alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Dituduh Pemilik Robot Trading Rugikan Ratusan Miliar, Hendrik Melawan

DENPASAR – Setelah dilaporkan karena dituduh sebagai pemilik robot trading EA Copet yang disebut merugikan ribuan member, Hendrik Susanto kini melawan balik. Sang kuasa hukum, Togar Situmorang ditemui di Denpasar, Kamis (17/3/2022) mengatakan bahwa kliennya itu merasa dirugikan.

Togar menyatakan, kliennya tersebut bukanlah pemilik. “Klien saya ini member juga. Bukan pemilik,” katanya.

Lanjut dia, dalam berita yang beredar bahwa kliennya sebagai pemilik. Hal itu tentunya sangat merugikan.

“Pemberitaannya tendensius dan cenderung menyebarkan berita yang sangat menggiring opini publik dan bisa diduga mengarah berita bohong via media baik cetak dan online,” tambahnya.

Apalagi, lanjut dia bahwa dalam pemberitaan, kliennya disebut telah merugikan banyak orang dengan total kerugian sebesar USD39 juta. Ada yang pemberitaan bahwa kerugian para korban mencapai Rp557 miliar.

“Sehingga kami sebagai kuasa hukum Hendrik akan meminta pertanggungjawaban atas pernyataan-pernyataan dalam berita-berita tersebut yang telah dibuat media nasional. Dan kami sebagai kuasa hukum akan mengambil langkah hukum secara tegas baik itu pidana dengan membuat laporan polisi,” tegasnya.

Laporan itu katanya akan dilakukan pekan depan.

 

Koreksi:

Berita ini telah dinilai oleh Dewan Pers melanggar Kode Etik Jurnalistik melalui sidang penyelesaian pengaduan pada 31 Mei 2022 dan telah dikoreksi. Redaksi melakukan koreksi pada Jumat, 3 Juni 2022, terutama pada paragraf kedua yang menyebut Charlie Wijaya sebagai pelapor, kuasa hukum korban, dan advokat. Dalam sidang penyelesaian pengaduan di Dewan Pers, Charlie Wijaya menegaskan bahwa dia bukan pelapor dan bukan kuasa hukum/ pengacara korban. Charlie Wijaya hanya menyebut dirinya aktivis media sosial. Charlie Wijaya juga sudah menyampaikan hak jawab dengan tautan berikut ini. Charlie Wijaya Tegaskan Bukan Pelapor Robot Trading EA Copet






Reporter: Marsellus Nabunome Pampur


DENPASAR – Setelah dilaporkan karena dituduh sebagai pemilik robot trading EA Copet yang disebut merugikan ribuan member, Hendrik Susanto kini melawan balik. Sang kuasa hukum, Togar Situmorang ditemui di Denpasar, Kamis (17/3/2022) mengatakan bahwa kliennya itu merasa dirugikan.

Togar menyatakan, kliennya tersebut bukanlah pemilik. “Klien saya ini member juga. Bukan pemilik,” katanya.

Lanjut dia, dalam berita yang beredar bahwa kliennya sebagai pemilik. Hal itu tentunya sangat merugikan.

“Pemberitaannya tendensius dan cenderung menyebarkan berita yang sangat menggiring opini publik dan bisa diduga mengarah berita bohong via media baik cetak dan online,” tambahnya.

Apalagi, lanjut dia bahwa dalam pemberitaan, kliennya disebut telah merugikan banyak orang dengan total kerugian sebesar USD39 juta. Ada yang pemberitaan bahwa kerugian para korban mencapai Rp557 miliar.

“Sehingga kami sebagai kuasa hukum Hendrik akan meminta pertanggungjawaban atas pernyataan-pernyataan dalam berita-berita tersebut yang telah dibuat media nasional. Dan kami sebagai kuasa hukum akan mengambil langkah hukum secara tegas baik itu pidana dengan membuat laporan polisi,” tegasnya.

Laporan itu katanya akan dilakukan pekan depan.

 

Koreksi:

Berita ini telah dinilai oleh Dewan Pers melanggar Kode Etik Jurnalistik melalui sidang penyelesaian pengaduan pada 31 Mei 2022 dan telah dikoreksi. Redaksi melakukan koreksi pada Jumat, 3 Juni 2022, terutama pada paragraf kedua yang menyebut Charlie Wijaya sebagai pelapor, kuasa hukum korban, dan advokat. Dalam sidang penyelesaian pengaduan di Dewan Pers, Charlie Wijaya menegaskan bahwa dia bukan pelapor dan bukan kuasa hukum/ pengacara korban. Charlie Wijaya hanya menyebut dirinya aktivis media sosial. Charlie Wijaya juga sudah menyampaikan hak jawab dengan tautan berikut ini. Charlie Wijaya Tegaskan Bukan Pelapor Robot Trading EA Copet






Reporter: Marsellus Nabunome Pampur


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/