alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Cuma Kenakan Celana Pendek Saat Sidang, Foto Zaenal Tayeb Jadi Sorotan

DENPASAR-Sidang perdana kasus dugaan menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam akta otentik dengan Terdakwa Zaenal Tayeb, 65, mulai digelar secara daring, Kamis (16/9) kemarin.

Sidang mengagendakan pembacaan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Imam Ramdhoni.

Selanjutnya, usai  surat dakwaan dibacakan, terdakwa Zaenal Tayeb yang didampingi Penasehat hukumnya Mila Tayeb dkk memohon ke Majelis Hakim yang diketuai I Wayan Yasa untuk mengajukan eksepsi (keberatan) atas dakwaan penuntut umum.

Meski terlihat biasa, namun ada yang menarik dari sidang dengan terdakwa mantan promotor tinju professional ini.

Menarik karena saat berlangsungnya sidang daring, Terdakwa Zaenal Tayeb di Mapolres Badung hanya mengenakan celana pendek dengan atasan baju berkrah putih.

Entah sengaja atau tidak, namun dengan kostum Zaenal yang hanya mengenakan celana pendek saat sidang daring, dari catatan dan pantauan radarbali.id, baru terjadi pertama kali di Bali bahkan di peradilan di seluruh Indonesia.

Apalagi yang menjadi sorotan, selain didampingi penasehat hukum yang semestinya memiliki peran untuk mengingatkan terdakwa untuk berpakaian sopan dan rapi saat persidangan (meskipun persidangan digelar secara daring) dan status terdakwa yang disandang Zaenal, keberadaan zaenal yang mengikuti sidang di kantor polisi juga menjadi tanda tanya.

Baca Juga:  Kembali Sasar 9 TKP, Melawan, Dor..Dor..Dor…Residivis Curat Tumbang

Tanda Tanya karena kostum yang dikenakan terdakwa selain tidak sopan juga melecehkan wibawa pengadilan Indonesia.

Dugaan pelecehan terhadap wibawa peradilan, itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2010 tentang Perubahan atas  Peraturan Nomor 27 tahun 1983 Tentang Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

“Memang PP itu ditujukan saat sidang langsung atau luar jaringan atau dalam ruang sidang di pengadilan. Tetapi konteks sidang daring ini kan tujuannya hanya untuk menghindari supaya tidak paparan Covid-19,”terang salah satu sumber kejaksaan saat dimintai pendapat tentang foto Zaenal Tayeb yang mengenakan celana pendek saat sidang daring.

Semestinya, imbuh sumber, terdakwa atau yang terlibat dalam persidangan (jaksa penuntut, majelis hakim, penasehat hukum), patuh dan tunduk terhadap PP tersebut.

“Kalau dalam sidang tatap muka di ruang sidang, pasti sudah langsung diusir dan sidang tidak mungkin akan dilanjutkan,”tambahnya lagi.

Baca Juga:  NGAWUR! Dibekuk, Pembunuh Aiptu (Purn) Suanda Nekat Bunuh Diri

Yang disayangkan lagi, lanjut sumber, selain tidak mendapat teguran dari aparat kepolisian setempat selaku penyedia ruang sidang, penasehat hukum terdakwa juga tidak mengingatkan.

“Ini yang saya persisnya tidak tahu. Apakah ada unsur pembiaran dari kepolisian? atau apakah tidak diberikan pengertian oleh penasehat hukum selaku pendamping terdakwa, termasuk juga mungkin jaksa yang semestinya ada di situ. Ini yang harus dipastikan dulu,”imbuhnya.

Untuk itu, dengan sudah berlangsungnya sidang, maka ia memastikan jika polisi, jaksa dan bahkan majelis hakim kecolongan.

Sementara itu, terkait hal ini, Kasi Humas Polres Badung Iptu Ketut Sudana membenarkan dengan adanya sidang online Zainal Tayeb di Ruangan Kanit IV Iptu Angung Satria.

 

Sedangkan disinggung soal mengenai apakah diperbolehkan terdakwa melakukan sidang online mengenakan celana pendek, perwira pertama dengan pangkat dua balok di pundak ini mengaku tidak boleh.

 

 “Sebenarnya nggak boleh. Tapi saya cek dulu lagi ya. Apakah pak Angung ada nggak kemarin di ruangan. Sabar ya,” pinta Iptu Sudana singkat.


