alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Penyidik KPK RI Periksa Kepala BPK RI Perwakilan Bali

DENPASAR – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI tampaknya tak mau berpanjang-panjang lagi dalam kasus dugaan korupsi dan gratifikasi Dana Insentif Daerah (DID) tahun anggaran 2018 di Tabanan.

 

Plt. Juru Bicara KPK RI, Ali Fikri saat dikonfirmasi, menyatakan jika penyidik Anti Rasuah kembali memeriksa sejumlah saksi dari kalangan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (kemenkeu) RI dari sejak Rabu (16/2) hingga Kamis (17/2) hari ini.

 

Adapun sejumlah saksi yang diterima, yakni Bramadhona (PNS di Kemenkeu/ Staf Subdit di DJPK Kemenkeu RI), Wahyu Aji Kurniawan (staf Seksi Monitoring dan Evaluasi Hibah, Dana Darurat dan DID / PNS Kemenkeu di DJP Kemenkeu RI).

 

Selain itu, dari pihak swasta, yakni Halasan Clint Michael Hartman Nababan, dan juga mantan Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Bali 2016 – 2018 Drs. Yulindra Tri Kusumo Nugroho, serta Kepala Seksi pada Subdit. Data Non Keuangan Daerah/PNS Kemenkeu, Purwito.

Baca Juga:  Anggaran Tak Cukup, Sentil Eks Bupati Eka, DPRD Tabanan Bilang Begini

 

“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK,” ujar Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (17/2/2022).

 

Sebelumnya, KPK melalui Ali Fikri menekankan bahwa saat ini pihaknya terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan berjanji akan segera mungkin mengumumkan tersangka.

 

“Saat ini tim penyidik masih terus mengumpulkan dan melengkapi bukti-bukti.

Kami pastikan setelah penyidikan cukup, kami akan sampaikan kontruksi utuh perkara dan pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka,” pungkasnya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan gratifikasi yang diduga menyeret nama bupati Tabanan kepada pejabat Kemenkeu dalam pengurusan DID tahun 2018 , berawal dari adanya operasi tangkap tangan (OTT) KPK RI terhadap sejumlah pihak.

 

Di antaranya adalah Yaya Purnomo, pejabat Kemenkeu.

 

Pada sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Selatan tahun 2019 lalu terungkap dugaan gratifikasi ini berawal ketika Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menginginkan agar Tabanan mendapatkan DID tahun 2018.

Baca Juga:  Ayo Turunkan Tensi Politik di Tabanan Harmony Festival

 

Kemudian Eka Wiryastuti memerintahkan I Dewa Nyoman Wiratmaja, staf khusus Bupati Bidang Pembangunan dan Ekonomi, untuk menghubungi anggota BPK RI Bahrullah Akbar.

 

Dari Bahrullah Akbar, Dewa Wiratmaja diberikan jalur ke Yaya Purnomo di Kemenkeu. Kemudian, pertemuan dan pembicaraan intens antara Dewa Wiratmaja dan Yaya Purnomo pun dilakukan. Akhirnya, Yaya minta “dana adat istiadat” sebesar 3 persen dari nilai anggaran DID yang akan diterima Tabanan.

 

Akhirnya Yaya dan Rifa Surya (pejabat Kemenkeu) pun mendapat gratifikasi diduga dari pejabat Tabanan Rp600 juta dan dan USD55.000.

 

Jika seluruhnya dirupiahkan setara dengan Rp1,3 miliar. Sedangkan Kabupaten Tabanan pada tahun 2018 itu mendapat DID Rp51 miliar.

 

Dana itu dipakai untuk sejumlah proyek atau kegiatan, di antaranya pada bidang infrastuktur, kesehatan, pendidikan, pariwisata dan lainnya. 



DENPASAR – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI tampaknya tak mau berpanjang-panjang lagi dalam kasus dugaan korupsi dan gratifikasi Dana Insentif Daerah (DID) tahun anggaran 2018 di Tabanan.

 

Plt. Juru Bicara KPK RI, Ali Fikri saat dikonfirmasi, menyatakan jika penyidik Anti Rasuah kembali memeriksa sejumlah saksi dari kalangan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (kemenkeu) RI dari sejak Rabu (16/2) hingga Kamis (17/2) hari ini.

 

Adapun sejumlah saksi yang diterima, yakni Bramadhona (PNS di Kemenkeu/ Staf Subdit di DJPK Kemenkeu RI), Wahyu Aji Kurniawan (staf Seksi Monitoring dan Evaluasi Hibah, Dana Darurat dan DID / PNS Kemenkeu di DJP Kemenkeu RI).

 

Selain itu, dari pihak swasta, yakni Halasan Clint Michael Hartman Nababan, dan juga mantan Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Bali 2016 – 2018 Drs. Yulindra Tri Kusumo Nugroho, serta Kepala Seksi pada Subdit. Data Non Keuangan Daerah/PNS Kemenkeu, Purwito.

Baca Juga:  Sst…Ada Kode Rahasia di BB Kasus OTT Eks Kadis Penanaman Modal Gianyar

 

“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK,” ujar Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (17/2/2022).

 

Sebelumnya, KPK melalui Ali Fikri menekankan bahwa saat ini pihaknya terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan berjanji akan segera mungkin mengumumkan tersangka.

 

“Saat ini tim penyidik masih terus mengumpulkan dan melengkapi bukti-bukti.

Kami pastikan setelah penyidikan cukup, kami akan sampaikan kontruksi utuh perkara dan pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka,” pungkasnya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan gratifikasi yang diduga menyeret nama bupati Tabanan kepada pejabat Kemenkeu dalam pengurusan DID tahun 2018 , berawal dari adanya operasi tangkap tangan (OTT) KPK RI terhadap sejumlah pihak.

 

Di antaranya adalah Yaya Purnomo, pejabat Kemenkeu.

 

Pada sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Selatan tahun 2019 lalu terungkap dugaan gratifikasi ini berawal ketika Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menginginkan agar Tabanan mendapatkan DID tahun 2018.

Baca Juga:  Sejak Dikabarkan Jadi TSK, Eks Bupati Eka Wiryastuti Jarang Pulkam

 

Kemudian Eka Wiryastuti memerintahkan I Dewa Nyoman Wiratmaja, staf khusus Bupati Bidang Pembangunan dan Ekonomi, untuk menghubungi anggota BPK RI Bahrullah Akbar.

 

Dari Bahrullah Akbar, Dewa Wiratmaja diberikan jalur ke Yaya Purnomo di Kemenkeu. Kemudian, pertemuan dan pembicaraan intens antara Dewa Wiratmaja dan Yaya Purnomo pun dilakukan. Akhirnya, Yaya minta “dana adat istiadat” sebesar 3 persen dari nilai anggaran DID yang akan diterima Tabanan.

 

Akhirnya Yaya dan Rifa Surya (pejabat Kemenkeu) pun mendapat gratifikasi diduga dari pejabat Tabanan Rp600 juta dan dan USD55.000.

 

Jika seluruhnya dirupiahkan setara dengan Rp1,3 miliar. Sedangkan Kabupaten Tabanan pada tahun 2018 itu mendapat DID Rp51 miliar.

 

Dana itu dipakai untuk sejumlah proyek atau kegiatan, di antaranya pada bidang infrastuktur, kesehatan, pendidikan, pariwisata dan lainnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/