akan terus mendorong agar anak-anak muda di Jembrana melaksanakan kegiatan-kegiatan positif sehingga dapat menjauhi dunia narkotika. Kegiatan hari ini bukti bahwa kita pemerintah daerah tegas dalam menindak penyalahgunaan narkotika,” tukasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/