alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

4 Terdakwa Lolos Hukuman Seumur Hidup, Jaksa Akhirnya Ajukan Banding

NEGARA,- Kejari Jembrana akhirnya resmi memutuskan melakukan upaya hukum banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Negara terhadap empat terdakwa perkara narkotika.

Jaksa tidak sependapat dengan putusan hakim karena tidak sesuai dengan tuntutan jaksa penutut umum yang sebelumnya menuntut para terdakwa dengan hukuman seumur hidup.

Keputusan upaya hukum banding pada tingkat Pengadilan Tinggi (PT) Bali tersebut, setelah proses pikir-pikir berakhir atau tujuh hari setelah putusan.

Dengan adanya upaya banding tersebut, empat terdakwa perkara narkotika dengan barang bukti ganja seberat 95 kilogram, putusan sebelumnya belum berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

“Kami sudah memutuskan untuk banding,” tegas Kasipidum Kejari Jembrana I Gede Gatot Hariawan, Senin (18/5).

Dikatakan Gatot, salah satu pertimbangan upaya hukum banding tersebut, karena jaksa penutut umum tidak sependapat dengan putusan.

Dimana putusan tidak sesuai dengan tuntutan sebelumnya, yakni tuntutan seumur hidup untuk empat terdakwa. Namun, majelis hakim tidak memutus sesuai dengan tuntutan.

Seperti diketahui sebelumnya, empat terdakwa diantaranya, terdakwa Herman Pelani dan Umar Saleh Siregar, diputus terbukti bersalah melanggar Pasal 115 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009, dan Pasal 112 ayat 1 juncto  Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Baca Juga:  Resmi Inkracht, Narkoba Miliaran Rupiah Dibakar

Dua terdakwa dipidana dengan pidana penjara 15 tahun dengan pidana denda Rp 10,7 miliar. Jika tidak bisa membayar pidana denda, dihukum pidana penjara 3 bulan.

Sedangkan terdakwa Faisal Ahmad Rangkuti dalam berkas terpisah dinilai terbukti melanggar Pasal 115 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, sehingga dipidana penjara selama 18 tahun dengan pidana denda Rp 10,7 miliar.

Jika tidak bisa membayar pidana denda, dihukum pidana denda 3 bulan.

Sedangkan Rikardo Nainggolan dengan ketua majelis hakim Alfan Firdauzi Kurniawan dinilai melanggar Pasal 115 ayat (2) UURI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara selama 10 tahun dengan denda Rp 10,7 miliar, Jika tidak bisa membayar pidana denda, dihukum pidana denda 3 bulan.

Sementara itu, kasus ini terungkap berawal dari pengiriman ganja yang dilakukan terdakwa pada Sabtu 19 Oktober 2019 lalu.

Baca Juga:  Kaget Divonis 9 Bulan, Oknum PNS Ayu Ratna Ungkap Cerita Mengejutkan

Terjadi di pos pemeriksaan kendaraan, barang dan orang di Pelabuhan Gilimanuk. Polisi sebelumnya menerima informasi dari masyarakat, bahwa diduga akan ada pengiriman Narkotika melalui Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk menggunakan mobil.

Dalam mobil yang dikemudikan Herman Pelani dan Umar Saleh Siregar, terdapat empat kardus besar yang diakui tersangka berisi kain batik yang diambil di Banyuwangi.

Namun dari hasil pemeriksaan petugas, isi dalam kardus bukan kain batik. Melainkan bungkusan dengan lakban coklat yang diduga ganja kering.

Dari hasil pemeriksaan mendalam terdapat 100 paket ganja yang disimpan dalam empat kardus terpisah dengan berat keseluruhan bruto 97.914,0 gram atau neto 95.474,0 gram.

Setelah mengamankan Herman dan Umar, selanjutnya mengamankan Faisal Ahmad Rangkuti, 33, dan Rikardo Nainggolan, 44 yang membawa ganja dari jakarta ke Banyuwangi.

Keduanya sudah lebih dulu berangkat menggunakan mobil B 2321 UR. Polisi kemudian mengejar dan berhasil menangkap kedua tersangka.

Dalam menjalankan peredaran ganja, empat tersangka diduga berbagi peran antara jaringan Bali dan jaringan Jakarta yang bertugas membawa ganja dari Jakarta. 



