alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Pulang Panen, Seorang Nenek Tewas Usai Terseret dan Hanyut di Sungai

GIANYAR –Nahas dialami Ni Wayan Muklon, 60.

 

Nenek asal Banjar Sanding Abianbase, Desa Sanding, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Bali, ini tewas usai terpeleset dan hanyut di sungai Subak Sasih wilayah Banjar Sanding Srongga, Desa Sanding, pada Rabu (17/3) pukul 17.00 WITA.

 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, kronologi hingga korban celaka dan meninggal, ini berawal saat korban dan saksi Desak Sari pulang dari panen padi di sawah di wilayah Banjar Sanding Srongga, Desa Sanding, sekitar pukul 15.00 WITA.

 

Saat korban dan saksi pulang, tiba-tiba cuaca hujan. Korban dan saksi kemudian berteduh di gubuk.

 

Kemudian setelah hujan reda, Korban Muklon dan Saksi Desak Sari kembali melanjutkan perjalanan pulang dengan berjalan kaki ke rumah masing-masing.

 

Saat melanjutkan perjalanan pulang, Korban Muklon mengajak saksi Desak Sari untuk mengambil jalan pintas pulang dengan menyeberangi sungai Subak Sasih.

Baca Juga:  Jatuh ke Jurang, Nasib Kakek Neka Warga Pejeng Kawan Memprihatinkan

 

Nahas, saat Korban Muklon menyeberangi sungai, saksi melihat korban yang sedang membawa hasil panen padi terpeleset dan jatuh.

 

Seketika korban hanyut dibawa arus aliran air sungai yang deras karena sebelumnya hujan.

 

Melihat korban terseret arus sungai, Saksi Desak Sari spontan langsung berteriak minta tolong.

 

Teriakan saksi kemudian didengar warga setempat.

 

Usai mendengar teriakan, warga kemudian bergegas datang ke lokasi kejadian. Warga berusaha mencari korban di aliran sungai tersebut. 

 

Akhirnya korban Muklon di temukan tersangkut di sudut sungai sekitar 250 meter dari lokasi pertama korban jatuh.

 

Usai ditemukan, warga kemudian langsung mengevakuasi korban.

 

Saat dievakuasi, korban ditemukan dalam kondisi lemas. Selanjutnya korban di bawa pulang ke rumah.

 

Atas kejadian tersebut, polisi dan petugas kesehatan dari UPT Puskesmas Tampaksiring langsung mendatangi rumah korban untuk memeriksa korban.

Baca Juga:  Tudingan JRX Melukai Perasaan Dokter, Gendo: Tidak Ada Alat Ukurnya

 

Sayang, dari hasil pemeriksaan medis, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

 

Kapolsek Tampaksiring, AKP I Wayan Sujana, saat dikonfirmasi,membenarkan.

 

Menurut AKP Sujana, dari hasil pemeriksaan medis, tim kesehatan dari puskesmas menemukan adanya benda asing berupa pasir dan air di telinga, lubang hidung, serta mulut korban.

 

Diduga, pasir itu masuk ke tubuh korban saat korban terseret arus sungai dan tenggelam.

 

Selain pasir, pada kaki dan tangan korban juga sudah dalam kondisi dingin dengan tubuh lemas.

 

“Korban meninggal tenggelam karena terseret arus sungai dari lokasi jatuh hingga lokasi di temukan sekitar 250 meter,” ujar kapolsek.

 

Selanjutnya atas meninggalnya korban, pihak keluarga korban menerima kejadian itu sebagai musibah.

 

Hal itu ditegaskan melalui surat pernyataan dari keluarga korban yang disaksikan langsung oleh kelian Dinas dan kepala Desa Sanding


GIANYAR –Nahas dialami Ni Wayan Muklon, 60.

 

Nenek asal Banjar Sanding Abianbase, Desa Sanding, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Bali, ini tewas usai terpeleset dan hanyut di sungai Subak Sasih wilayah Banjar Sanding Srongga, Desa Sanding, pada Rabu (17/3) pukul 17.00 WITA.

 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, kronologi hingga korban celaka dan meninggal, ini berawal saat korban dan saksi Desak Sari pulang dari panen padi di sawah di wilayah Banjar Sanding Srongga, Desa Sanding, sekitar pukul 15.00 WITA.

 

Saat korban dan saksi pulang, tiba-tiba cuaca hujan. Korban dan saksi kemudian berteduh di gubuk.

 

Kemudian setelah hujan reda, Korban Muklon dan Saksi Desak Sari kembali melanjutkan perjalanan pulang dengan berjalan kaki ke rumah masing-masing.

 

Saat melanjutkan perjalanan pulang, Korban Muklon mengajak saksi Desak Sari untuk mengambil jalan pintas pulang dengan menyeberangi sungai Subak Sasih.

Baca Juga:  Belum Ada TSK, Pengacara Oka Yakin Jenderal Petrus Berantas Premanisme

 

Nahas, saat Korban Muklon menyeberangi sungai, saksi melihat korban yang sedang membawa hasil panen padi terpeleset dan jatuh.

 

Seketika korban hanyut dibawa arus aliran air sungai yang deras karena sebelumnya hujan.

 

Melihat korban terseret arus sungai, Saksi Desak Sari spontan langsung berteriak minta tolong.

 

Teriakan saksi kemudian didengar warga setempat.

 

Usai mendengar teriakan, warga kemudian bergegas datang ke lokasi kejadian. Warga berusaha mencari korban di aliran sungai tersebut. 

 

Akhirnya korban Muklon di temukan tersangkut di sudut sungai sekitar 250 meter dari lokasi pertama korban jatuh.

 

Usai ditemukan, warga kemudian langsung mengevakuasi korban.

 

Saat dievakuasi, korban ditemukan dalam kondisi lemas. Selanjutnya korban di bawa pulang ke rumah.

 

Atas kejadian tersebut, polisi dan petugas kesehatan dari UPT Puskesmas Tampaksiring langsung mendatangi rumah korban untuk memeriksa korban.

Baca Juga:  SEDIH! Bingung Cari Korban, saat Ditemukan Tewas Tenggelam di Cubang

 

Sayang, dari hasil pemeriksaan medis, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

 

Kapolsek Tampaksiring, AKP I Wayan Sujana, saat dikonfirmasi,membenarkan.

 

Menurut AKP Sujana, dari hasil pemeriksaan medis, tim kesehatan dari puskesmas menemukan adanya benda asing berupa pasir dan air di telinga, lubang hidung, serta mulut korban.

 

Diduga, pasir itu masuk ke tubuh korban saat korban terseret arus sungai dan tenggelam.

 

Selain pasir, pada kaki dan tangan korban juga sudah dalam kondisi dingin dengan tubuh lemas.

 

“Korban meninggal tenggelam karena terseret arus sungai dari lokasi jatuh hingga lokasi di temukan sekitar 250 meter,” ujar kapolsek.

 

Selanjutnya atas meninggalnya korban, pihak keluarga korban menerima kejadian itu sebagai musibah.

 

Hal itu ditegaskan melalui surat pernyataan dari keluarga korban yang disaksikan langsung oleh kelian Dinas dan kepala Desa Sanding


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/