alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Eks Sekda Buleleng Dilimpahkan Disertai 192 Alat Bukti

DENPASAR– Setelah tiga pekan lebih menghuni hotel prodeo dalam rangka menjalani penyidikan, eks Sekda Buleleng Dewa Nyoman Puspaka dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU). Dalam melakukan pelimpahan ke JPU, jaksa penyidik menyertakan 192 alat bukti.

 

“Dari 192 bukti itu sebagian besar bentuknya dokumen,” ujar Kasi Penkum Kejati Bali, A Luga Harlianto, Selasa kemarin (16/11).

 

Alat bukti berupa dokumen itu menyangkut dugaan penerimaan uang atau gratifikasi terhadap tiga proyek. Puspaka diduga menerima uang kurang lebih Rp 16 miliar dari rencana pembangunan Bandara Bali Utara, pengurusan izin pembangunan Terminal Penerima LNG Celukan Bawang, dan penyewaan lahan tanah di Desa Yeh Sanih.

Baca Juga:  Tabrak Truk Parkir Sembarangan di Jalur Tengkorak, Warga Tabanan Tewas

 

Saat menjalani pelimpahan, pria 58 tahun itu memakai kemeja putih dibalut rompi oranye. Puspaka tampak tenang selama proses pelimpahan. Dengan pelimpahan tersebut, kini tanggung jawab terhadap Puspaka beralih kepada JPU. “Ketua Tim JPU yaitu Agus Purnomo selaku asisten bidang pidana khusus (Aspidsus) Kejati Bali,” imbuhnya.

 

Puspaka dijerat Pasal 11 atau Pasal 12 huruf e, atau huruf a, atau huruf b, atau huruf g, UU Tipikor. Sementara terkait gratifikasi, Puspaka dijerat Pasal 3, 4, dan 5 UU Nomor 8/2010 tentang TPPU.

 

Menurut Luga, JPU telah melakukan penelitian terhadap tersangka dan barang bukti. Setelah dinyatakan lengkap, JPU kembali membawa Puspaka ke Lapas Kelas IIA Kerobokan. “Untuk masa penahanan JPU terhitung sejak 15 November 2021 hingga 20 hari ke depan,” kata mantan Kacabjari Nusa Penida, Klungkung, itu.

Baca Juga:  Cabuli Korban Pukul 01.00 di Sungai, Oknum Sulinggih Terancam 9 Tahun

 

Sebelumnya pada saat tahap penyidikan, Puspaka juga ditahan sejak 18 Oktober 2021.



DENPASAR– Setelah tiga pekan lebih menghuni hotel prodeo dalam rangka menjalani penyidikan, eks Sekda Buleleng Dewa Nyoman Puspaka dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU). Dalam melakukan pelimpahan ke JPU, jaksa penyidik menyertakan 192 alat bukti.

 

“Dari 192 bukti itu sebagian besar bentuknya dokumen,” ujar Kasi Penkum Kejati Bali, A Luga Harlianto, Selasa kemarin (16/11).

 

Alat bukti berupa dokumen itu menyangkut dugaan penerimaan uang atau gratifikasi terhadap tiga proyek. Puspaka diduga menerima uang kurang lebih Rp 16 miliar dari rencana pembangunan Bandara Bali Utara, pengurusan izin pembangunan Terminal Penerima LNG Celukan Bawang, dan penyewaan lahan tanah di Desa Yeh Sanih.

Baca Juga:  Miris, Perempuan Muda Ini Dipastikan Akan Lahirkan Bayi di Penjara

 

Saat menjalani pelimpahan, pria 58 tahun itu memakai kemeja putih dibalut rompi oranye. Puspaka tampak tenang selama proses pelimpahan. Dengan pelimpahan tersebut, kini tanggung jawab terhadap Puspaka beralih kepada JPU. “Ketua Tim JPU yaitu Agus Purnomo selaku asisten bidang pidana khusus (Aspidsus) Kejati Bali,” imbuhnya.

 

Puspaka dijerat Pasal 11 atau Pasal 12 huruf e, atau huruf a, atau huruf b, atau huruf g, UU Tipikor. Sementara terkait gratifikasi, Puspaka dijerat Pasal 3, 4, dan 5 UU Nomor 8/2010 tentang TPPU.

 

Menurut Luga, JPU telah melakukan penelitian terhadap tersangka dan barang bukti. Setelah dinyatakan lengkap, JPU kembali membawa Puspaka ke Lapas Kelas IIA Kerobokan. “Untuk masa penahanan JPU terhitung sejak 15 November 2021 hingga 20 hari ke depan,” kata mantan Kacabjari Nusa Penida, Klungkung, itu.

Baca Juga:  Ketua LPD Sangeh Tersangka, Penyidik Kejati Bali Panggil Ulang Saksi

 

Sebelumnya pada saat tahap penyidikan, Puspaka juga ditahan sejak 18 Oktober 2021.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/