alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Ingin Rayakan Galungan di Rumah, Ismaya Cs Minta Penangguhan Penahanan

DENPASAR-Tiga tedakwa kasus dugaan melawan tugas aparat pemerintah, Senin (17/12) menjalani sidang tuntutan di PN Denpasar.

Tiga terdakwa, yakni Ketut Putra Ismaya Jaya alias Keris, 40, dan dua rekannya, Ketut Sutama, 59, dan I Gusti Ngurah I Gusti Ngurah Edrajaya alias Gung Wah,28, sudah dituntut dengan hukuman pidana selama 7 bulan penjara dikurangi masa selama para terdakwa berada dalam tahanan.

Tuntutan bagi ketiga terdakwa, karena Jaksa Penuntut Umum (JPU)  I Made Lovi Pusnawan, menilai para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan kesatu penuntut umum Pasal 214 ayat (1) KUHP juncto Pasal 211 KUHP.

Atas tuntutan jaksa penuntut, Ismaya Cs  dan kuasa hukumnya langsung mengajukan pledoi yang intinya memohon keringanan hukuman.

Baca Juga:  Salahgunakan Visa dengan Jadi Instruktur Diving, WN Ceko Dideportasi

Bahkan tak hanya keringanan, Keris-sapaan Ketut Putra Ismaya Jaya dan tim kuasa hukumnya yang terlihat menggunakan udeng warna merah dengan logo burung Garuda itu juga mengajukan permohonan lain.

Apa itu? Pada sidang dengan Ketua Majelis Hakim Bambang Eka Putra, ketiga terdakwa melalui kuasa hukumnya Agus Samijaya juga memohon agar pada saat hari raya Galungan diberikan penangguhan penahanan.

Permohonan penangguhan penahanan bagi Keris Cs, kata Agus, karena para terdakwa ingin merayakan hari raya Galungan, Rabu (26/12) ini dengan keluarga.

Terhadap permintaan tersebut, Ketua Majelis Hakim Bambang Eka Putra, menyatakan akan melakukan musyawarah terlebih dahulu.

“Namun, jika para terdakwa ingin merayakan galungan, dipersilahkan untuk meminta izin.
Izin nanti kami pertimbangkan.

Baca Juga:  Sudah Keluar Duit, Ditangkap Polisi Usai Nyabu Lalu Ditinggal Pacar

Kalau diberikan izin untuk sembahyang, tentu juga dengan pengawalan nantinya,” pungkasnya.

Selanjutnya, dengan usainya sidang, Majelis Hakim akan kembali  menjadwalkan sidang putusan bagi Ismaya Cs pada tanggal 28 Desember 2018.



DENPASAR-Tiga tedakwa kasus dugaan melawan tugas aparat pemerintah, Senin (17/12) menjalani sidang tuntutan di PN Denpasar.

Tiga terdakwa, yakni Ketut Putra Ismaya Jaya alias Keris, 40, dan dua rekannya, Ketut Sutama, 59, dan I Gusti Ngurah I Gusti Ngurah Edrajaya alias Gung Wah,28, sudah dituntut dengan hukuman pidana selama 7 bulan penjara dikurangi masa selama para terdakwa berada dalam tahanan.

Tuntutan bagi ketiga terdakwa, karena Jaksa Penuntut Umum (JPU)  I Made Lovi Pusnawan, menilai para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan kesatu penuntut umum Pasal 214 ayat (1) KUHP juncto Pasal 211 KUHP.

Atas tuntutan jaksa penuntut, Ismaya Cs  dan kuasa hukumnya langsung mengajukan pledoi yang intinya memohon keringanan hukuman.

Baca Juga:  Selundupkan Tengkorak Satwa 4 Tahun, Bule Belanda Dituntut 3 Tahun

Bahkan tak hanya keringanan, Keris-sapaan Ketut Putra Ismaya Jaya dan tim kuasa hukumnya yang terlihat menggunakan udeng warna merah dengan logo burung Garuda itu juga mengajukan permohonan lain.

Apa itu? Pada sidang dengan Ketua Majelis Hakim Bambang Eka Putra, ketiga terdakwa melalui kuasa hukumnya Agus Samijaya juga memohon agar pada saat hari raya Galungan diberikan penangguhan penahanan.

Permohonan penangguhan penahanan bagi Keris Cs, kata Agus, karena para terdakwa ingin merayakan hari raya Galungan, Rabu (26/12) ini dengan keluarga.

Terhadap permintaan tersebut, Ketua Majelis Hakim Bambang Eka Putra, menyatakan akan melakukan musyawarah terlebih dahulu.

“Namun, jika para terdakwa ingin merayakan galungan, dipersilahkan untuk meminta izin.
Izin nanti kami pertimbangkan.

Baca Juga:  Tak Punya Uang, Curi Alat Penguat Sinyal, Masuk Bui

Kalau diberikan izin untuk sembahyang, tentu juga dengan pengawalan nantinya,” pungkasnya.

Selanjutnya, dengan usainya sidang, Majelis Hakim akan kembali  menjadwalkan sidang putusan bagi Ismaya Cs pada tanggal 28 Desember 2018.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/