alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Kapal Militer Tiongkok Temukan Kawah Dekat Patahan KRI Nanggala-402

DENPASAR- Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan pasukan militer China (Tiongkok) terus berupaya mengevakuasi bagian patahan kapal Selam KRI Nanggala-402.

 

Hasil investigasi sementara, tim menemukan sebuah kawah tak jauh dari tiga bagian patahan kapal lain yakni anjungan (bow section), haluan (sail section), serta buritan (stern section). 

 

Kawah misterius tersebut disebut berada sekitar 10-15 meter di dekat dengan bangkai Nanggala-402, diperkirakan lokasi tenggelamnya badan tekan (pressure hull).

Panglima Komando Armada II (Pangkormada II) Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto menjelaskan, ada tiga kapal milik militer China yang membantu.

 

- Advertisement -

Yakni, Ocean Salvage Rescue Yongxindao-863, Ocean Tug Natsuo-195 dan Sientific Salvage Tansuo-2.

 

Sementara itu, Kapal Tansuo telah melakukan survei bawah laut dengan kedalaman lebih dari 800 meter dan hasil pemetaan diketahui hampir sama dengan apa yang didapat oleh KRI Rigel.

Baca Juga:  Gantikan Henricus, Bimo Sutopo Resmi Jabat Danlanal Denpasar Bali

“Ya ada tiga bagian terlihat dalam survei bawah laut Kapal Tansuo. Pertama bow section atau bagian haluan. Kedua ada sail section atau anjungan, dan ketiga ada stern section atau bagia buritan,” jelasnya.

 

Dirinci melalui gambar yang ditampilkan, pada bow section tampak ruang torpedo dan visual adanya patahan di haluan kiri kapal dan pintu untuk tangki udara tekanan tinggi terbuka.

 

Lalu pada bagian anjungan atau sail section diperlihatkan adanya pintu yang terletak di sebelah kanan terlepas.

 

Selanjutnya pada stern section atau buritan tampak kemudi selam vertikal dan propeller.

 

Dijelaskan, mengenai kawah tersebut, tergambar melalui survei bawah laut oleh kapal milik China dengan jarak ukur pada lebar 2,5 kilometer dan 3,7 kilometer.

Baca Juga:  Perahu Terbalik Diterjang Ombak, Ayah & Anak Berhasil Selamat

 

Temuan baru saat observasi juga diperlihatkan yakni berupa crater (kawah) besar berdiameter kurang lebih 38 meter dengan kedalaman 10 sampai 15 meter.

 

 “Kami menemukan kawah cukup besar dekat dengan ketiga bagian itu, namun kami belum ketahui apa sebetulnya kawah tersebut dan apa yang ada didalamnya,” ujarnya.


- Advertisement -

DENPASAR- Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan pasukan militer China (Tiongkok) terus berupaya mengevakuasi bagian patahan kapal Selam KRI Nanggala-402.

 

Hasil investigasi sementara, tim menemukan sebuah kawah tak jauh dari tiga bagian patahan kapal lain yakni anjungan (bow section), haluan (sail section), serta buritan (stern section). 

 

Kawah misterius tersebut disebut berada sekitar 10-15 meter di dekat dengan bangkai Nanggala-402, diperkirakan lokasi tenggelamnya badan tekan (pressure hull).

Panglima Komando Armada II (Pangkormada II) Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto menjelaskan, ada tiga kapal milik militer China yang membantu.

 

Yakni, Ocean Salvage Rescue Yongxindao-863, Ocean Tug Natsuo-195 dan Sientific Salvage Tansuo-2.

 

Sementara itu, Kapal Tansuo telah melakukan survei bawah laut dengan kedalaman lebih dari 800 meter dan hasil pemetaan diketahui hampir sama dengan apa yang didapat oleh KRI Rigel.

Baca Juga:  Tak Hanya Rampas IPhone, Oknum Polisi Pemeras juga Ambil Uang Usai ML

“Ya ada tiga bagian terlihat dalam survei bawah laut Kapal Tansuo. Pertama bow section atau bagian haluan. Kedua ada sail section atau anjungan, dan ketiga ada stern section atau bagia buritan,” jelasnya.

 

Dirinci melalui gambar yang ditampilkan, pada bow section tampak ruang torpedo dan visual adanya patahan di haluan kiri kapal dan pintu untuk tangki udara tekanan tinggi terbuka.

 

Lalu pada bagian anjungan atau sail section diperlihatkan adanya pintu yang terletak di sebelah kanan terlepas.

 

Selanjutnya pada stern section atau buritan tampak kemudi selam vertikal dan propeller.

 

Dijelaskan, mengenai kawah tersebut, tergambar melalui survei bawah laut oleh kapal milik China dengan jarak ukur pada lebar 2,5 kilometer dan 3,7 kilometer.

Baca Juga:  Lanal Denpasar Pertebal Penjagaan di Pintu Masuk Pelabuhan Gilimanuk

 

Temuan baru saat observasi juga diperlihatkan yakni berupa crater (kawah) besar berdiameter kurang lebih 38 meter dengan kedalaman 10 sampai 15 meter.

 

 “Kami menemukan kawah cukup besar dekat dengan ketiga bagian itu, namun kami belum ketahui apa sebetulnya kawah tersebut dan apa yang ada didalamnya,” ujarnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/