Selasa, 07 Dec 2021
Radar Bali
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Isap Ganja, Tiga Pemuda Penebel Tabanan Diringkus Polisi

17 November 2021, 21: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Isap Ganja, Tiga Pemuda Penebel Tabanan Diringkus Polisi

Tiga pelaku narkoba jenis ganja yang ditangkap Satnarkoba Polres Tabanan. diantaranya I Gede Ari Setiawan alias Ari, Nengah Diksa Prabawa alias Diksa dan I Putu Krisna Mukti alias Rere. (Juliadi)

Share this      

TABANAN– Tim Operasional Satuan Reserse Narkoba Polres Tabanan berhasil menangkap tiga orang pengguna narkoba jenis ganja.

Mereka adalah I Gede Ari Setiawan alias Ari, 34, Nengah Diksa Prabawa alias Diksa, 22 dan I Putu Krisna Mukti alias Rere, 34 yang sebagian besar mereka berasal dari Desa Wangaya Gede, Penebel Tabanan.

Kasat Narkoba Polres Tabanan AKP I Gede Sudiarna, menjelaskan penangkapan ketiga pelaku narkoba jenis ganja dilakukan pada Selasa lalu (2/11) berbekal dari informasi masyarakat dan hasil penyelidikan.  

Baca juga: Tersinggung Ucapan, Pembunuh Janda di Kubutambahan Dituntut 13 Tahun

Penangkapan pertama dilakukan terhadap pelaku Gede Ari Setiawan alias Ari Selasa sekitar pukul 15.00 WITA.

Ari dibekuk di rumahnya di Banjar Dinas Wongaya Bendul, Desa Wongaya Gede, Penebel. Saat dilakukan penggeledahan polisi menemukan 1 buah plastik klip di dalamnya berisikan daun dan biji yang diduga ganja didalam tas kresek warna bening yang tersimpan didalam saku celana panjang jeans. Ganja tersebut seberat 0,84 gram bruto

“Saat kami tanya Ari mengaku barang haram tersebut jenis ganja memang miliknya yang dibeli dengan cara patungan bersama I Nengah Diksa Prabawa alias Diksa. Dengan harga Rp 150 ribu,” kata AKP Gede Sudiarna, Rabu (17/11).

Usai dilakukan penangkapan terhadap Ari selang beberapa jam menit kemudian sekitar pukul 17.50 WITA. Pihaknya selanjutnya berhasil meringkus tersangka Diksa.

Pelaku Diksa pihaknya tangkap di rumahnya di daerah di Banjar Dinas Wongaya Kaja, Desa Wongaya Gede.

Diksa tak berkutik ketika dibekuk dan mengakui bahwa barang ganja yang berada Ari adalah miliknya juga.

Di sisi lain polisi yang melalukan penggeledahan terhadap lemari pakaian milik Diksa justru menemukan kembali sebuah ganja seberat 1,20 gram bruto yang tersimpan didalam tas kresek warna bening.

Tak sampai disitu polisi juga  berhasil menemukan kembali barang haram ganja yang sudah dalam kondisi lintingan daun kering siap pakai seberat 0,56 gram bruto.

Diksa mengaku barang haram tersebut ia dapat dengan cara membeli seharga Rp 300 ribu dari pelaku I Putu Krisna Mukti alias Rere.

“Nah kami yang memburu pelaku Rere berhasil membekuknya di rumahnya dan mengakui bahwa barang haram tersebut yang berada di tersangka Diksa hasil penjualann miliknya. Rere kami tangkap sekitar pukul 19.30 WITA,” jelas AKP Gede Sudiarna. 

Tiga pelaku ini sebagian besar pemakai yang usia masih produktif. Atas perbuatannya polisi menjerat ketiga pelaku dengan pasal 111 ayat (1) dan 114 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman paling sikat 4 tahun penjara dan paling lama 12 tahun penjara.

AKP Gede Sudiarna menambahkan peredaran narkoba kini sudah tak lagi di lokasi perkotaan. Melainkan kini sudah menyasar desa-desa di Tabanan dan menyasar para pemuda di desa. Sehingga para orang tua di Tabanan wajib mewaspadai hal ini dan memantau anak-anaknya. Terutama di daerah pedesaan Penebel mulai terjadi peredaran narkoba.

“Kita himbau orang tua tolong diawasi putra putri supaya tidak terjerat barang haram narkoba apaoun jenis. Jjangan sekali-kali mencoba mencicipi narkotika. Lebih baik benar-benar dengan kegiatan positif seperti berkesenian, menari dan kegiatan lainnya di desa,” tandasnya. 

(rb/jul/pra/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia