Selasa, 30 Nov 2021
Radar Bali
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Dari Sidang Kacab Cantik Bank Mega Denpasar

Terdakwa Minta Keringanan Hukuman karena Punya Anak 7 Tahun

17 Oktober 2021, 20: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Terdakwa Minta Keringanan Hukuman karena Punya Anak 7 Tahun

Terdakwa Maidina Rizky Prasentari Putri alias Kiky (kanan) syok saat menjalani sidang pledoi secara virtual dari Lapas Perempuan Kerobokan belum lama ini. (Istimewa)

Share this      

Maidina Rizky Prasentari Putri alias Kiky, 35, terdakwa yang diduga membobol dana deposito milik nasabah Bank Mega Denpasar sebesar Rp 62 miliar terlihat syok setelah mendengar tuntutan jaksa belum lama ini. 

Terdakwa syok karena tuntutan jaksa sembilan tahun penjara dan denda Rp 15 miliar subsider enam bulan kurungan. Terdakwa melalui pengacaranya Charlie Yustus Usfunan mengatakan, tuntutan jaksa sangatlah berlebihan.

Terdakwa meminta keringanan hukuman lantaran sudah mengakui perbuatannya menikmati Rp 300 juta dan menyesalinya. Terdakwa juga merupakan tulang punggung keluarga. "Saat ini terdakwa memiliki anak berusia tujuh tahun yang sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibu," kata Charlie. 

Baca juga: Polisi Tiba di Arena, Bebotoh Lari Kocar-kacir

Sementara itu, JPU Ida Bagus Putu Swadharma Diputra dalam tuntutannya menilai Kiky terbukti bersalah membobol dana deposito milik nasabah sebesar Rp 62 miliar. 

Kiky yang menjabat sebagai Kepala Cabang (Kacab) Pembantu Bank Mega Denpasar di Jalan Gatot Subroto, Denpasar tidak sendiri saat membobol dana nasabah. Selain Kiky, ada terdakwa lain yang menjalani sidang terpisah. Yakni, Putu Eka Priyana, 31, dan I Gede Surya Pratama Putra, 30. 

Terdakwa Eka Priyana selaku staf bagian deposito di Bank Mega dituntut tujuh tahun penjara dan denda Rp 15 miliar subsider enam bulan kurungan. Terdakwa Surya Pratama dituntut pidana serupa dengan Eka Priyana.

JPU menjerat tiga terdakwa dengan Pasal 49 ayat (1) huruf a UU Nomor 10/1998 tentang Perbankan junct Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Selain itu, terdakwa juga dikenakan Pasal 3 juncto Pasal 10 UU Nomor 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). 

Dalam dakwaan JPU dijelaskan, ketiga terdakwa melakukan perbuatannya sejak 2014 sampai 2020.

Ketiganya didakwa memanipulasi data otentik berupa data nomor telepon milik nasabah di dalam sistem database Bank Mega.

Mereka juga memindahkan saldo rekening milik nasabah ke rekening penampung uang hasil kejahatan.

Selanjutnya, para terdakwa melakukan pemindahbukuan dana deposito nasabah.

Kasus ini terungkap ketika beberapa nasabah deposito Bank Mega akan mengambil deposito yang sudah jatuh tempo tapi tidak bisa. 

(rb/san/don/yor/JPR)




 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia