alexametrics
25.3 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Doyan Nyabu, Pria Pengangguran Dituntut 10 Tahun

DENPASAR– Bukannya giat mencari pekerjaan karena pengangguran, terdakwa I Wayan Aryawan, 42, justru kecanduan sabu.

Apesnya lagi, saat ditangkap polisi, ia sedang membawa titipan tiga paket sabu seberat 14,04 gram netto.

Terdakwa berdalih narkotika jenis sabu tersebut merupakan milik seseorang yang dipanggil Pak Kadek (buron) yang sedang pulang kampung ke Buleleng.

Tapi, JPU Ni Komang Swastini tetap tidak menggubris dalih terdakwa. JPU mengajukan tuntutan penjara selama satu dekade.

“Meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama sepuluh tahun,” tuntut JPU Swastini dalam sidang daring Kamis kemarin (17/2).

JPU Kejari Denpasar itu juga mengajukan tuntutan pidana denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan penjara. “Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 112 ayat (2) UU narkotika,” tegasnya.

Baca Juga:  Saksi Kunci, Dosen Unud Sepupu Mantan Bupati Eka Mangkir Panggilan KPK

Menanggapi tuntutan JPU, terdakwa bakal mengajukan pledoi.

Dijelaskan JPU, terdakwa dibekuk di rumahnya di seputaran Jalan Masuka Desa Ungasan, Kecataman Kuta Selatan, Badung, pada 24 Mei 2021 lalu.

Terdakwa mengaku menyimpan barang titipan berupa narkotika sabu di dalam kamar tidurnya.

Selanjutnya dilakukan penggeledahan pada kamar tidur terdakwa dan ditemukan tiga plastik klip berisi kristal bening berisi sabu, timbangan, dan bong. “Setelah dilakukan penimbangan berat total 14,04 gram netto,” beber JPU Swastini.

Terdakwa mengaku barang itu titipan Pak Kadek. Setelah balik dari kampungnya di Bueleng Pak Kadek akan mengambil sabu tersebut.

Nah, yang menarik sehari sebelum terdakwa ditangkap. Terdakwa mengaku membeli satu paket sabu seharga Rp 350 ribu kepada Pak Kadek. “Saat terdakwa sedang mengonsumsi sabu-sabu, ditelepon Pak Kadek agar menerima titipan sabu,” jelas JPU.

Baca Juga:  Abaikan Social Distancing, Polisi Gerebek Arena Tajen di Denpasar

Permintaan menitip barang terlarang itu diiyakan terdakwa. Terdakwa kenal dengan Pak Kadek sejak Desember 2020. Terdakwa kerap membeli sabu dari Pak Kadek. “Bahkan, terkadang saat tidak punya uang bisa ngebon,” tukas JPU.



DENPASAR– Bukannya giat mencari pekerjaan karena pengangguran, terdakwa I Wayan Aryawan, 42, justru kecanduan sabu.

Apesnya lagi, saat ditangkap polisi, ia sedang membawa titipan tiga paket sabu seberat 14,04 gram netto.

Terdakwa berdalih narkotika jenis sabu tersebut merupakan milik seseorang yang dipanggil Pak Kadek (buron) yang sedang pulang kampung ke Buleleng.

Tapi, JPU Ni Komang Swastini tetap tidak menggubris dalih terdakwa. JPU mengajukan tuntutan penjara selama satu dekade.

“Meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama sepuluh tahun,” tuntut JPU Swastini dalam sidang daring Kamis kemarin (17/2).

JPU Kejari Denpasar itu juga mengajukan tuntutan pidana denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan penjara. “Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 112 ayat (2) UU narkotika,” tegasnya.

Baca Juga:  Sempat Kabur dari Sel Polda Bali, WNA Rusia Dijerat Pasal Berlapis

Menanggapi tuntutan JPU, terdakwa bakal mengajukan pledoi.

Dijelaskan JPU, terdakwa dibekuk di rumahnya di seputaran Jalan Masuka Desa Ungasan, Kecataman Kuta Selatan, Badung, pada 24 Mei 2021 lalu.

Terdakwa mengaku menyimpan barang titipan berupa narkotika sabu di dalam kamar tidurnya.

Selanjutnya dilakukan penggeledahan pada kamar tidur terdakwa dan ditemukan tiga plastik klip berisi kristal bening berisi sabu, timbangan, dan bong. “Setelah dilakukan penimbangan berat total 14,04 gram netto,” beber JPU Swastini.

Terdakwa mengaku barang itu titipan Pak Kadek. Setelah balik dari kampungnya di Bueleng Pak Kadek akan mengambil sabu tersebut.

Nah, yang menarik sehari sebelum terdakwa ditangkap. Terdakwa mengaku membeli satu paket sabu seharga Rp 350 ribu kepada Pak Kadek. “Saat terdakwa sedang mengonsumsi sabu-sabu, ditelepon Pak Kadek agar menerima titipan sabu,” jelas JPU.

Baca Juga:  Edarkan Ribuan Pil Koplo, Buruh Bangunan Terancam 15 Tahun

Permintaan menitip barang terlarang itu diiyakan terdakwa. Terdakwa kenal dengan Pak Kadek sejak Desember 2020. Terdakwa kerap membeli sabu dari Pak Kadek. “Bahkan, terkadang saat tidak punya uang bisa ngebon,” tukas JPU.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/