alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Kakak Tersangka Bantah Undang, Kuasa Hukum Korban: Silahkan Membantah!

ADA yang menarik dari kasus pengeroyokan terhadap wartawan Jawa Pos Radar Bali, Andre Sulla. Sebab, di lokasi kejadian ada polisi aktif dan juga purnawirawan polisi. Bahkan yang menyelenggarakan acara di Monjali Kafe itu adalah Band Gula Lempang yang personelnya adalah anggota Polri aktif dan termasuk dua tersangka pengeroyokan, yakni Boy dan Beny Toelle.

 

Terkait pemberitaan di media, pengelola kafe Monjali, Onny Toelle yang tak lain adalah kakak kandung dari tersangka Boy dan Beny mengaku tak pernah mengundang Andre untuk meliput.

 

Pun Onny mempermasalahkan tidak adanya konfirmasi terkait pemberitaaan yang muncul di media. Padahal, setelah kejadian pengeroyokan pada Kamis malam itu, wartawan media ini sempat menghubungi Onny untuk meminta konfirmasi terkait aksi barbar yang melibatkan dua adiknya di kafe tersebut. Namun, Onny ogah memberikan keterangan dengan alasan masih sibuk dan akan menghubungi kembali.

 

Sementara itu, Feri Supriadi selaku pengacara Andre saat dikonfirmasi terpisah mengatakan bahwa, klarifikasi dari pihak Onny selaku pengelola kafe Monjali merupakan hak dari Onny dan juga sebagai kakak kandung dari dua pelaku. “Yang pasti, klien saya sebelumnya diundang bersama rekannya berinisial JM bertemu dengan Onny Toelle pengelola Kafe Monjali, Jalan Mahendradatta No.107, Padangsambian, Kecamatan Denpasar Barat,” katanya.

 

Dalam pertemuan itu, Onny secara lisan dan terbuka mengundang Andre dan saksi JM menghadiri acara live musik yang digelar oleh Gula Lempeng Band yang digawangi musisi dan anggota Polri aktif. Dalam event tersebut dihadiri oleh para musisi senior yang ada di Bali.

 

“Menurut klien saya, saat diskusi itu Andre dan temannya diundang, datang dan kalau bisa live musik itu dimediakan. Silahkan membantah sebab ada saksi yakni JM,” bebernya.

 

Selain itu, ada saksi juga pada Sabtu (13/11/2021) sore saat Andre dalam perjalan ke RS untuk Visum, Onny sempat video call, menyatakan bahwa dia mengundang korban untuk datang meliput acara tersebut.  Onny juga menyatakan, tidak menyangka akan ada kejadian pengeroyokan. “Penyampaian ini adalah saksi 3 orang. JM, AP dan Ar,” tandasnya.



ADA yang menarik dari kasus pengeroyokan terhadap wartawan Jawa Pos Radar Bali, Andre Sulla. Sebab, di lokasi kejadian ada polisi aktif dan juga purnawirawan polisi. Bahkan yang menyelenggarakan acara di Monjali Kafe itu adalah Band Gula Lempang yang personelnya adalah anggota Polri aktif dan termasuk dua tersangka pengeroyokan, yakni Boy dan Beny Toelle.

 

Terkait pemberitaan di media, pengelola kafe Monjali, Onny Toelle yang tak lain adalah kakak kandung dari tersangka Boy dan Beny mengaku tak pernah mengundang Andre untuk meliput.

 

Pun Onny mempermasalahkan tidak adanya konfirmasi terkait pemberitaaan yang muncul di media. Padahal, setelah kejadian pengeroyokan pada Kamis malam itu, wartawan media ini sempat menghubungi Onny untuk meminta konfirmasi terkait aksi barbar yang melibatkan dua adiknya di kafe tersebut. Namun, Onny ogah memberikan keterangan dengan alasan masih sibuk dan akan menghubungi kembali.

 

Sementara itu, Feri Supriadi selaku pengacara Andre saat dikonfirmasi terpisah mengatakan bahwa, klarifikasi dari pihak Onny selaku pengelola kafe Monjali merupakan hak dari Onny dan juga sebagai kakak kandung dari dua pelaku. “Yang pasti, klien saya sebelumnya diundang bersama rekannya berinisial JM bertemu dengan Onny Toelle pengelola Kafe Monjali, Jalan Mahendradatta No.107, Padangsambian, Kecamatan Denpasar Barat,” katanya.

 

Dalam pertemuan itu, Onny secara lisan dan terbuka mengundang Andre dan saksi JM menghadiri acara live musik yang digelar oleh Gula Lempeng Band yang digawangi musisi dan anggota Polri aktif. Dalam event tersebut dihadiri oleh para musisi senior yang ada di Bali.

 

“Menurut klien saya, saat diskusi itu Andre dan temannya diundang, datang dan kalau bisa live musik itu dimediakan. Silahkan membantah sebab ada saksi yakni JM,” bebernya.

 

Selain itu, ada saksi juga pada Sabtu (13/11/2021) sore saat Andre dalam perjalan ke RS untuk Visum, Onny sempat video call, menyatakan bahwa dia mengundang korban untuk datang meliput acara tersebut.  Onny juga menyatakan, tidak menyangka akan ada kejadian pengeroyokan. “Penyampaian ini adalah saksi 3 orang. JM, AP dan Ar,” tandasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/