alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

[HOT NEWS] Hakim PN Denpasar Bebaskan Bos BPR Legian

DENPASAR-Keputusan mengejutkan diambil majelis hakim yang diketuai Angeliky Handajani Day, dengan anggota Esthar Oktavi dan Kony Hartanto.

 

Mereka memvonis bebas bos BPR Legian, Titian Wilaras, 55. 

 

Titian yang sebelumnya dituntut 12 tahun penjara oleh JPU Kejari Denpasar itu dinyatakan tidak bersalah melanggar Pasal 50A UU Nomor 7/1992 tentang Perbankkan.

 

Selain memvonis bebas, Hakim Angeliky dkk juga membebaskan Titian dari tuntutan pidana denda Rp 10 miliar subsider enam bulan kurungan.

 

Hakim menyatakan semua unsur yang didakwakan JPU, seperti unsur menyuruh komisaris dan dewan direksi mencairkan uang untuk kepentingan pribadi tidak terbukti.

 

Sebaliknya, hakim mengabulkan seluruh isi pleidoi tertulis yang diajukan terdakwa dan pengacaranya.

 

“Menyatakan terdakwa Titian Wilaras tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Perbankkan,” ujar hakim Angeliky.

 

Hakim yang akrab disapa Kiki itu membebaskan terdakwa dari segala tuntutan JPU.

 

“Memerintahkan barang bukti yang disita dikembalikan pada terdakwa,” tukas hakim Kiki.

 

Sontak, putusan itu langsung disambut haru oleh Titian. Pria asal Medan itu berkali-kali mengusap wajahnya dan berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh. 

 

Wajah Titian yang awalnya pucat pasi dan tegang di awal sidang pun seketika berubah menjadi semringah. Senyumnya lebar. Ia mengatupkan kedua tangannya ke arah hakim sebagai isyarat berterimakasih.

 

Setelah hakim membacakan putusan, Titian langsung memeluk pengacaranya. Saking senangnya, Titian memukul-mukul pundak pengacaranya. 

 

Diwawancarai usai sidang, suara Titian terdengar gemetar. “Saya bersyukur, Tuhan benar-benar memperhatikan saya, saya (bersyukur) dari hati nurani,” ujar pria bergelar Sarjana Teknik itu.

 

Menurutnya putusan ini membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah. Ditanya rencana ke depan, Titian akan membuat bansos untuk masyarakat yang terkena Covid-19. “Saya akan buat bansos untuk masyarakat yang terdampak Covid-19,” tuturnya masih dengan suara gemetar.

 

Dikejar tentang barang bukti yang harus dikembalikan, Titian enggan menanggapi. Dirinya akan memikirkan itu nanti. Sebagian barang bukti itu adalah mobil Jeep mewah merek Land Rover warna putih dan pistol.

 

 “Saya merasa (terdiam sebentar, lalu tarik napas) lega. Sudah setahun (menjalani proses penyidikan hingga sidang),” pungkasnya.



DENPASAR-Keputusan mengejutkan diambil majelis hakim yang diketuai Angeliky Handajani Day, dengan anggota Esthar Oktavi dan Kony Hartanto.

 

Mereka memvonis bebas bos BPR Legian, Titian Wilaras, 55. 

 

Titian yang sebelumnya dituntut 12 tahun penjara oleh JPU Kejari Denpasar itu dinyatakan tidak bersalah melanggar Pasal 50A UU Nomor 7/1992 tentang Perbankkan.

 

Selain memvonis bebas, Hakim Angeliky dkk juga membebaskan Titian dari tuntutan pidana denda Rp 10 miliar subsider enam bulan kurungan.

 

Hakim menyatakan semua unsur yang didakwakan JPU, seperti unsur menyuruh komisaris dan dewan direksi mencairkan uang untuk kepentingan pribadi tidak terbukti.

 

Sebaliknya, hakim mengabulkan seluruh isi pleidoi tertulis yang diajukan terdakwa dan pengacaranya.

 

“Menyatakan terdakwa Titian Wilaras tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Perbankkan,” ujar hakim Angeliky.

 

Hakim yang akrab disapa Kiki itu membebaskan terdakwa dari segala tuntutan JPU.

 

“Memerintahkan barang bukti yang disita dikembalikan pada terdakwa,” tukas hakim Kiki.

 

Sontak, putusan itu langsung disambut haru oleh Titian. Pria asal Medan itu berkali-kali mengusap wajahnya dan berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh. 

 

Wajah Titian yang awalnya pucat pasi dan tegang di awal sidang pun seketika berubah menjadi semringah. Senyumnya lebar. Ia mengatupkan kedua tangannya ke arah hakim sebagai isyarat berterimakasih.

 

Setelah hakim membacakan putusan, Titian langsung memeluk pengacaranya. Saking senangnya, Titian memukul-mukul pundak pengacaranya. 

 

Diwawancarai usai sidang, suara Titian terdengar gemetar. “Saya bersyukur, Tuhan benar-benar memperhatikan saya, saya (bersyukur) dari hati nurani,” ujar pria bergelar Sarjana Teknik itu.

 

Menurutnya putusan ini membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah. Ditanya rencana ke depan, Titian akan membuat bansos untuk masyarakat yang terkena Covid-19. “Saya akan buat bansos untuk masyarakat yang terdampak Covid-19,” tuturnya masih dengan suara gemetar.

 

Dikejar tentang barang bukti yang harus dikembalikan, Titian enggan menanggapi. Dirinya akan memikirkan itu nanti. Sebagian barang bukti itu adalah mobil Jeep mewah merek Land Rover warna putih dan pistol.

 

 “Saya merasa (terdiam sebentar, lalu tarik napas) lega. Sudah setahun (menjalani proses penyidikan hingga sidang),” pungkasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/