alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Terciduk! Curangi Pembeli Pertamax, SPBU Teras Ayung Dipolisikan

DENPASAR-Diduga melakukan kecurangan, SPBU 54.80111 Teras Ayung di Jalan Gatot Subroto Timur, Kesiman, Petilan, Dentim, Senin (7/12) dipolisikan.

 

Dugaan kecurangan terungkap setelah salah seorang konsumen SPBU berinisial JA curiga dengan volume BBM yang tak sesuai dengan takaran tangki.

 

Menurutnya, dengan kapasitas tangki BBM mobil miliknya yang biasanya sudah terisi penuh atau full dengan 65 liter jenis Pertamax, saat menggisi bahan bakar di SPBU Teras Ayung, ia harus mengeluarkan uang lebih karena tangki baru terisi  penuh setelah 72 liter Pertamax.  

 

“Biasanya tangki saya full hanya sampi 65 liter. Ini kok bisa diisi sampai 72 liter. Akhirnya saya curiga,” kata JA.

 

Selanjutnya, atas kejadian yang menimpanya, JA yang merasa tertipu sempat complain dan  meminta pertanggungjawaban pihak operator SPBU.

 

Baca Juga:  Ciduk Dua Manajer SPBU "Nakal", Ini Modus yang Diungkap Ditjen PKTN

Saat complain, kata JA, petugas operator SPBU sempat membantah melakukan kecurangan.

 

Tak puas dengan jawaban operator, JA kemudian meminta petugas tersebut mengecek mesin pengisian.

 

Saat melakukan pengecekan, selain dirinya, pengecekan juga disaksikan langsung oleh petugas kepolisian berpakaian preman.

 

Hasilnya? Cukup mengejutkan. JA dan polisi menyaksikan kecurangan yang dilakukan operator SPBU.

 

Adapun kata JA, modus yang dilakukan di SPBU itu adalah dengan cara menurunkan tera pada nozzle BBM jenis Pertamax.

 

Bahkan tidak tanggung-tanggung, setelah diukur ternyata volume BBM diturunkan sekitar 8 liter.

 

“Mereka ini (pihak SPBU) membuat kecurangan besar. Bayangkan saja berapa banyak konsumen yang dirugikan setiap harinya,” ujar JA.

 

Atas kejadian yabg menimpa dirinya itu, JA sendiri menyerahkan sepenuhnya masalah ini ke pihak kepolisian.

 

Sementara itu, petugas SPBU, Nengah Darmayasa tetap bersikukuh dan berdalih bahwa kesalahan itu tidak disengaja. Menurutnya, adanya selisih pengisian itu terjadi karena kerusakan mesin.

Baca Juga:  Pertamini Menjamur, Minim Regulasi, Dinas Perdagangan Angkat Tangan

 

Bahkan untuk meyakinkan bahwa pihak SPBU tidak melakukan kecurangan, Darmayasa mengatakan, jika pihaknya secara rutin memeriksa mesin pengisian BBM, hingga dua kali dalam semingg.

 

“Ini namanya mesin, kan biasanya naik turun. Apakah mesinya memang rusak. Kalau memang turun memang mesinnya bermasalah. Tadi pagi saya cek. Saya sudah telpon yang punya esimeter bahwa ini goyang,” kilah Darmayasa.

 

Sementara itu, atas dugaan kecurangan yang dilakukan pihak SPBU Teras Ayung, Kapolsek Denpasar Timur, AKP I Nyoman Karang Adiputra membenarkan adanya kejadian ini.

 

Hanya saja, Karang masih enggan berkomentar banyak dengan alasan masih melakukan penyelidikan. “Ya masih kami selidiki,” tukas Karang singkat.



DENPASAR-Diduga melakukan kecurangan, SPBU 54.80111 Teras Ayung di Jalan Gatot Subroto Timur, Kesiman, Petilan, Dentim, Senin (7/12) dipolisikan.

 

Dugaan kecurangan terungkap setelah salah seorang konsumen SPBU berinisial JA curiga dengan volume BBM yang tak sesuai dengan takaran tangki.

 

Menurutnya, dengan kapasitas tangki BBM mobil miliknya yang biasanya sudah terisi penuh atau full dengan 65 liter jenis Pertamax, saat menggisi bahan bakar di SPBU Teras Ayung, ia harus mengeluarkan uang lebih karena tangki baru terisi  penuh setelah 72 liter Pertamax.  

 

“Biasanya tangki saya full hanya sampi 65 liter. Ini kok bisa diisi sampai 72 liter. Akhirnya saya curiga,” kata JA.

 

Selanjutnya, atas kejadian yang menimpanya, JA yang merasa tertipu sempat complain dan  meminta pertanggungjawaban pihak operator SPBU.

 

Baca Juga:  Solar Langka di Bali, Puluhan Kendaraan Antre Mengular Berjam-Jam

Saat complain, kata JA, petugas operator SPBU sempat membantah melakukan kecurangan.

 

Tak puas dengan jawaban operator, JA kemudian meminta petugas tersebut mengecek mesin pengisian.

 

Saat melakukan pengecekan, selain dirinya, pengecekan juga disaksikan langsung oleh petugas kepolisian berpakaian preman.

 

Hasilnya? Cukup mengejutkan. JA dan polisi menyaksikan kecurangan yang dilakukan operator SPBU.

 

Adapun kata JA, modus yang dilakukan di SPBU itu adalah dengan cara menurunkan tera pada nozzle BBM jenis Pertamax.

 

Bahkan tidak tanggung-tanggung, setelah diukur ternyata volume BBM diturunkan sekitar 8 liter.

 

“Mereka ini (pihak SPBU) membuat kecurangan besar. Bayangkan saja berapa banyak konsumen yang dirugikan setiap harinya,” ujar JA.

 

Atas kejadian yabg menimpa dirinya itu, JA sendiri menyerahkan sepenuhnya masalah ini ke pihak kepolisian.

 

Sementara itu, petugas SPBU, Nengah Darmayasa tetap bersikukuh dan berdalih bahwa kesalahan itu tidak disengaja. Menurutnya, adanya selisih pengisian itu terjadi karena kerusakan mesin.

Baca Juga:  Heboh Aksi Threesome Pelajar SMK, Koster Minta Guru Jadi Teladan

 

Bahkan untuk meyakinkan bahwa pihak SPBU tidak melakukan kecurangan, Darmayasa mengatakan, jika pihaknya secara rutin memeriksa mesin pengisian BBM, hingga dua kali dalam semingg.

 

“Ini namanya mesin, kan biasanya naik turun. Apakah mesinya memang rusak. Kalau memang turun memang mesinnya bermasalah. Tadi pagi saya cek. Saya sudah telpon yang punya esimeter bahwa ini goyang,” kilah Darmayasa.

 

Sementara itu, atas dugaan kecurangan yang dilakukan pihak SPBU Teras Ayung, Kapolsek Denpasar Timur, AKP I Nyoman Karang Adiputra membenarkan adanya kejadian ini.

 

Hanya saja, Karang masih enggan berkomentar banyak dengan alasan masih melakukan penyelidikan. “Ya masih kami selidiki,” tukas Karang singkat.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/