alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Bali “Darurat” Prostitusi Online

NEGARA-Terbongkarnya kasus prostitusi online di wilayah Negara, Kabupaten Jembrana, Bali mendapat perhatian serius dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jembrana.

P2TP2A Jembrana menilai, maraknya praktik prostitusi online ini, sebagai “situasi darurat” bagi perempuan dan anak, di Bali dan khusunya di Jembrana untuk segera dilakukan pencegahan agar tak menjadi korban atau pelaku.

 “Kami soroti mengenai penggunaan gawai atau gadget dan media sosial oleh anak-anak, karena aplikasi yang menyediakan jasa prostitusi ini bahaya bagi anak-anak,” kata Ketua P2TP2A Jembrana Ida Bagus Panca Sidarta, Kamis (17/6).

Apalagi imbuh pria yang juga berprofesi sebagai advokat ini, saat ini gawai dan media sosial dimiliki hampir seluruh warga, tidak terkecuali anak-anak dan remaja.

Baca Juga:  Heboh Anak Hilang di Jembrana, Ternyata Gara-gara Ditinggal di Sawah

Terlebih saat pandemi Covid-19, pembelajaran secara daring juga dinilai sangat rentan.

Selain itu, era teknologi yang semakin maju, aplikasi yang banyak menawarkan situs dewasa seperti jasa prostitusi, pornografi dan pornoaksi, sangat berpeluang besar diakses anak-anak yang masih belum cukup umur.

Sehingga, menurutnya, dengan adanya fenomena ini, dibutuhkan peran orang tua untuk melakukan pengawasan secara ketat kepada anak-anaknya yang menggunakan gawai.

“Meskipun beberapa aplikasi tertentu memang ada batasan umur. Namun pada kenyataannya, umur bisa dimanipulasi sehingga anak-anak bisa mengakses konten dewasa, Sehingga peran orang tua sangat penting. Jangan bebaskan anak menggunakan handphone. Mereka harus sering dikontrol dan diawasi secara ketat”tukasnya.

- Advertisement -

- Advertisement -

NEGARA-Terbongkarnya kasus prostitusi online di wilayah Negara, Kabupaten Jembrana, Bali mendapat perhatian serius dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jembrana.

P2TP2A Jembrana menilai, maraknya praktik prostitusi online ini, sebagai “situasi darurat” bagi perempuan dan anak, di Bali dan khusunya di Jembrana untuk segera dilakukan pencegahan agar tak menjadi korban atau pelaku.

 “Kami soroti mengenai penggunaan gawai atau gadget dan media sosial oleh anak-anak, karena aplikasi yang menyediakan jasa prostitusi ini bahaya bagi anak-anak,” kata Ketua P2TP2A Jembrana Ida Bagus Panca Sidarta, Kamis (17/6).


Apalagi imbuh pria yang juga berprofesi sebagai advokat ini, saat ini gawai dan media sosial dimiliki hampir seluruh warga, tidak terkecuali anak-anak dan remaja.

Baca Juga:  Heboh! Loncat Dari Lantai Empat, Turis Perancis Tewas Mengenaskan

Terlebih saat pandemi Covid-19, pembelajaran secara daring juga dinilai sangat rentan.

Selain itu, era teknologi yang semakin maju, aplikasi yang banyak menawarkan situs dewasa seperti jasa prostitusi, pornografi dan pornoaksi, sangat berpeluang besar diakses anak-anak yang masih belum cukup umur.

Sehingga, menurutnya, dengan adanya fenomena ini, dibutuhkan peran orang tua untuk melakukan pengawasan secara ketat kepada anak-anaknya yang menggunakan gawai.

“Meskipun beberapa aplikasi tertentu memang ada batasan umur. Namun pada kenyataannya, umur bisa dimanipulasi sehingga anak-anak bisa mengakses konten dewasa, Sehingga peran orang tua sangat penting. Jangan bebaskan anak menggunakan handphone. Mereka harus sering dikontrol dan diawasi secara ketat”tukasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/