alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Pelaku Penebasan Sakit, Sudah Empat Kali Berobat ke RSJ Bangli

BENDESA Adat Yeh Kuning, Nengah Wartono, 64, yang menjadi korban penebasan mengatakan, dia sudah memaafkan pelaku Mukarom, 55, warga warga Banjar Munduk, Desa Air Kuning.

 

Bendesa Nengah Wartono mengatakan dia dibacok dua kali oleh pelaku hingga mendapat 14 jahitan.

 

Menurut korban, ia mengenal baik pelaku karena tetangga dan sering bertemu. Korban juga mengetahui bahwa pelaku mengalami sakit jiwa, sehingga saat bertemu di sirkuit makepung ia juga menyapa pelaku.

 

Karena pelaku mengalami sakit jiwa, korban tidak akan melakukan penuntutan dan memaafkan pelaku penebasan. “Ya memaafkan. Karena memang pelaku sakit jiwa,”ungkapnya.

 

Seperti diketahui, Nengah Wartono, 64, ditebas pelaku Mukarom, 55, di sirkuit makepung Desa Delodberawah, Kecamatan Mendoyo, pada Minggu (17/4).

 

Kapolsek Mendoyo AKP I Putu Suarmadi saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Kapolsek menjelaskan, penebasan terjadi sekitar pukul 9.30 WITA di Jalan dekat sirkuit makepung Banjar Desa Delodberawah, Kecamatan Mendoyo.

 

“Korban ditebas pakai sabit pada bagian lengan kiri hingga menyebabkan luka terbuka,” jelasnya.

 

Akibat tebasan tersebut korban langsung dibawa ke Puskesmas Jembrana dan mendapat jahitan. Sedangkan pelaku diamankan ke Polsek Mendoyo untuk pemeriksaan lebih lanjut.

 

Kapolsek menegaskan, berdasarkan informasi dari keluarga pelaku, memang memilliki riwayat sakit jiwa. Keterangan dari istri pelaku, sudah empat kali pelaku dibawa ke rumah sakit Bangli. “Surat-surat keterangan bahwa pelaku mengalami sakit jiwa, sepeti kartu kuning sudah ada,” tegasnya.

 



BENDESA Adat Yeh Kuning, Nengah Wartono, 64, yang menjadi korban penebasan mengatakan, dia sudah memaafkan pelaku Mukarom, 55, warga warga Banjar Munduk, Desa Air Kuning.

 

Bendesa Nengah Wartono mengatakan dia dibacok dua kali oleh pelaku hingga mendapat 14 jahitan.

 

Menurut korban, ia mengenal baik pelaku karena tetangga dan sering bertemu. Korban juga mengetahui bahwa pelaku mengalami sakit jiwa, sehingga saat bertemu di sirkuit makepung ia juga menyapa pelaku.

 

Karena pelaku mengalami sakit jiwa, korban tidak akan melakukan penuntutan dan memaafkan pelaku penebasan. “Ya memaafkan. Karena memang pelaku sakit jiwa,”ungkapnya.

 

Seperti diketahui, Nengah Wartono, 64, ditebas pelaku Mukarom, 55, di sirkuit makepung Desa Delodberawah, Kecamatan Mendoyo, pada Minggu (17/4).

 

Kapolsek Mendoyo AKP I Putu Suarmadi saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Kapolsek menjelaskan, penebasan terjadi sekitar pukul 9.30 WITA di Jalan dekat sirkuit makepung Banjar Desa Delodberawah, Kecamatan Mendoyo.

 

“Korban ditebas pakai sabit pada bagian lengan kiri hingga menyebabkan luka terbuka,” jelasnya.

 

Akibat tebasan tersebut korban langsung dibawa ke Puskesmas Jembrana dan mendapat jahitan. Sedangkan pelaku diamankan ke Polsek Mendoyo untuk pemeriksaan lebih lanjut.

 

Kapolsek menegaskan, berdasarkan informasi dari keluarga pelaku, memang memilliki riwayat sakit jiwa. Keterangan dari istri pelaku, sudah empat kali pelaku dibawa ke rumah sakit Bangli. “Surat-surat keterangan bahwa pelaku mengalami sakit jiwa, sepeti kartu kuning sudah ada,” tegasnya.

 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/