alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Tak Kapok Dipenjara Selama Lima Tahun, Putu Suardiana Ditangkap Lagi

NEGARA – Seorang pelaku pencurian motor, Putu Suardiana, 33, ditangkap Satreskrim Polres Jembrana. Suardiana merupakan residivis kasus pencurian yang pernah ditangkap dan ditahan Polres Jembrana karena pencurian di 27 tempat kejadian perkara (TKP), sehingga membuatnya dipenjara selama 5 tahun.

Tersangka kembali melakukan pencurian motor warga Banjar Banyubiru, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara pada Rabu (2/2) lalu. Kemudian ditangkap pada Sabtu (12/3) lalu, di kamar kosnya di wilayah Kelurahan Tukangkayu, Banyuwangi, Jawa Timur.

Kasatreskrim Polres Jembrana AKP Muhammad Reza Pranata mengatakan, penangkapan tersangka berdasarkan laporan dari korban, Sulaiman, 48, yang kehilangan motor DK 5721 ZS. Tersangka masuk ke rumah korban malam hari lalu, mencuri motor yang parkir di garasi setelah mengambil kunci motor yang ada di meja.

“Korban baru menyadari motornya hilang saat bangun tidur,” jelasnya, Rabu (16/3).

Penangkapan tersangka harus memburu tersangka hingga ke beberapa daerah di Bali dan luar Bali. Tim Opsnal Jatanras Polres Jembrana yang dipimpin Kanit 1 Reskrim IPTU I Gede Alit Darmana, awalnya melakukan penyelidikan dan mengamankan barang bukti motor di Kuta Selatan, Badung.

Dari keterangan orang yang menguasai motor, diperoleh informasi bahwa motor dibeli dari seseorang di Sidetapa, Kecamatan Banjar Buleleng seharga Rp3 juta. Selain motor, tersangka juga menjual sebuah hanphone.

Penjual motor itu memiliki ciri-ciri ada bekas luka bakar pada kedua tangannya. “Dari ciri-ciri fisik, diyakini bahwa tersangka pelaku pencurian motor. Saat menunjukan foto tersangka dibenarkan bahwa orang tersebut adalah orang yang menjual motor,” ungkapnya.

Akhirnya, tim Jatanras yang dikenal dengan julukan Kurawa mengendus keberadaan terangka Putu Suardiana alias Bakar alias Paklik mengontrak kos di Banyuwangi.

“Tersangka diamankan tanpa perlawanan dan mengakui perbuatanya melalukan pencurian,” ujarnya.

Barang bukti motor kemudian diamankan ke Polres Jembrana. Polisi juga mengamankan sejumlah barang yang dibeli dari hasil penjualan motor. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke- 3 dan ke 5 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

 

Reza menambahkan, tersangka merupakan residivis kasus pencurian yang diamankan Satreskrim Polres Jembrana pada tahun 2013. Tersangka divonis atas perbuatannya selama 7 tahun dan menjalani selamat 5 tahun.



NEGARA – Seorang pelaku pencurian motor, Putu Suardiana, 33, ditangkap Satreskrim Polres Jembrana. Suardiana merupakan residivis kasus pencurian yang pernah ditangkap dan ditahan Polres Jembrana karena pencurian di 27 tempat kejadian perkara (TKP), sehingga membuatnya dipenjara selama 5 tahun.

Tersangka kembali melakukan pencurian motor warga Banjar Banyubiru, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara pada Rabu (2/2) lalu. Kemudian ditangkap pada Sabtu (12/3) lalu, di kamar kosnya di wilayah Kelurahan Tukangkayu, Banyuwangi, Jawa Timur.

Kasatreskrim Polres Jembrana AKP Muhammad Reza Pranata mengatakan, penangkapan tersangka berdasarkan laporan dari korban, Sulaiman, 48, yang kehilangan motor DK 5721 ZS. Tersangka masuk ke rumah korban malam hari lalu, mencuri motor yang parkir di garasi setelah mengambil kunci motor yang ada di meja.

“Korban baru menyadari motornya hilang saat bangun tidur,” jelasnya, Rabu (16/3).

Penangkapan tersangka harus memburu tersangka hingga ke beberapa daerah di Bali dan luar Bali. Tim Opsnal Jatanras Polres Jembrana yang dipimpin Kanit 1 Reskrim IPTU I Gede Alit Darmana, awalnya melakukan penyelidikan dan mengamankan barang bukti motor di Kuta Selatan, Badung.

Dari keterangan orang yang menguasai motor, diperoleh informasi bahwa motor dibeli dari seseorang di Sidetapa, Kecamatan Banjar Buleleng seharga Rp3 juta. Selain motor, tersangka juga menjual sebuah hanphone.

Penjual motor itu memiliki ciri-ciri ada bekas luka bakar pada kedua tangannya. “Dari ciri-ciri fisik, diyakini bahwa tersangka pelaku pencurian motor. Saat menunjukan foto tersangka dibenarkan bahwa orang tersebut adalah orang yang menjual motor,” ungkapnya.

Akhirnya, tim Jatanras yang dikenal dengan julukan Kurawa mengendus keberadaan terangka Putu Suardiana alias Bakar alias Paklik mengontrak kos di Banyuwangi.

“Tersangka diamankan tanpa perlawanan dan mengakui perbuatanya melalukan pencurian,” ujarnya.

Barang bukti motor kemudian diamankan ke Polres Jembrana. Polisi juga mengamankan sejumlah barang yang dibeli dari hasil penjualan motor. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke- 3 dan ke 5 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

 

Reza menambahkan, tersangka merupakan residivis kasus pencurian yang diamankan Satreskrim Polres Jembrana pada tahun 2013. Tersangka divonis atas perbuatannya selama 7 tahun dan menjalani selamat 5 tahun.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/