alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Suami Tersangka Berdalih Tak Tahu Istrinya Jalankan Bisnis Esek-esek

USAI diamankan di salah satu penginapan di kawasan Negara, pada Senin (14/6) malam lalu. Penyidik dari Unit Reskrim Polsek Negara terus melakukan pendalaman terhadap praktik prostitusi online yang dilakukan tersangka PM, 28, warga Bekasi, Jawa Barat.

Terbaru, atas kasus ini, polisi melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap DD, 32, yang tak lain suami dari Tersangka PM. Seperti apa hasilnya?

 

M.BASIR, Negara

 

SEJAK diamankan, pasangan suami istri (pasutri) asal Bekasi, Jawa Barat berinisial PM, 28, dan suaminya DD, 32, langsung ditahan di sel tahanan Polsek Negara.

Pasutri muda ini diamankan polisi terkait dugaan praktik prostitusi online yang mereka lakukan. Diduga, keduanya merupakan muncikari alias germo pelacuran via online.

- Advertisement -

Dugaan kuat ini, setelah pihak Polsek Negara menerima laporan dari salah satu korban berinisial AH, 27. Sesuai laporan, AH mengaku dijual dan dipaksa melayani pria hidung belang di salah satu penginapan di Negara.

Kapolsek Negara AKP I Gusti Made Sudarma Putra saat dikonfirmasi, Kamis (17/6) mengatakan, usai melakukan penahanan terhadap PM, penyidik masih melakukan pemeriksaan mendalam.

Baca Juga:  Konyol, Diancam Pemilik, Oknum PNS Jembrana Minta Perlindungan Polisi

Sehingga terkait dugaan keterlibatan suami dari tersangka PM (DD,32), pihaknya mengaku belum menetapkan status dari suami tersangka.

Menurutnya, meski sudah diamankan di Mapolsek Negara sejak empat hari lalu, namun suami tersangka masih berstatus sebagai saksi.

 

“Kami masih lakukan pendalaman pemeriksaan saksi,” tegasnya.

Lebih lanjut, mantan kasatreskrim Polres Jembrana ini, menambahkan, dari pemeriksaan sementara, suami tersangka (DD) mengaku tidak tahu menahu dengan praktik prostitusi yang dilakukan istrinya.

Saat diperiksa polisi, DD hanya mengaku sebagai sopir angkutan pariwisata. Sedangkan terkait prostitusi online yang dijalankan istrinya melalui akun media sosial diakui dikendalikan murni oleh istrinya (Tersangka PM).

“Jadi untuk sementara, suami tersangka mengaku hanya sebagai sopir travel. Dia mengaku hanya bertugas mengantar jemput istrinya. Sedangkan soal dugaan prostitusi online yang dijalankan istrinya, dia mengaku tidak tahu. Tapi (pengakuan) ini masih terus kami dalami,”tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polsek Negara mengamankan pasutri terduga muncikari prostitusi online di salah satu penginapan di Negara, Jembrana.

Pengungkapan kasus prostitusi online, ini berawal dari adanya laporan korban AH, 27, yang mengaku dijual tersangka untuk melayani seorang pria hidung belang, pada Senin (14/6) malam sekitar pukul 21.00 WITA lalu.

Baca Juga:  Cabuli Pelajar SMP Hingga Tewas, Terancam Mati Muda, Gung De Bilang…

AH mendatangi Polsek Negara dan mengaku melarikan diri dari salah satu penginapan karena dipaksa melayani seorang pria.

Korban datang dengan tubuh penuh lumpur dan luka-luka di kakinya mengaku lari dari penginapan ke Polsek Negara.

Dari pengakuan korban, dipaksa melayani pria oleh tersangka di sebuah penginapan.

Ia kabur dari penginapan setelah mengaku tak sanggup menjadi budak seks.

Korban melarikan diri dari jendela kamar penginapan dan loncat pagar penginapan yang berada di tepi sawah.

Korban kemudian sembunyi ke SPBU dekat hotel, selanjutnya diantar salah satu temanya ke Polsek Negara yang jaraknya sekitar 700 meter dari penginapan.

Setelah menerima laporan korban, personil Polsek Negara langsung mendatangi penginapan dan mengamankan tersangka PM. Selain tersangka, polisi juga mengamankan suami PM, yakni saksi DD, 32, dan tiga orang perempuan yang diduga dijual oleh tersangka.

