alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Niat Mau Melerai, Pemuda di Gianyar Malah Dikeroyok Hingga Babak Belur

GIANYAR-Kasus penganiayaan dan pengeroyokan terjadi di Banjar Tengah, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar Bali, Mingggu dini hari (14/3) sekitar pukul 01.00 WITA.

 

Diduga gara-gara hendak melerai, I Komang Yudi Antara, 26, malah jadi korban penganiayaan dan pengeroyokan kawanan pemuda.

 

Bahkan akibat dikeroyok, kepala korban mengalami luka robek dan harus mendapat delapan jahitan.

 

Terkait penganiayaan dan pengeroyokan yang dialami, Yudi saat ditemui di rumahnya, Rabu (17/3) mengaku jika pelaku pengeroyokan berjumlah 8 (delapan) orang.

 

Diceritakan, awal mula hingga pengeroyokan terjadi, berawal saat dirinya sedang duduk di depan rumahnya.

 

Saat duduk di depan rumah, tiba-tiba Yudi dicari oleh dua orang pemuda.

 

“Awalnya masalahnya karena ada anak saling peleng (saling tatap, red). Justru saya saat itu mau mendamaikan. Tapi setelah itu ada dua orang mencari saya ke rumah. Saya sudah sampaikan jangan dipermasalahkan. Langsung banyak yang ke sini, saya hitung ada 8 orang,” jelasnya.

Baca Juga:  Main Judi Cap Jeki di Aula Café, Gerombolan Penjudi Dibubarkan Tentara

 

Selanjutnya, usai berdatangan, dengan tanpa kata-kata, kedelapan pemuda ini langsung menyerang membabi buta.

 

“Keadaan saya terdesak waktu itu. Saya berusaha menyelamatkan diri, saya lihat kayu, saya lempar kayu ke mereka,” ujarnya.

 

Namun kayu yang dilempar justru digunakan para pelaku untuk memukul dirinya. “Saya sempat pegang kayunya. Tapi ditarik. Nah, kepala saya langsung kena pukul,” ujarnya.

Kata Yudi, aksi pengeroyokan yang menimpa dirinya itu berlangsung sekitar 5 menit.

 

“Kejadiannya cepat sekali. Situasinya gelap, saya tidak lihat jelas. Tetapi saat itu mereka memukul dan menendang saya,”tambahnya.

 

Selanjutnya, merasa terpojok, Yudi yang saat itu dalam kondisi kepala sudah berlumuran darah langsung berusaha kabur menyelamatkan diri ke rumah kakaknya.

 

“Setiba di rumah kakak, saya merasa kok asin. Saya raba kepala, ternyata darah dari kepala,” ujarnya.

Baca Juga:  Dendam Kesumat, Pemuda Aniaya Pria 34 Tahun yang Masih Satu Banjar

 

Mendapati kepalanya berdarah, korban pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Ganesha untuk mendapat perawatan.

 

“Langsung saya visum, dan saya lapor ke Polsek. Hasil visum et repertum (VER) selain ada luka di bagian kepala sepanjang 6, 5 cm, kedalaman luka 0, 5 cm dan lebar luka 0, 3 cm, juga ada lecet di lutut dan tangan  ” terangnya.

 

Namun karena usai kejadian langsung Nyepi, kata Yudi, pemeriksaan dilakukan pada saat Ngembak Geni, atau pada Senin (15/3).

 

“Pas Ngembak diperiksa. Saksi juga sudah dimintai keterangan. Barang bukti, kayu dan pakaian sudah di Polsek,” terangnya.

 

Selanjutnya, terkait pengungkapan para pelaku, pihaknya menyerahkan penuh kepada pihak kepolisian.

 

“Harapan lanjut ke jalur hukum. Saya jadi korban, kepala luka. Tidak ada damai, walaupun dari pihak pelaku berupaya damai sampai tiga kali,” terangnya.

 

 

GIANYAR-Kasus penganiayaan dan pengeroyokan terjadi di Banjar Tengah, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar Bali, Mingggu dini hari (14/3) sekitar pukul 01.00 WITA.

 

Diduga gara-gara hendak melerai, I Komang Yudi Antara, 26, malah jadi korban penganiayaan dan pengeroyokan kawanan pemuda.

 

Bahkan akibat dikeroyok, kepala korban mengalami luka robek dan harus mendapat delapan jahitan.

 

Terkait penganiayaan dan pengeroyokan yang dialami, Yudi saat ditemui di rumahnya, Rabu (17/3) mengaku jika pelaku pengeroyokan berjumlah 8 (delapan) orang.

 

Diceritakan, awal mula hingga pengeroyokan terjadi, berawal saat dirinya sedang duduk di depan rumahnya.

 

Saat duduk di depan rumah, tiba-tiba Yudi dicari oleh dua orang pemuda.

 

“Awalnya masalahnya karena ada anak saling peleng (saling tatap, red). Justru saya saat itu mau mendamaikan. Tapi setelah itu ada dua orang mencari saya ke rumah. Saya sudah sampaikan jangan dipermasalahkan. Langsung banyak yang ke sini, saya hitung ada 8 orang,” jelasnya.

Baca Juga:  Tunangan Warga Ukraina Korban Pengeroyokan Pertanyakan Deportasi

 

Selanjutnya, usai berdatangan, dengan tanpa kata-kata, kedelapan pemuda ini langsung menyerang membabi buta.

 

“Keadaan saya terdesak waktu itu. Saya berusaha menyelamatkan diri, saya lihat kayu, saya lempar kayu ke mereka,” ujarnya.

 

Namun kayu yang dilempar justru digunakan para pelaku untuk memukul dirinya. “Saya sempat pegang kayunya. Tapi ditarik. Nah, kepala saya langsung kena pukul,” ujarnya.

Kata Yudi, aksi pengeroyokan yang menimpa dirinya itu berlangsung sekitar 5 menit.

 

“Kejadiannya cepat sekali. Situasinya gelap, saya tidak lihat jelas. Tetapi saat itu mereka memukul dan menendang saya,”tambahnya.

 

Selanjutnya, merasa terpojok, Yudi yang saat itu dalam kondisi kepala sudah berlumuran darah langsung berusaha kabur menyelamatkan diri ke rumah kakaknya.

 

“Setiba di rumah kakak, saya merasa kok asin. Saya raba kepala, ternyata darah dari kepala,” ujarnya.

Baca Juga:  Soal Kondom, Polisi Pastikan Perempuan Uganda yang Tewas Bugil itu..

 

Mendapati kepalanya berdarah, korban pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Ganesha untuk mendapat perawatan.

 

“Langsung saya visum, dan saya lapor ke Polsek. Hasil visum et repertum (VER) selain ada luka di bagian kepala sepanjang 6, 5 cm, kedalaman luka 0, 5 cm dan lebar luka 0, 3 cm, juga ada lecet di lutut dan tangan  ” terangnya.

 

Namun karena usai kejadian langsung Nyepi, kata Yudi, pemeriksaan dilakukan pada saat Ngembak Geni, atau pada Senin (15/3).

 

“Pas Ngembak diperiksa. Saksi juga sudah dimintai keterangan. Barang bukti, kayu dan pakaian sudah di Polsek,” terangnya.

 

Selanjutnya, terkait pengungkapan para pelaku, pihaknya menyerahkan penuh kepada pihak kepolisian.

 

“Harapan lanjut ke jalur hukum. Saya jadi korban, kepala luka. Tidak ada damai, walaupun dari pihak pelaku berupaya damai sampai tiga kali,” terangnya.

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/