NEGARA,- Kejari Jembrana akhirnya resmi memutuskan melakukan upaya hukum banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Negara terhadap empat terdakwa perkara narkotika.

Jaksa tidak sependapat dengan putusan hakim karena tidak sesuai dengan tuntutan jaksa penutut umum yang sebelumnya menuntut para terdakwa dengan hukuman seumur hidup.

Keputusan upaya hukum banding pada tingkat Pengadilan Tinggi (PT) Bali tersebut, setelah proses pikir-pikir berakhir atau tujuh hari setelah putusan.

Dengan adanya upaya banding tersebut, empat terdakwa perkara narkotika dengan barang bukti ganja seberat 95 kilogram, putusan sebelumnya belum berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

“Kami sudah memutuskan untuk banding,” tegas Kasipidum Kejari Jembrana I Gede Gatot Hariawan, Senin (18/5).

Dikatakan Gatot, salah satu pertimbangan upaya hukum banding tersebut, karena jaksa penutut umum tidak sependapat dengan putusan.

Dimana putusan tidak sesuai dengan tuntutan sebelumnya, yakni tuntutan seumur hidup untuk empat terdakwa. Namun, majelis hakim tidak memutus sesuai dengan tuntutan.

Seperti diketahui sebelumnya, empat terdakwa diantaranya, terdakwa Herman Pelani dan Umar Saleh Siregar, diputus terbukti bersalah melanggar Pasal 115 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009, dan Pasal 112 ayat 1 juncto  Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Baca Juga:  Penabrak Pegawai Klinik Hingga Tewas Hanya Dituntut 1,5 Tahun

Dua terdakwa dipidana dengan pidana penjara 15 tahun dengan pidana denda Rp 10,7 miliar. Jika tidak bisa membayar pidana denda, dihukum pidana penjara 3 bulan.

Sedangkan terdakwa Faisal Ahmad Rangkuti dalam berkas terpisah dinilai terbukti melanggar Pasal 115 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, sehingga dipidana penjara selama 18 tahun dengan pidana denda Rp 10,7 miliar.

Jika tidak bisa membayar pidana denda, dihukum pidana denda 3 bulan.

Sedangkan Rikardo Nainggolan dengan ketua majelis hakim Alfan Firdauzi Kurniawan dinilai melanggar Pasal 115 ayat (2) UURI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara selama 10 tahun dengan denda Rp 10,7 miliar, Jika tidak bisa membayar pidana denda, dihukum pidana denda 3 bulan.

Sementara itu, kasus ini terungkap berawal dari pengiriman ganja yang dilakukan terdakwa pada Sabtu 19 Oktober 2019 lalu.

Baca Juga:  Warga Rusia yang Diduga Sengaja Sebarkan Covid-19 di Bali Dideportasi

Terjadi di pos pemeriksaan kendaraan, barang dan orang di Pelabuhan Gilimanuk. Polisi sebelumnya menerima informasi dari masyarakat, bahwa diduga akan ada pengiriman Narkotika melalui Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk menggunakan mobil.

Dalam mobil yang dikemudikan Herman Pelani dan Umar Saleh Siregar, terdapat empat kardus besar yang diakui tersangka berisi kain batik yang diambil di Banyuwangi.

Namun dari hasil pemeriksaan petugas, isi dalam kardus bukan kain batik. Melainkan bungkusan dengan lakban coklat yang diduga ganja kering.

Dari hasil pemeriksaan mendalam terdapat 100 paket ganja yang disimpan dalam empat kardus terpisah dengan berat keseluruhan bruto 97.914,0 gram atau neto 95.474,0 gram.

Setelah mengamankan Herman dan Umar, selanjutnya mengamankan Faisal Ahmad Rangkuti, 33, dan Rikardo Nainggolan, 44 yang membawa ganja dari jakarta ke Banyuwangi.

Keduanya sudah lebih dulu berangkat menggunakan mobil B 2321 UR. Polisi kemudian mengejar dan berhasil menangkap kedua tersangka.

Dalam menjalankan peredaran ganja, empat tersangka diduga berbagi peran antara jaringan Bali dan jaringan Jakarta yang bertugas membawa ganja dari Jakarta. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/