Saat penggerebekan, polisi mendapati satu perempuan sedang melayani pria hidung belang di salah satu kamar penginapan.

- Advertisement -

USAI diamankan di salah satu penginapan di kawasan Negara, pada Senin (14/6) malam lalu. Penyidik dari Unit Reskrim Polsek Negara terus melakukan pendalaman terhadap praktik prostitusi online yang dilakukan tersangka PM, 28, warga Bekasi, Jawa Barat.

Terbaru, atas kasus ini, polisi melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap DD, 32, yang tak lain suami dari Tersangka PM. Seperti apa hasilnya?

 

M.BASIR, Negara

 

SEJAK diamankan, pasangan suami istri (pasutri) asal Bekasi, Jawa Barat berinisial PM, 28, dan suaminya DD, 32, langsung ditahan di sel tahanan Polsek Negara.

Pasutri muda ini diamankan polisi terkait dugaan praktik prostitusi online yang mereka lakukan. Diduga, keduanya merupakan muncikari alias germo pelacuran via online.

Dugaan kuat ini, setelah pihak Polsek Negara menerima laporan dari salah satu korban berinisial AH, 27. Sesuai laporan, AH mengaku dijual dan dipaksa melayani pria hidung belang di salah satu penginapan di Negara.

Kapolsek Negara AKP I Gusti Made Sudarma Putra saat dikonfirmasi, Kamis (17/6) mengatakan, usai melakukan penahanan terhadap PM, penyidik masih melakukan pemeriksaan mendalam.

Baca Juga:  AWAS! Polda Bali akan Sapu Prostitusi Online, Termasuk Lewat MiChat

Sehingga terkait dugaan keterlibatan suami dari tersangka PM (DD,32), pihaknya mengaku belum menetapkan status dari suami tersangka.

Menurutnya, meski sudah diamankan di Mapolsek Negara sejak empat hari lalu, namun suami tersangka masih berstatus sebagai saksi.

 

“Kami masih lakukan pendalaman pemeriksaan saksi,” tegasnya.

Lebih lanjut, mantan kasatreskrim Polres Jembrana ini, menambahkan, dari pemeriksaan sementara, suami tersangka (DD) mengaku tidak tahu menahu dengan praktik prostitusi yang dilakukan istrinya.

Saat diperiksa polisi, DD hanya mengaku sebagai sopir angkutan pariwisata. Sedangkan terkait prostitusi online yang dijalankan istrinya melalui akun media sosial diakui dikendalikan murni oleh istrinya (Tersangka PM).

“Jadi untuk sementara, suami tersangka mengaku hanya sebagai sopir travel. Dia mengaku hanya bertugas mengantar jemput istrinya. Sedangkan soal dugaan prostitusi online yang dijalankan istrinya, dia mengaku tidak tahu. Tapi (pengakuan) ini masih terus kami dalami,”tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polsek Negara mengamankan pasutri terduga muncikari prostitusi online di salah satu penginapan di Negara, Jembrana.

Pengungkapan kasus prostitusi online, ini berawal dari adanya laporan korban AH, 27, yang mengaku dijual tersangka untuk melayani seorang pria hidung belang, pada Senin (14/6) malam sekitar pukul 21.00 WITA lalu.

Baca Juga:  Pindah ke Tabanan karena di Denpasar Sepi Pelanggan di MiChat

AH mendatangi Polsek Negara dan mengaku melarikan diri dari salah satu penginapan karena dipaksa melayani seorang pria.

Korban datang dengan tubuh penuh lumpur dan luka-luka di kakinya mengaku lari dari penginapan ke Polsek Negara.

Dari pengakuan korban, dipaksa melayani pria oleh tersangka di sebuah penginapan.

Ia kabur dari penginapan setelah mengaku tak sanggup menjadi budak seks.

Korban melarikan diri dari jendela kamar penginapan dan loncat pagar penginapan yang berada di tepi sawah.

Korban kemudian sembunyi ke SPBU dekat hotel, selanjutnya diantar salah satu temanya ke Polsek Negara yang jaraknya sekitar 700 meter dari penginapan.

Setelah menerima laporan korban, personil Polsek Negara langsung mendatangi penginapan dan mengamankan tersangka PM. Selain tersangka, polisi juga mengamankan suami PM, yakni saksi DD, 32, dan tiga orang perempuan yang diduga dijual oleh tersangka.

Saat penggerebekan, polisi mendapati satu perempuan sedang melayani pria hidung belang di salah satu kamar penginapan.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/