alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Bunuh Bayi Kembar, Begini Pengakuan Sang Ibu Sadis Itu, Miris…

DENPASAR – Pembunuh bayi kembar yang ditemukan tewas dengan luka tusukan di leher dan di perut itu akhirnya terkuak.

Pelakunya adalah sepasang pasangan kekasih. Sang laki-laki bernama Venan, 20, asal Manggarai Barat, Flores Barat, NTT, yang masih buron.

Seperti kekasihnya atau ibu dari anak-anak tak berdosa  berinisial Li alias D, 20. Li sendiri berhasil diamankan di kawasan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Minggu kemarin.

Keduanya diketahui berstatus mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta di Denpasar. Li ditangkap berdasar keterangan tetangga kos pelaku, Enisa Nimas Krisna.

Kepada penyidik, saksi mengaku sempat mendengar jeritan bayi pada Sabtu dini hari. Kemudian petugas kepolisian mendalami identitas yang tinggal di kosan nomor satu milik Jhon Ngamal itu.

Baca Juga:  Dituntut 10 Tahun Penjara, Kurir Ekstasi Pasrah

Hasilnya diketahui bahwa suara tangisan bayi itu dari toilet kosan ditempati pasang kumpul kebo asal NTT ini, yang sudah tinggal bersama sejak September 2017 lalu.

Li diamankan tanpa perlawanan pada Minggu (15/7) sekitar pukul 23.00, kondisinya masih lemas karena baru melahirkan.

Karena ulahnya itu, dirinya dibawa ke Polsek Denpasar Timur untuk penyelidikan lebih lanjut. Li tak berkutik bahwa ia mengakui perbuatannya.

“Dia mengaku semuanya. Di mana kekasihnya itu? Dia mengakui kekasihnya, mengaku mengambil ijasah di NTT, namun diduga kuat dirinya sudah kabur ke Manggarai. Saat ini kita masih buru kesana,” cetus sumber. 

LJ mengaku bahwa dirinya melahirkan dengan kondisi normal. Yakni bayi kembar tersebut lahir cukup bulan dan dalam kondisi hidup di dalam kamar kosan itu.

Baca Juga:  Danu Tirtayasa Murni Tewas Kecelakaan, Dompet & Motor Masih Misterius

Hanya saja, karena status mereka masih mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Denpasar, dan malu melahirkan bayi di luar nikah, mereka sepakat membunuh darah dagingnya sendiri.

“Menurut si wanita ini, yang membunuh bayu adalah Fenan, yakni dibawa ke kamar mandi. Ini pengakuan sementara.

Kami masih dalami sambil menunggu Fenan yang kini masih dikejar ke NTT itu,” bisik sumber. Kanit Reskrim Polsek Dentim Iptu Aryo Seno Wimoko membenarkan penangkapan Li.



DENPASAR – Pembunuh bayi kembar yang ditemukan tewas dengan luka tusukan di leher dan di perut itu akhirnya terkuak.

Pelakunya adalah sepasang pasangan kekasih. Sang laki-laki bernama Venan, 20, asal Manggarai Barat, Flores Barat, NTT, yang masih buron.

Seperti kekasihnya atau ibu dari anak-anak tak berdosa  berinisial Li alias D, 20. Li sendiri berhasil diamankan di kawasan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Minggu kemarin.

Keduanya diketahui berstatus mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta di Denpasar. Li ditangkap berdasar keterangan tetangga kos pelaku, Enisa Nimas Krisna.

Kepada penyidik, saksi mengaku sempat mendengar jeritan bayi pada Sabtu dini hari. Kemudian petugas kepolisian mendalami identitas yang tinggal di kosan nomor satu milik Jhon Ngamal itu.

Baca Juga:  GRES! Dipalu, Dicekik Lalu Ditusuk, Begini Kondisi Korban Driver Ojol

Hasilnya diketahui bahwa suara tangisan bayi itu dari toilet kosan ditempati pasang kumpul kebo asal NTT ini, yang sudah tinggal bersama sejak September 2017 lalu.

Li diamankan tanpa perlawanan pada Minggu (15/7) sekitar pukul 23.00, kondisinya masih lemas karena baru melahirkan.

Karena ulahnya itu, dirinya dibawa ke Polsek Denpasar Timur untuk penyelidikan lebih lanjut. Li tak berkutik bahwa ia mengakui perbuatannya.

“Dia mengaku semuanya. Di mana kekasihnya itu? Dia mengakui kekasihnya, mengaku mengambil ijasah di NTT, namun diduga kuat dirinya sudah kabur ke Manggarai. Saat ini kita masih buru kesana,” cetus sumber. 

LJ mengaku bahwa dirinya melahirkan dengan kondisi normal. Yakni bayi kembar tersebut lahir cukup bulan dan dalam kondisi hidup di dalam kamar kosan itu.

Baca Juga:  Sepeda Bergerombol, Ancam Korban Pakai Pedang, Warga Mengwi Diciduk

Hanya saja, karena status mereka masih mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Denpasar, dan malu melahirkan bayi di luar nikah, mereka sepakat membunuh darah dagingnya sendiri.

“Menurut si wanita ini, yang membunuh bayu adalah Fenan, yakni dibawa ke kamar mandi. Ini pengakuan sementara.

Kami masih dalami sambil menunggu Fenan yang kini masih dikejar ke NTT itu,” bisik sumber. Kanit Reskrim Polsek Dentim Iptu Aryo Seno Wimoko membenarkan penangkapan Li.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/