alexametrics
28.7 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Dua Kelompok Pemuda Nusa Penida Baku Hantam, Polisi Ungkap Fakta Miris

SEMARAPURA – Berawal dari kata-kata kasar yang terlontar, sejumlah warga Dusun Batumulapan, Desa Batununggul dan Dusun Karangsari, Desa Suana,

Kecamatan Nusa Penida terlibat pertengkaran yang terjadi selama dua hari berturut-turut, mulai Jumat (15/5) hingga Sabtu (16/5) lalu.

Akibatnya dua orang warga alami lebam lantaran sempat terlibat duel. Berdasar informasi, kejadian berawal saat sejumlah muda-mudi main voli di Banjar Megalan, Dusun Batumulapan, Desa Batununggul, Jumat (15/5) lalu.

Sekitar pukul 18.30 Wita, melintas I Putu Eka Darma, 23, asal Dusun Karangsari, Desa Suana mengendarai sepeda motor dengan knalpot yang mengeluarkan suara yang sangat bising.

Lantaran terganggu dengan suara knalpot, I Made Rajendra, 22 asal Dusun Karangsari, Desa Suana meneriaki Putu Eka dengan kata cicing (anjing).

Mendengar teriakan tersebut, Darma akhirnya berbalik menuju lapangan voli tersebut untuk menanyakan maksud teriakan tersebut.

Baca Juga:  Api Lahap Dua Rumah dan Satu LPD Tengah Malam, Penyebabnya Misterius

Meski sempat bersitegang, permasalahan itu selesai di tempat. Meski telah dianggap selesai, ternyata Darma masih menaruh dendam sehingga kembali lagi ke lapangan voli tersebut beberapa menit kemudian.

Namun, kali ini Darma tidak sendiri, dia mengajak 11 orang rekannya untuk mendatangi I Made Rajendra.

Setelah bertemu di lapangan voli, akhirnya keduanya memutuskan untuk melanjutkan permasalahan itu dengan duel atau perkelahian satu lawan satu.

Setelah terlibat duel, keduanya pun memutuskan untuk menyudahi perkelahian itu dan berdamai di lokasi.

Namun, karena ada warga yang mendengar Rajendra terlibat perkelahian dengan warga Dusun Karangsari, Desa Suana, sekelompok warga Dusun Batumulapan,

Desa Batununggul yang berjumlah sekitar 20 orang lebih akhirnya mendatangi Darma ke Dusun Karangsari, Desa Suana.

Setelah bertemu dengan Darma, sekelompok warga tersebut melakukan pemukulan dan merusak beberapa pot bunga yang ada di tempat Darma.

Baca Juga:  Tertangkap Basah Korban, Jambret di Canggu Babak Belur Dihajar Massa

Mendengar adanya masalah tersebut, warga Dusun Karangsari keluar dan mengusir warga Dusun Batumulapan tersebut.

Beberapa saat kemudian, personel Polsek Nusa Penida tiba di lokasi dan kondisi dapat dikendalikan.

Kasubaghumas Polres Klungkung AKP I Putu Gede Ardana membenarkan adanya peristiwa itu. Menurutnya, untuk menenangkan warga yang geram, Polsek Nusa Penida membawa Darma dan Rajendra ke Mapolsek Nusa Penida.

Setelah tiba di Mapolsek Nusa Penida keduanya diperiksa untuk dimintai keterangannya. Adapun kedua belah pihak sepakat

untuk berdamai,menyesali perbuatannya dan tidak akan mengulangi lagi dengan disaksikan oleh Bendesa Adat masing-masing.

“Kedua belah pihak sudah membuat surat pernyataan. Dalam peristiwa itu, ada dua korban, yakni I Pt E D (Darma) dan IMR (Rajendra) lantaran sempat terlibat duel sehingga mengalami lebam di tubuh,” tandasnya. 



SEMARAPURA – Berawal dari kata-kata kasar yang terlontar, sejumlah warga Dusun Batumulapan, Desa Batununggul dan Dusun Karangsari, Desa Suana,

Kecamatan Nusa Penida terlibat pertengkaran yang terjadi selama dua hari berturut-turut, mulai Jumat (15/5) hingga Sabtu (16/5) lalu.

Akibatnya dua orang warga alami lebam lantaran sempat terlibat duel. Berdasar informasi, kejadian berawal saat sejumlah muda-mudi main voli di Banjar Megalan, Dusun Batumulapan, Desa Batununggul, Jumat (15/5) lalu.

Sekitar pukul 18.30 Wita, melintas I Putu Eka Darma, 23, asal Dusun Karangsari, Desa Suana mengendarai sepeda motor dengan knalpot yang mengeluarkan suara yang sangat bising.

Lantaran terganggu dengan suara knalpot, I Made Rajendra, 22 asal Dusun Karangsari, Desa Suana meneriaki Putu Eka dengan kata cicing (anjing).

Mendengar teriakan tersebut, Darma akhirnya berbalik menuju lapangan voli tersebut untuk menanyakan maksud teriakan tersebut.

Baca Juga:  Tahun 2020 di Bali,Tewas karena Lakalantas 405 dan Covid 523 Orang

Meski sempat bersitegang, permasalahan itu selesai di tempat. Meski telah dianggap selesai, ternyata Darma masih menaruh dendam sehingga kembali lagi ke lapangan voli tersebut beberapa menit kemudian.

Namun, kali ini Darma tidak sendiri, dia mengajak 11 orang rekannya untuk mendatangi I Made Rajendra.

Setelah bertemu di lapangan voli, akhirnya keduanya memutuskan untuk melanjutkan permasalahan itu dengan duel atau perkelahian satu lawan satu.

Setelah terlibat duel, keduanya pun memutuskan untuk menyudahi perkelahian itu dan berdamai di lokasi.

Namun, karena ada warga yang mendengar Rajendra terlibat perkelahian dengan warga Dusun Karangsari, Desa Suana, sekelompok warga Dusun Batumulapan,

Desa Batununggul yang berjumlah sekitar 20 orang lebih akhirnya mendatangi Darma ke Dusun Karangsari, Desa Suana.

Setelah bertemu dengan Darma, sekelompok warga tersebut melakukan pemukulan dan merusak beberapa pot bunga yang ada di tempat Darma.

Baca Juga:  Tertangkap Basah Korban, Jambret di Canggu Babak Belur Dihajar Massa

Mendengar adanya masalah tersebut, warga Dusun Karangsari keluar dan mengusir warga Dusun Batumulapan tersebut.

Beberapa saat kemudian, personel Polsek Nusa Penida tiba di lokasi dan kondisi dapat dikendalikan.

Kasubaghumas Polres Klungkung AKP I Putu Gede Ardana membenarkan adanya peristiwa itu. Menurutnya, untuk menenangkan warga yang geram, Polsek Nusa Penida membawa Darma dan Rajendra ke Mapolsek Nusa Penida.

Setelah tiba di Mapolsek Nusa Penida keduanya diperiksa untuk dimintai keterangannya. Adapun kedua belah pihak sepakat

untuk berdamai,menyesali perbuatannya dan tidak akan mengulangi lagi dengan disaksikan oleh Bendesa Adat masing-masing.

“Kedua belah pihak sudah membuat surat pernyataan. Dalam peristiwa itu, ada dua korban, yakni I Pt E D (Darma) dan IMR (Rajendra) lantaran sempat terlibat duel sehingga mengalami lebam di tubuh,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/