alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Kasus Pelajar Cabul Berakhir Damai, Korban Memaafkan

GIANYAR – Kasus pencabulan yang dilakukan pelajar SMK dengan korban perempuan usia 25 tahun berakhir damai. Pihak pelajar sudah minta maaf. Dan korban juga memaafkan.

Perdamaian itu dibenarkan Kapolsek Tegallalang, AKP Ketut Sudita. “Kasus itu sudah diselesaikan secara damai. Pihak yang laki (pelajar, Red) sudah mendatangi pihak perempuan,” ujar Kapolsek, Kamis (16/9).

 

Sudita mengatakan, pihak perempuan sebagai korban tidak memperpanjang masalah tersebut. “Kebetulan sudah memberikan maaf. Sehingga damai,” ucap Kapolsek.

 

Bahkan, pihak korban tidak menuntut secara hukum atas peristiwa yang dialami. Sedangkan, pihak pelaku berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Perdamaian tersebut juga tertuang dalam surat pernyataan damai tanggal 15 September 2021 di Ruang Reskrim Polsek Tegallalang.

Baca Juga:  Janggal, Saat Kritis, Mendiang Kadek Sepi Malah Dibawa ke Dukun

Dengan pernyataan damai itu, sekaligus pihak korban mencabut pengaduannya ke Polsek Tegallalang.”Pihak korban juga berterima kasih kepada pihak Kepolisian yang telah menangani laporan atau pengaduan dari pihak pengadu,” sambungnya.

 

Diberitakan sebelumnya, pada Selasa (14/9) lalu pukul 11.00, korban yang sedang mandi tiba-tiba didekati pelajar SMK. Pelajar itu sempat berusaha menggapai kemaluan korban. Saat kejadian situasi sepi.

 

Namun karena mendapat perlawanan dari korban, pelaku yang berusia 17 tahun itu sempat kabur ke semak-semak. Tak berselang lama, kerabat korban datang. Korban menceritakan kejadian itu. Akhirnya, kerabatnya menunggu pelaku keluar dari semak-semak. Akhirnya pelaku diamankan dan diserahkan ke bhabinkamtibmas, kemudian dikeler ke Polsek.

Baca Juga:  Sebelum Ditangkap, Oknum Sipir Sudah Terima DP Dari Napi Rp 500 Ribu

 

Pelaku merupakan siswa salah satu SMK di Tabanan. Terkait aksi itu, Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah Bali, menyoroti peran orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan.


GIANYAR – Kasus pencabulan yang dilakukan pelajar SMK dengan korban perempuan usia 25 tahun berakhir damai. Pihak pelajar sudah minta maaf. Dan korban juga memaafkan.

Perdamaian itu dibenarkan Kapolsek Tegallalang, AKP Ketut Sudita. “Kasus itu sudah diselesaikan secara damai. Pihak yang laki (pelajar, Red) sudah mendatangi pihak perempuan,” ujar Kapolsek, Kamis (16/9).

 

Sudita mengatakan, pihak perempuan sebagai korban tidak memperpanjang masalah tersebut. “Kebetulan sudah memberikan maaf. Sehingga damai,” ucap Kapolsek.

 

Bahkan, pihak korban tidak menuntut secara hukum atas peristiwa yang dialami. Sedangkan, pihak pelaku berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Perdamaian tersebut juga tertuang dalam surat pernyataan damai tanggal 15 September 2021 di Ruang Reskrim Polsek Tegallalang.

Baca Juga:  Setubuhi ABG di Kosan, Tepergok Ayah Korban, Ketut Murdika Ditangkap

Dengan pernyataan damai itu, sekaligus pihak korban mencabut pengaduannya ke Polsek Tegallalang.”Pihak korban juga berterima kasih kepada pihak Kepolisian yang telah menangani laporan atau pengaduan dari pihak pengadu,” sambungnya.

 

Diberitakan sebelumnya, pada Selasa (14/9) lalu pukul 11.00, korban yang sedang mandi tiba-tiba didekati pelajar SMK. Pelajar itu sempat berusaha menggapai kemaluan korban. Saat kejadian situasi sepi.

 

Namun karena mendapat perlawanan dari korban, pelaku yang berusia 17 tahun itu sempat kabur ke semak-semak. Tak berselang lama, kerabat korban datang. Korban menceritakan kejadian itu. Akhirnya, kerabatnya menunggu pelaku keluar dari semak-semak. Akhirnya pelaku diamankan dan diserahkan ke bhabinkamtibmas, kemudian dikeler ke Polsek.

Baca Juga:  Stres Istri Minta Cerai, Warga Banyupoh Ditemukan Tewas Bunuh Diri

 

Pelaku merupakan siswa salah satu SMK di Tabanan. Terkait aksi itu, Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah Bali, menyoroti peran orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/