alexametrics
28.7 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Bos BPR Legian Divonis Bebas, Jaksa Tegas Langsung Nyatakan Kasasi

DENPASAR-Keputusan mengejutkan diambil majelis hakim yang diketuai Angeliky Handajani Day, dengan anggota Esthar Oktavi dan Kony Hartanto.

 

Mereka memvonis bebas bos BPR Legian, Titian Wilaras, 55. 

 

Titian yang sebelumnya dituntut 12 tahun penjara oleh JPU Kejari Denpasar itu dinyatakan tidak bersalah melanggar Pasal 50A UU Nomor 7/1992 tentang Perbankkan.

 

Selain memvonis bebas, Hakim Angeliky dkk juga membebaskan Titian dari tuntutan pidana denda Rp 10 miliar subsider enam bulan kurungan.

 

 

Menanggapi vonis majelis hakim, JPU Ida Bagus Putu Swadharma Diputra langsung menyatakan kasasi. 

 

Sejak awal kasus ini dibawa ke meja hijau, Titian terkesan mendapat perlakuan istimewa. Pria kelahiran 13 Mei 1965 itu tidak perlu meringkuk di penjara karena mendapat pengalihan penahanan menjadi tahanan kota.

 

Sidang Titian juga berlangsung cukup panjang, dari Mei hingga Desember.

 

Sementara itu, JPU menilai terdakwa terbukti menggunakan dana milik PT. BPR Legian untuk kepentingan pribadinya, dengan transaksi sekitar Rp 23,1 miliar.

 

Salah satu pertimbangan JPU mengajukan tuntutan berat lantaran terdakwa tidak berterus terang mengenai tindak pidana yang dilakukannya. Hingga terkahir persidangan terdakwa masih bersikukuh tak bersalah.

 

Sementara hal meringankan, terdakwa bersikap sopan di persidangan dan tulang punggung keluarga.

 

Selain itu, terdakwa telah mengembalikan penggunaan dana yang digunakan sebesar Rp 13.146.291.411.



DENPASAR-Keputusan mengejutkan diambil majelis hakim yang diketuai Angeliky Handajani Day, dengan anggota Esthar Oktavi dan Kony Hartanto.

 

Mereka memvonis bebas bos BPR Legian, Titian Wilaras, 55. 

 

Titian yang sebelumnya dituntut 12 tahun penjara oleh JPU Kejari Denpasar itu dinyatakan tidak bersalah melanggar Pasal 50A UU Nomor 7/1992 tentang Perbankkan.

 

Selain memvonis bebas, Hakim Angeliky dkk juga membebaskan Titian dari tuntutan pidana denda Rp 10 miliar subsider enam bulan kurungan.

 

 

Menanggapi vonis majelis hakim, JPU Ida Bagus Putu Swadharma Diputra langsung menyatakan kasasi. 

 

Sejak awal kasus ini dibawa ke meja hijau, Titian terkesan mendapat perlakuan istimewa. Pria kelahiran 13 Mei 1965 itu tidak perlu meringkuk di penjara karena mendapat pengalihan penahanan menjadi tahanan kota.

 

Sidang Titian juga berlangsung cukup panjang, dari Mei hingga Desember.

 

Sementara itu, JPU menilai terdakwa terbukti menggunakan dana milik PT. BPR Legian untuk kepentingan pribadinya, dengan transaksi sekitar Rp 23,1 miliar.

 

Salah satu pertimbangan JPU mengajukan tuntutan berat lantaran terdakwa tidak berterus terang mengenai tindak pidana yang dilakukannya. Hingga terkahir persidangan terdakwa masih bersikukuh tak bersalah.

 

Sementara hal meringankan, terdakwa bersikap sopan di persidangan dan tulang punggung keluarga.

 

Selain itu, terdakwa telah mengembalikan penggunaan dana yang digunakan sebesar Rp 13.146.291.411.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/