alexametrics
26.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Kabur dari Tahanan, Divonis 3 tahun, Gilang Ditunggu Sidang Kasus Lain

NEGARA – Terdakwa kasus pencurian dengan pemberatan (curat), Gilang Andrianto, divonis pidana penjara selama 3 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Negara, Kamis (17/2).

Putusan tersebut sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum dalam sidang sebalumnya. Setelah putusan tersebut, Gilang yang juga menyandang sebagai residivis ini, juga akan menjalani sidang dalam perkara pencurian berbeda, sehingga nantinya bisa mendapat vonis yang menumpuk.

 

Dalam sidang yang digelar secara daring, Ketua majelis PN Negara Ni Putu Asih  Yudiastri menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sesuai dengan Pasal 363 ayat (1) ke 3,4 dan 5, KUHP juncto Pasal 65 ayat (1), sehingga majelis hakim menjatuhkan vonis pidana penjara selama 3 tahuDalam pertimbangannya, majelis hakim juga menyebut bahwa terdakwa merupakan residivis kasus pencuriSelain itu, Gilang merupakan salah satu dari tiga tahanan yang kabur dari rumah tahanan Polres Jembrana. Sehingga memperberat hukuman yang dijatuhkan.

 Kasi Pidum Kejari Jembrana Delfi Trimariono mengatakan, mengenai putusan dari majelis hakim PN Negara, pihaknya menerima putusan.

Begitu juga dengan terdakwa yang menerima putusan tersebut. “Kami menerima putusan karena karena sama dengan tuntutan,” jelas Delfi.

Delfi menambahkan, selain perkara kasus pencurian di tiga TKP yang sudah selesai sidang ini, pihaknya juga sudah menerima pelimpahan tahap kedua perkara pencurian motor atas nama tersangka Gilang. Kasus pencurian yang dilakukan Gilang, dilakukan setelah kabur dari rutan Polres Jembrana. “Dalam waktu dekat, Gilang akan di sidang lagi untuk perkara lain,” terangnya.

 Seperti diketahui, Gilang melakukan pencurian di tiga TKP berbeda hingga membuatnya kembali ke jeruji besi.

Diantaranya, pencurian dilakukan di SMK Negeri 5 Negara, di Kecamatan Pekutatan. Tersangka mengakui telah melakukan pencurian di sekretariat kwarcab Pramuka Jembrana satu unit kamera DSLR, uang tunai Rp 50 ribu, satu dus mie instan, satu buah kapak dan satu buah pisau.

TKP lainnya, Gilang juga melakukan aksi pencurian motor di salah satu rumah warga di Lingkungan Satria, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana.



NEGARA – Terdakwa kasus pencurian dengan pemberatan (curat), Gilang Andrianto, divonis pidana penjara selama 3 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Negara, Kamis (17/2).

Putusan tersebut sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum dalam sidang sebalumnya. Setelah putusan tersebut, Gilang yang juga menyandang sebagai residivis ini, juga akan menjalani sidang dalam perkara pencurian berbeda, sehingga nantinya bisa mendapat vonis yang menumpuk.

 

Dalam sidang yang digelar secara daring, Ketua majelis PN Negara Ni Putu Asih  Yudiastri menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sesuai dengan Pasal 363 ayat (1) ke 3,4 dan 5, KUHP juncto Pasal 65 ayat (1), sehingga majelis hakim menjatuhkan vonis pidana penjara selama 3 tahuDalam pertimbangannya, majelis hakim juga menyebut bahwa terdakwa merupakan residivis kasus pencuriSelain itu, Gilang merupakan salah satu dari tiga tahanan yang kabur dari rumah tahanan Polres Jembrana. Sehingga memperberat hukuman yang dijatuhkan.

 Kasi Pidum Kejari Jembrana Delfi Trimariono mengatakan, mengenai putusan dari majelis hakim PN Negara, pihaknya menerima putusan.

Begitu juga dengan terdakwa yang menerima putusan tersebut. “Kami menerima putusan karena karena sama dengan tuntutan,” jelas Delfi.

Delfi menambahkan, selain perkara kasus pencurian di tiga TKP yang sudah selesai sidang ini, pihaknya juga sudah menerima pelimpahan tahap kedua perkara pencurian motor atas nama tersangka Gilang. Kasus pencurian yang dilakukan Gilang, dilakukan setelah kabur dari rutan Polres Jembrana. “Dalam waktu dekat, Gilang akan di sidang lagi untuk perkara lain,” terangnya.

 Seperti diketahui, Gilang melakukan pencurian di tiga TKP berbeda hingga membuatnya kembali ke jeruji besi.

Diantaranya, pencurian dilakukan di SMK Negeri 5 Negara, di Kecamatan Pekutatan. Tersangka mengakui telah melakukan pencurian di sekretariat kwarcab Pramuka Jembrana satu unit kamera DSLR, uang tunai Rp 50 ribu, satu dus mie instan, satu buah kapak dan satu buah pisau.

TKP lainnya, Gilang juga melakukan aksi pencurian motor di salah satu rumah warga di Lingkungan Satria, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/