alexametrics
27.6 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Sakit Lambung Tak Kunjung Sembuh, Nekat Gantung Diri di Pohon Duku

NEGARA – Kasus bunuh diri kembali hebohkan warga Banjar Tibunsari, Yehembang, Mendoyo, Jembrana, Minggu sore (16/6) sekitar pukul 16.30.

 

Diduga karena depresi berat akibat menderita penyakit lambung menahun, Ida Bagus Kade Narba,64, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon duku.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bali, hingga kasus ulahati terjadi, bermula dari korban berpamitan pada istri korban Ida Ayu Putu Suarmi, 61, akan buang air.

Namun, setelah ditunggu sekitar satu jam berselang, korban tak kunjung ebali ke kamar.

Istri korban yang sempat panic kemudian sempat mencari mendiang ke kamar mandi.

Bahkan istrinya sempat mencari ke sungai namun tidak ketemu.

Baca Juga:  Ngaku Jalankan Perintah Atasan, Terdakwa Beber Kejanggalan Dakwaan JPU

Hingga akhirnya, saat saksi pulang dari sungai, saksi melihat korban tergantung di ranting pohon duku.

Istrinya langsung meminta tolong pada tetangganya untuk menurunkan. “Saat di tolong korban masih bernapas dan langsung dilarikan menggunakan mobil pribadi ke Puskesmas Pekutatan,” terang Kapolsek Mendoyo Kompol Gusti Agung Sukasana, Senin (17/6).

Sayangnya, sampai di puskesmas, korban yang saat itu sudah dipasang tabungoksigen sebagai alat bantu nafas dinyatakan meninggal dunia. “Korban bunuh diri dengan menggunakan kain warna kuning dengan panjang kurang lebih 2 meter,” jelasnya.

Motif bunuh diri ini, diduga karena korban sudah putus asa dengan penyakit yang diderita. Korban mempunyai penyakit lambung kurang lebih sejak tiga tahun dan tidak kunjung sembuh meski sempat di bawa ke dokter spesialis penyakit dalam. 

Baca Juga:  Dinsos Siapkan Kremasi Mr X yang Tewas di Tukad Yeh Ho, Asal…


NEGARA – Kasus bunuh diri kembali hebohkan warga Banjar Tibunsari, Yehembang, Mendoyo, Jembrana, Minggu sore (16/6) sekitar pukul 16.30.

 

Diduga karena depresi berat akibat menderita penyakit lambung menahun, Ida Bagus Kade Narba,64, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon duku.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bali, hingga kasus ulahati terjadi, bermula dari korban berpamitan pada istri korban Ida Ayu Putu Suarmi, 61, akan buang air.

Namun, setelah ditunggu sekitar satu jam berselang, korban tak kunjung ebali ke kamar.

Istri korban yang sempat panic kemudian sempat mencari mendiang ke kamar mandi.

Bahkan istrinya sempat mencari ke sungai namun tidak ketemu.

Baca Juga:  Duh Gusti! Depresi Berat, Dua Warga Gantung Diri Hampir Bersamaan

Hingga akhirnya, saat saksi pulang dari sungai, saksi melihat korban tergantung di ranting pohon duku.

Istrinya langsung meminta tolong pada tetangganya untuk menurunkan. “Saat di tolong korban masih bernapas dan langsung dilarikan menggunakan mobil pribadi ke Puskesmas Pekutatan,” terang Kapolsek Mendoyo Kompol Gusti Agung Sukasana, Senin (17/6).

Sayangnya, sampai di puskesmas, korban yang saat itu sudah dipasang tabungoksigen sebagai alat bantu nafas dinyatakan meninggal dunia. “Korban bunuh diri dengan menggunakan kain warna kuning dengan panjang kurang lebih 2 meter,” jelasnya.

Motif bunuh diri ini, diduga karena korban sudah putus asa dengan penyakit yang diderita. Korban mempunyai penyakit lambung kurang lebih sejak tiga tahun dan tidak kunjung sembuh meski sempat di bawa ke dokter spesialis penyakit dalam. 

Baca Juga:  Sebelum Ditahan dan Tembak Diri, Tri Nugraha Minta Izin Salat

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/