alexametrics
25.3 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

NEWS UPDATE!!Staf Imigrasi Korban Penganiayaan Terima Penghargaan

DENPASAR-Ingat kasus penamparan petugas Imigras Bandara Ngurah Rai oleh turis asal Inggris di Terminal Bandara Ngurah Rai beberapa waktu lalu?

Terbaru, petugas Imigrasi yang menjadi korban penganiayaan, mendapat penghargaan dari kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali.
“Kami memberikan penghargaan kepada petugas imigrasi

yang bertugas di Bandara Ngurah Rai yang sabar meski ditampar oleh bule itu,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Ham Bali, Maryoto Sumadi usai upacara bendera 17 Agustus di Lapas Kerobokan Badung, Jumat (17/8) pagi. 

Penghargaan diberikan kepada Ardyansyah atas keteguhan hatinya melaksanakan standar operasional prosedur (SOP) di tempat pemeriksaan Imigrasi, Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Ngurah Rai.

Sementara itu, ditemui di kesempatan yang sama Ardyansah, mengaku bersyukur atas penghargaan yang diterimanya. 

Baca Juga:  Korban Pedofil Tokoh Besar Bali Terkuak, Ipung: Jangan Takut Lapor

Diceritakannya, saat kejadian, dirinya telah melaksanakan tugas sesuai dengan SOP. 

Namun sayangnya, bule Inggris berinisial AT malah menampar pipi kirinya dengan keras sebanyak satu kali.

“Saya sudah jelaskan sesuai dengan SOP. Tapi dia (pelaku) memang sudah emosi,” kata pemuda 28 tahun ini.

Diketahui, kronologi kejadian tersebut bermula saat paspor AT sudah overstay. 

Ardyansah pun mencoba menjelaskan bahwa AT  tidak bisa berangkat karena overstay melebihi 60 hari (161 hari) dan menyarankan agar yang bersangkutan melapor ke kantor Imigrasi.

Namun rupanya, atas penjelasan dan saran Ardyansyah, AT justru tidak terima dan mencoba merebut kembali paspornya dari petugas, hingga berujung aksi tampar sebanyak satu kali di pipi kiri Ardyansah. 

Baca Juga:  Warga Tutup Warung Tuak dan Sweeping Penginapan Short Time

“Kami tidak melakukan dengan kekerasan kepada dia (AT). Justru dia mencoba melawan petugas saat kami memberikan penjelasan sesuai SOP dan menyarankan untuk melapor ke kantor Imigrasi,” tambah pria asal Bima, NTB yang sudah sembilan tahun menjadi petugas imigrasi tersebut. 



DENPASAR-Ingat kasus penamparan petugas Imigras Bandara Ngurah Rai oleh turis asal Inggris di Terminal Bandara Ngurah Rai beberapa waktu lalu?

Terbaru, petugas Imigrasi yang menjadi korban penganiayaan, mendapat penghargaan dari kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali.
“Kami memberikan penghargaan kepada petugas imigrasi

yang bertugas di Bandara Ngurah Rai yang sabar meski ditampar oleh bule itu,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Ham Bali, Maryoto Sumadi usai upacara bendera 17 Agustus di Lapas Kerobokan Badung, Jumat (17/8) pagi. 

Penghargaan diberikan kepada Ardyansyah atas keteguhan hatinya melaksanakan standar operasional prosedur (SOP) di tempat pemeriksaan Imigrasi, Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Ngurah Rai.

Sementara itu, ditemui di kesempatan yang sama Ardyansah, mengaku bersyukur atas penghargaan yang diterimanya. 

Baca Juga:  Empat Anggota Ormas Dibekuk karena Rampas Mobil dan Ancam Tembak Warga

Diceritakannya, saat kejadian, dirinya telah melaksanakan tugas sesuai dengan SOP. 

Namun sayangnya, bule Inggris berinisial AT malah menampar pipi kirinya dengan keras sebanyak satu kali.

“Saya sudah jelaskan sesuai dengan SOP. Tapi dia (pelaku) memang sudah emosi,” kata pemuda 28 tahun ini.

Diketahui, kronologi kejadian tersebut bermula saat paspor AT sudah overstay. 

Ardyansah pun mencoba menjelaskan bahwa AT  tidak bisa berangkat karena overstay melebihi 60 hari (161 hari) dan menyarankan agar yang bersangkutan melapor ke kantor Imigrasi.

Namun rupanya, atas penjelasan dan saran Ardyansyah, AT justru tidak terima dan mencoba merebut kembali paspornya dari petugas, hingga berujung aksi tampar sebanyak satu kali di pipi kiri Ardyansah. 

Baca Juga:  BNNP Bali Kembali Tangkap Tiga Tersangka Baru dan BB Sabu Sekilo Lebih

“Kami tidak melakukan dengan kekerasan kepada dia (AT). Justru dia mencoba melawan petugas saat kami memberikan penjelasan sesuai SOP dan menyarankan untuk melapor ke kantor Imigrasi,” tambah pria asal Bima, NTB yang sudah sembilan tahun menjadi petugas imigrasi tersebut. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/