25.4 C
Denpasar
Thursday, June 8, 2023

Parah, Tak Pernah Dibegal, Tertunduk Malu, Mahasiswi Cantik Minta Maaf

SUKASADA – Aksi begal yang menimpa seorang mahasiswi cantik bernama Leti Fuji Lestari, 24, di Km 13, Jalan Raya Singaraja – Denpasar, tepatnya di Desa Gitgit, Sukasada, Buleleng, yang membuat geger warga Bali akhirnya terkuak.

Setelah diselidiki aparat Reskrim Polsek Sukasada, aksi begal itu ternyata tak pernah terjadi. Mahasiswi asal Kaliakah, Negara, Jembrana yang ngekos di Jalan Pulau Seribu, Penarungan, Banyuning Timur, Singaraja, itu ternyata berbohong.

Leti membuat laporan palsu ke Polsek Sukasada. Fakta itu terkuak setelah Tim Buser Polsek Sukasada mengamankan Leti Puji Lestari.

Dari hasil interogasi, Leti ternyata membuat laporan fiktif. Aksi begal yang dialaminya hanyalah karangan belaka dan tidak pernah terjadi.

Baca Juga:  Polres Jembrana Menangkan Gugatan Praperadilan

Fakta itu diakui pelaku sendiri. “Saya minta maaf. Saya telah berbohong,” ujar Leti kepada awak media di Polsek Sukasada.

Menurut Leti, dia merekayasa aksi begal karena takut dimarahi orang tuanya setelah tertangkap tangan minum-minuman keras di Pantai Jimbaran.

Dia pun mengakui ada masalah sedikit dengan orangtuanya sehingga melakukan tindakan tak terpuji seperti itu.

Leti pun mengaku menyesal dengan perbuatannya lantaran membuat warga Buleleng dan Bali secara umum resah. “Saya minta maaf,” kata Leti Puji Lestari.

Seperti diberitakan, Leti membuat pengakuan menjadi korban begal. Korban kala itu dalam perjalanan dari Denpasar menuju Singaraja. Korban yang baru menempuh perjalanan di Km 13 tepatnya 

di Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Sukasada mendadak dipepet tiga orang laki-laki tak dikenal dengan mengendarai sepeda motor.

Baca Juga:  Warga Melaka Tikam Pacar Istri, Kapolsek Sukasada Ungkap Fakta Baru

Kemudian tiga orang pelaku mengendarai sepeda motor Honda Vario berwarna hitam langsung menghadang di tengah jalan dengan menodongkan sebilah pisau kepada korban. 

Pelaku pun memaksa korban untuk turun dari sepeda motor yang dikendarainya. Korban yang ketakutan berteriak meminta tolong. Namun pelaku malah melakukan pemukulan terhadap wajah korban.

Akibat aksi pembegalan tersebut korban kehilangan sepeda motor Yamaha Mio Soul bernopol DK 6075 ZU. 

Tak hanya itu dompet milik korban berisi STNK, KTP, ATM, kartu pelajar, BRIZZI, kartu alfamart dan uang tunai sebesar Rp 750 ribu raib dibawa kabur pelaku. 

 



SUKASADA – Aksi begal yang menimpa seorang mahasiswi cantik bernama Leti Fuji Lestari, 24, di Km 13, Jalan Raya Singaraja – Denpasar, tepatnya di Desa Gitgit, Sukasada, Buleleng, yang membuat geger warga Bali akhirnya terkuak.

Setelah diselidiki aparat Reskrim Polsek Sukasada, aksi begal itu ternyata tak pernah terjadi. Mahasiswi asal Kaliakah, Negara, Jembrana yang ngekos di Jalan Pulau Seribu, Penarungan, Banyuning Timur, Singaraja, itu ternyata berbohong.

Leti membuat laporan palsu ke Polsek Sukasada. Fakta itu terkuak setelah Tim Buser Polsek Sukasada mengamankan Leti Puji Lestari.

Dari hasil interogasi, Leti ternyata membuat laporan fiktif. Aksi begal yang dialaminya hanyalah karangan belaka dan tidak pernah terjadi.

Baca Juga:  Pelaku Jambret Menggila, Desa Dihimbau Tingkatkan Patroli

Fakta itu diakui pelaku sendiri. “Saya minta maaf. Saya telah berbohong,” ujar Leti kepada awak media di Polsek Sukasada.

Menurut Leti, dia merekayasa aksi begal karena takut dimarahi orang tuanya setelah tertangkap tangan minum-minuman keras di Pantai Jimbaran.

Dia pun mengakui ada masalah sedikit dengan orangtuanya sehingga melakukan tindakan tak terpuji seperti itu.

Leti pun mengaku menyesal dengan perbuatannya lantaran membuat warga Buleleng dan Bali secara umum resah. “Saya minta maaf,” kata Leti Puji Lestari.

Seperti diberitakan, Leti membuat pengakuan menjadi korban begal. Korban kala itu dalam perjalanan dari Denpasar menuju Singaraja. Korban yang baru menempuh perjalanan di Km 13 tepatnya 

di Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Sukasada mendadak dipepet tiga orang laki-laki tak dikenal dengan mengendarai sepeda motor.

Baca Juga:  Geber Knalpot Brong Depan Masjid, Ditegur, Warga Pegayaman Adu Jotos

Kemudian tiga orang pelaku mengendarai sepeda motor Honda Vario berwarna hitam langsung menghadang di tengah jalan dengan menodongkan sebilah pisau kepada korban. 

Pelaku pun memaksa korban untuk turun dari sepeda motor yang dikendarainya. Korban yang ketakutan berteriak meminta tolong. Namun pelaku malah melakukan pemukulan terhadap wajah korban.

Akibat aksi pembegalan tersebut korban kehilangan sepeda motor Yamaha Mio Soul bernopol DK 6075 ZU. 

Tak hanya itu dompet milik korban berisi STNK, KTP, ATM, kartu pelajar, BRIZZI, kartu alfamart dan uang tunai sebesar Rp 750 ribu raib dibawa kabur pelaku. 

 


Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru