alexametrics
26.8 C
Denpasar
Monday, June 27, 2022

Polres Buleleng Kecolongan, Kasus Jambret Muncul Lagi di Desa Musi

SINGARAJA– Upaya polisi melakukan pengejaran terhadap pelaku jambret di wilayah Buleleng Barat, rupanya belum membuahkan hasil. Kasus jambret kembali mencuat. Kali ini terjadi di Desa Musi. Peristiwa penjambretan bahkan terjadi pada siang bolong. Polisi kecolongan dengan aksi kejahatan jalanan itu.

 

Korbannya adalah Putu Eva Juni Restiana, 18, warga Desa Musi. Dia dijambret hanya 10 meter dari tempat tinggalnya. Akibatnya sebuah kalung emas senilai Rp 1 juta raib digondol jambret.

 

Informasinya, ciri-ciri pelaku penjambretan sama dengan kasus lainnya. Yakni mengendarai sebuah sepeda motor matic berwarna hitam, tanpa plat nomor.

 

Perbekel Musi Nyoman Arya Swabawa mengakui kasus jambret terjadi di wilayahnya. Kasus itu terjadi di Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk, tepatnya di sebelah barat Jembatan Musi. Menurut Arya, peristiwa itu terjadi pada pukul 10.30 siang. Kasus itu langsung dilaporkan ke Mapolsek Gerokgak melalui Bhabinkamtibmas Desa Musi.

 

Arya menceritakan, korban saat itu datang dari arah timur menuju ke barat. Korban berkendara beriringan dengan orang tuanya. Saat perjalanan, mereka sempat berpapasan dengan orang yang diduga melakukan aksi penjambretan.

 

“Orang itu berhenti di pinggir jalan. Karena tidak curiga, dilewati begitu saja. Orang tua korban juga sempat lihat. Nah, pas korban ini mau sampai rumah, pas kendaraan pelan, kalungnya langsung ditarik. Kejadiannya itu hanya beberapa meter dari rumahnya,” ungkap Arya.

 

Menurutnya peristiwa itu cukup meresahkan. Sebab tak pernah terjadi peristiwa kriminal di wilayah desanya. Sejak kasus jambret mencuat di wilayah Gerokgak pada akhir April lalu, ia telah mengimbau agar masyarakat lebih hati-hati.

 

“Mudah-mudahan saja cepat tertangkap. Karena ini meresahkan. Banyak warga kami yang aktivitas malam hari dan dini hari. Terutama yang pedagang. Ini juga kejadiannya tumben siang hari,” katanya.

 

Sementara itu, Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya membenarkan adanya peristiwa tersebut. Hanya saja polisi tak banyak memberikan komentar terkait kasus itu. “Masih dalam lidik. Tim opsnal saat ini masih di lapangan melakukan penyelidikan,” kata Sumarjaya singkat. (eps)

 

 



SINGARAJA– Upaya polisi melakukan pengejaran terhadap pelaku jambret di wilayah Buleleng Barat, rupanya belum membuahkan hasil. Kasus jambret kembali mencuat. Kali ini terjadi di Desa Musi. Peristiwa penjambretan bahkan terjadi pada siang bolong. Polisi kecolongan dengan aksi kejahatan jalanan itu.

 

Korbannya adalah Putu Eva Juni Restiana, 18, warga Desa Musi. Dia dijambret hanya 10 meter dari tempat tinggalnya. Akibatnya sebuah kalung emas senilai Rp 1 juta raib digondol jambret.

 

Informasinya, ciri-ciri pelaku penjambretan sama dengan kasus lainnya. Yakni mengendarai sebuah sepeda motor matic berwarna hitam, tanpa plat nomor.

 

Perbekel Musi Nyoman Arya Swabawa mengakui kasus jambret terjadi di wilayahnya. Kasus itu terjadi di Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk, tepatnya di sebelah barat Jembatan Musi. Menurut Arya, peristiwa itu terjadi pada pukul 10.30 siang. Kasus itu langsung dilaporkan ke Mapolsek Gerokgak melalui Bhabinkamtibmas Desa Musi.

 

Arya menceritakan, korban saat itu datang dari arah timur menuju ke barat. Korban berkendara beriringan dengan orang tuanya. Saat perjalanan, mereka sempat berpapasan dengan orang yang diduga melakukan aksi penjambretan.

 

“Orang itu berhenti di pinggir jalan. Karena tidak curiga, dilewati begitu saja. Orang tua korban juga sempat lihat. Nah, pas korban ini mau sampai rumah, pas kendaraan pelan, kalungnya langsung ditarik. Kejadiannya itu hanya beberapa meter dari rumahnya,” ungkap Arya.

 

Menurutnya peristiwa itu cukup meresahkan. Sebab tak pernah terjadi peristiwa kriminal di wilayah desanya. Sejak kasus jambret mencuat di wilayah Gerokgak pada akhir April lalu, ia telah mengimbau agar masyarakat lebih hati-hati.

 

“Mudah-mudahan saja cepat tertangkap. Karena ini meresahkan. Banyak warga kami yang aktivitas malam hari dan dini hari. Terutama yang pedagang. Ini juga kejadiannya tumben siang hari,” katanya.

 

Sementara itu, Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya membenarkan adanya peristiwa tersebut. Hanya saja polisi tak banyak memberikan komentar terkait kasus itu. “Masih dalam lidik. Tim opsnal saat ini masih di lapangan melakukan penyelidikan,” kata Sumarjaya singkat. (eps)

 

 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/