DENPASAR-Sidang perdana kasus dugaan menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam akta otentik dengan Terdakwa Zaenal Tayeb, 65, mulai digelar secara daring, Kamis (16/9) kemarin.

Sidang mengagendakan pembacaan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Imam Ramdhoni.

Selanjutnya, usai  surat dakwaan dibacakan, terdakwa Zaenal Tayeb yang didampingi Penasehat hukumnya Mila Tayeb dkk memohon ke Majelis Hakim yang diketuai I Wayan Yasa untuk mengajukan eksepsi (keberatan) atas dakwaan penuntut umum.

Meski terlihat biasa, namun ada yang menarik dari sidang dengan terdakwa mantan promotor tinju professional ini.

Menarik karena saat berlangsungnya sidang daring, Terdakwa Zaenal Tayeb di Mapolres Badung hanya mengenakan celana pendek dengan atasan baju berkrah putih.

Entah sengaja atau tidak, namun dengan kostum Zaenal yang hanya mengenakan celana pendek saat sidang daring, dari catatan dan pantauan radarbali.id, baru terjadi pertama kali di Bali bahkan di peradilan di seluruh Indonesia.

Apalagi yang menjadi sorotan, selain didampingi penasehat hukum yang semestinya memiliki peran untuk mengingatkan terdakwa untuk berpakaian sopan dan rapi saat persidangan (meskipun persidangan digelar secara daring) dan status terdakwa yang disandang Zaenal, keberadaan zaenal yang mengikuti sidang di kantor polisi juga menjadi tanda tanya.

Baca Juga:  Didakwa Pasal Mati, Thailand Penyelundup Narkotika Masih Bisa Senyum..

Tanda Tanya karena kostum yang dikenakan terdakwa selain tidak sopan juga melecehkan wibawa pengadilan Indonesia.

Dugaan pelecehan terhadap wibawa peradilan, itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2010 tentang Perubahan atas  Peraturan Nomor 27 tahun 1983 Tentang Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

“Memang PP itu ditujukan saat sidang langsung atau luar jaringan atau dalam ruang sidang di pengadilan. Tetapi konteks sidang daring ini kan tujuannya hanya untuk menghindari supaya tidak paparan Covid-19,”terang salah satu sumber kejaksaan saat dimintai pendapat tentang foto Zaenal Tayeb yang mengenakan celana pendek saat sidang daring.

Semestinya, imbuh sumber, terdakwa atau yang terlibat dalam persidangan (jaksa penuntut, majelis hakim, penasehat hukum), patuh dan tunduk terhadap PP tersebut.

“Kalau dalam sidang tatap muka di ruang sidang, pasti sudah langsung diusir dan sidang tidak mungkin akan dilanjutkan,”tambahnya lagi.

Baca Juga:  NGERI! Mabuk Saat Nyepi, Tebas Kawan Sendiri, Begini Nasib Tersangka…

Yang disayangkan lagi, lanjut sumber, selain tidak mendapat teguran dari aparat kepolisian setempat selaku penyedia ruang sidang, penasehat hukum terdakwa juga tidak mengingatkan.

“Ini yang saya persisnya tidak tahu. Apakah ada unsur pembiaran dari kepolisian? atau apakah tidak diberikan pengertian oleh penasehat hukum selaku pendamping terdakwa, termasuk juga mungkin jaksa yang semestinya ada di situ. Ini yang harus dipastikan dulu,”imbuhnya.

Untuk itu, dengan sudah berlangsungnya sidang, maka ia memastikan jika polisi, jaksa dan bahkan majelis hakim kecolongan.

Sementara itu, terkait hal ini, Kasi Humas Polres Badung Iptu Ketut Sudana membenarkan dengan adanya sidang online Zainal Tayeb di Ruangan Kanit IV Iptu Angung Satria.

 

Sedangkan disinggung soal mengenai apakah diperbolehkan terdakwa melakukan sidang online mengenakan celana pendek, perwira pertama dengan pangkat dua balok di pundak ini mengaku tidak boleh.

 

 “Sebenarnya nggak boleh. Tapi saya cek dulu lagi ya. Apakah pak Angung ada nggak kemarin di ruangan. Sabar ya,” pinta Iptu Sudana singkat.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/