alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Kapolres Geram, “Tantang” Bebotoh Tajen; Berhenti atau Kami Proses!

SINGARAJA-Maraknya gelaran judi tajen atau sabung ayam di wilayah hukum Polres Buleleng membuat kapolres geram.

Kapolres Buleleng pun meminta para kapolsek untuk tidak main-main dan memberi ruang bagi para pelaku judi tajen, terlebih membuat kerumunan dan tidak mengindahkan protokol kesehatan.

“Jadi saya minta para kapolsek dan jajarannya jangan main-main. Kemudian tidak memberikan ruang sedikit pun terhadap gelaran judi tajen di wilayah hukum kita. Karena kondisi pandemi Covid-19 di Buleleng sangat memprihatinkan saat ini,” tegas Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa apel konsolidasi penegakan Pergub Bali No. 46 tahun 2020 dan Perbup Buleleng No. 41 tahun 2020, Kamis (17/9).

Saat memberikan pengarahan, Kapolres Buleleng menyebut bahwa pihaknya beberapa kali telah berupaya melakukan pembubaran kegiatan judi tajen.

Baca Juga:  Dipecat saat Serma, Ini Rekam Jejak Disertir TNI di Dunia Kriminal...

Bahkan, langkah-langkah persuasif dari aparat kepolisian sudah diberikan kepada pihak penyelenggara. Mulai dari peringatan dan membuat surat pernyataan.

“Tapi kalau masih ada yang mau mengulang gelaran judi tajen. Terpaksa kami proses hukum.  Jangan sampai ketika kami proses hukum polisi disudutkan. Karena setiap proses hukum langkah persuasif sudah kami lakukan terlebih dahulu,” ujarnya.  

Diakui AKBP Sinar Subawa, sebelum Hari Raya Galungan ada dua lokasi laporan gelaran judi tajen yang mau coba-coba digelar masyarakat. Aparat yang turun ke lokasi langsung membubarkan.  

“Kami mengimbau masyarakat Buleleng yang masih hobi tajen agar berhenti sementara waktu. Khawatir judi tajen menjadi klaster baru. Mengingat beberapa kabupaten di Bali sudah ada penularan covid-19 pada kegiatan judi tajen,” pungkasnya. 

Baca Juga:  Ditarik Karcis Langsung Ngamuk dan Rusak Meja, Bule Rusia Dipolisikan


SINGARAJA-Maraknya gelaran judi tajen atau sabung ayam di wilayah hukum Polres Buleleng membuat kapolres geram.

Kapolres Buleleng pun meminta para kapolsek untuk tidak main-main dan memberi ruang bagi para pelaku judi tajen, terlebih membuat kerumunan dan tidak mengindahkan protokol kesehatan.

“Jadi saya minta para kapolsek dan jajarannya jangan main-main. Kemudian tidak memberikan ruang sedikit pun terhadap gelaran judi tajen di wilayah hukum kita. Karena kondisi pandemi Covid-19 di Buleleng sangat memprihatinkan saat ini,” tegas Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa apel konsolidasi penegakan Pergub Bali No. 46 tahun 2020 dan Perbup Buleleng No. 41 tahun 2020, Kamis (17/9).

Saat memberikan pengarahan, Kapolres Buleleng menyebut bahwa pihaknya beberapa kali telah berupaya melakukan pembubaran kegiatan judi tajen.

Baca Juga:  Pungut Uang Pengurusan Sertifikat Tanah, Aparat Desa Banyuseri Diciduk

Bahkan, langkah-langkah persuasif dari aparat kepolisian sudah diberikan kepada pihak penyelenggara. Mulai dari peringatan dan membuat surat pernyataan.

“Tapi kalau masih ada yang mau mengulang gelaran judi tajen. Terpaksa kami proses hukum.  Jangan sampai ketika kami proses hukum polisi disudutkan. Karena setiap proses hukum langkah persuasif sudah kami lakukan terlebih dahulu,” ujarnya.  

Diakui AKBP Sinar Subawa, sebelum Hari Raya Galungan ada dua lokasi laporan gelaran judi tajen yang mau coba-coba digelar masyarakat. Aparat yang turun ke lokasi langsung membubarkan.  

“Kami mengimbau masyarakat Buleleng yang masih hobi tajen agar berhenti sementara waktu. Khawatir judi tajen menjadi klaster baru. Mengingat beberapa kabupaten di Bali sudah ada penularan covid-19 pada kegiatan judi tajen,” pungkasnya. 

Baca Juga:  Antisipasi Bentrok Antar Napi, 25 WB Kerobokan Dibantar ke Karangasem

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/