alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Hilang Empat Hari, Terpeleset, Pekak Kerug Ditemukan Tewas di Sungai

TABANAN – I Wayan Kerug, 73, seorang pekak (kakek) pikun asal Banjar Dinas Kelembang Kaja, Desa Rejasa, Penebel yang menghilang sejak empat hari lalu akhirnya ditemukan.

Namun, korban ditemukan tinggal nama. Korban ditemukan meninggal dunia di pinggir Sungai Yeh Mawa Penebel.

Korban ditemukan setelah Basarnas Bali, Sar Polda Bali,  BPBD Tabanan dan anggota Polsek Penebel melakukan pencarian sejak empat hari lalu.

Menurut informasi, I Wayan Kerug meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan keluarga Jumat (13/7) lalu sekitar pukul 10.00.

Keluarga mengetahui hilang ketika menantu korban, Ni Nengah Mudiasih hendak membawakan makananan kepada korban di dalam kamar rumahnya.

Setelah membuka pintu ternyata korban tidak ada di dalam kamar. Kemudian keluarga korban melakukan pencarian.

Baca Juga:  KEREN! Outsider di NTT Pasang Dukungan untuk JRX di Truk dan Angkot

Namun, tidak menemukan korban. Akhirnya kejadian tersebut dilaporkan kepada kepolisian Polsek Penebel.

Pihak kepolisian dengan melibatkan Basarnas Bali, Sar Polda Bali dan BPBD Tabanan melakukan pencarian di seputaran wilayah Desa Kelembang, namun tidak ada hasil.

Kemudian dilakukan pencarian kembali dan  dihari keempat pencarian, Senin (16/7) kemarin. Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 09.30 korban di pinggir sungai Yeh Mawa dalam kondisi meninggal dunia.

Saat ditemukan korban dengan posisi telungkup diatas bebatuan pinggir sungai Yeh Mawa.

Kapolsek Penebel AKP Ketut Mastra Budaya menyatakan, korban I Wayan Kerug hilang sejak (13/7) lalu. Kemudian keluarga korban yakni Ni Nengah Mudiasih, 48 melapor kepada Polsek Penebel.

“Korban diketahui tinggal sendiri di rumah, sementara anaknya dan bersama istri berada di Denpasar untuk bekerja. Jadi setiap hari korban diurus oleh menantunya Ni Nengah Mudiasih,” kata Mastra.

Baca Juga:  Korban dan Pelaku Asal Bali, Polisi Bantah Isu Perang Ormas dan Suku

Mastra menambahkan, korban ditemukan pertama kali oleh warga desa bernama I Ketut Buana. Korban mengalami luka dibagian kepala belakang akibat benturan terjatuh dari tebing.

Kemudian kaki kanannya ada bekas gigitan binatang biawak. “Berdasar hasil olah TKP dan kondisi di lapangan ketika pertama kali ditemukan,

diduga korban terpeleset dari tebing setinggi 4 meter. Saat terjatuh dari tebing bagian tubuh korban membentur batuan,” tandasnya. 



TABANAN – I Wayan Kerug, 73, seorang pekak (kakek) pikun asal Banjar Dinas Kelembang Kaja, Desa Rejasa, Penebel yang menghilang sejak empat hari lalu akhirnya ditemukan.

Namun, korban ditemukan tinggal nama. Korban ditemukan meninggal dunia di pinggir Sungai Yeh Mawa Penebel.

Korban ditemukan setelah Basarnas Bali, Sar Polda Bali,  BPBD Tabanan dan anggota Polsek Penebel melakukan pencarian sejak empat hari lalu.

Menurut informasi, I Wayan Kerug meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan keluarga Jumat (13/7) lalu sekitar pukul 10.00.

Keluarga mengetahui hilang ketika menantu korban, Ni Nengah Mudiasih hendak membawakan makananan kepada korban di dalam kamar rumahnya.

Setelah membuka pintu ternyata korban tidak ada di dalam kamar. Kemudian keluarga korban melakukan pencarian.

Baca Juga:  Korban dan Pelaku Asal Bali, Polisi Bantah Isu Perang Ormas dan Suku

Namun, tidak menemukan korban. Akhirnya kejadian tersebut dilaporkan kepada kepolisian Polsek Penebel.

Pihak kepolisian dengan melibatkan Basarnas Bali, Sar Polda Bali dan BPBD Tabanan melakukan pencarian di seputaran wilayah Desa Kelembang, namun tidak ada hasil.

Kemudian dilakukan pencarian kembali dan  dihari keempat pencarian, Senin (16/7) kemarin. Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 09.30 korban di pinggir sungai Yeh Mawa dalam kondisi meninggal dunia.

Saat ditemukan korban dengan posisi telungkup diatas bebatuan pinggir sungai Yeh Mawa.

Kapolsek Penebel AKP Ketut Mastra Budaya menyatakan, korban I Wayan Kerug hilang sejak (13/7) lalu. Kemudian keluarga korban yakni Ni Nengah Mudiasih, 48 melapor kepada Polsek Penebel.

“Korban diketahui tinggal sendiri di rumah, sementara anaknya dan bersama istri berada di Denpasar untuk bekerja. Jadi setiap hari korban diurus oleh menantunya Ni Nengah Mudiasih,” kata Mastra.

Baca Juga:  Janji Tindak Tegas Hakim dan ASN Nakal

Mastra menambahkan, korban ditemukan pertama kali oleh warga desa bernama I Ketut Buana. Korban mengalami luka dibagian kepala belakang akibat benturan terjatuh dari tebing.

Kemudian kaki kanannya ada bekas gigitan binatang biawak. “Berdasar hasil olah TKP dan kondisi di lapangan ketika pertama kali ditemukan,

diduga korban terpeleset dari tebing setinggi 4 meter. Saat terjatuh dari tebing bagian tubuh korban membentur batuan,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/