alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Peluk Pohon Beringin dan Berperilaku Aneh, Dua WNA Diamankan di Legian

MANGUPURA– Dampak pandemi Covid-19 bukan hanya dirasakan bagi warga pribumi.

Namun akibat pandemi yang berkepanjangan juga berdampak bagi warga asing yang terjebak di Bali.

Bahkan akibat pandemi, tak sedikit, warga negara asing (WNA) yang ditemukan berperilaku aneh di Badung.

Seperti yang dialami seorang pria bule di Legian, Kuta, Badung, Bali.

Pria asing ini ditemukan petguas duduk dan bersandar di bawah pohon beringin di wilayah Legian.

Bule tersebut diketahui ingin merasakan suasana mistis dan merasakan energi pohon beringin.

Selain itu juga ditemukan WNA perempuan yang menunjukan tingkah layaknya orang depresi.

- Advertisement -

Wakil Ketua II LPM Legian, Ketut Sentanu menerangkan kejadian yang dilakukan oleh dua orang bule itu terjadi di wilayah Legian, berselang sehari.

Kejadian pertama terjadi pada Senin (16/8) pagi. Ada seorang bule pria berambut gondrong duduk dan memeluk pohon beringin yang ada di halaman kantor Desa Adat Legian.

Selain itu juga membawa dupa yang ia pergunakan saat berada di bawah pohon beringin besar dan lebat itu.

 “Kejadiannya itu sekitar Jam 9 pagi.  Saat saya datangi, ia cukup kooperatif dan meminta izin. Dia tidak membuat ricuh dan gaduh kok, dia cuma duduk dan menyentuh pohon beringin,” terang dikonfirmasi, Selasa (17/8).

Baca Juga:  Kembalikan Dana BKK ke Negara, Bendesa Candikuning Divonis 2 Tahun

Menurutnya, saat diajak berbicara bule itu menggunakan bahasa Inggris. Namun ia tidak sempat menanyakan nama dan dari mana asal bule tersebut.

Dia mengaku tinggal di Legian hampir 2 tahun dan  menginap di sebuah penginapan yang berlokasi di jalan Padma.

Bule itu memang sengaja datang ke lokasi pohon beringin itu, karena pohon itu dirasa memiliki aura ketenangan.

Bahkan memberanikan diri menyentuh pohon itu dan ingin merasakan aura pohon itu.

“Bule itu sengaja ingin merasakan aura serta menyentuh pohon beringin tersebut agar ia bisa merasakan tenang,” jelasnya. 

Setelah didatangi datangi, bule itu mengaku meminta maaf atas hal itu dan akan pergi ketika dupa yang ia pakai habis terbakar.

“ Memang benar ia kemudian pergi dengan menggunakan sepeda motor yang ia pakai, setelah dupa yang ia bawa habis terbakar,” jelasnya.

 Kemudian, Selasa (17/8), sekitar jam 7 pagi, ada seorang WNA perempuan diamankan petugas Linmas Kelurahan Legian.

Karena yang bersangkutan ribut dan mengganggu kenyamanan wilayah. WNA itu diamankan saat melintas di jalan raya Legian- Basangkasa.

“Ia (WNA) seperti orang depresi kelakuannya. Ribut gak jelas, ngedumel dan temperamen saat diajak ngobrol. Jadi yang bersangkutan dibawa ke Satpol PP BKO Kuta untuk dikomunikasikan penanganannya kepada pihak Imigrasi,” terangnya.

Baca Juga:  Tak Pakai Masker di Badung, Disanksi Menyanyi Hingga Push up

 Secara terpisah, Wakil Komandan Regu Satpol PP BKO Kuta, AA Putu Subawa atas seizin KasatPol PP Badung menerangkan, pihaknya telah menerima limpahan WNA Afrika yang diamankan dari wilayah Legian.

Namun  tidak diserahkan penanganannya kepada pihak Imigrasi. Sebab masalah itu hanya miskomunikasi semata di lapangan.

“Yang bersangkutan itu WNA pecinta kucing. Saat diamankan ia mengaku sedang mencari kucingnya yang lepas. Namun memang kondisinya saat itu mabuk. Jadi mungkin ia tidak sadar aktivitasnya itu mengganggu kenyamanan wilayah,” ungkapnya.

Setelah satu jam didiamkan di mako induk Satpol PP BKO Kuta, wanita asal Afrika tersebut kemudian mulai sadar.  

Kemudian dia menceritakan kronologis kejadian miss komunikasi itu. Setelah diberikan arahan dan edukasi, yang bersangkutan kemudian kembali diantarkan ke kostnya yang berada di Jalan Patih Jelantik Kuta.

Itupun setelah pemilik kost membenarkan bahwa yang bersangkutan merupakan salah satu penghuni kos-kosan.

“Dia diserahkan kepada kami sekitar setengah 8 pagi. Jam setengah 9 yang bersangkutan sadar, setelah itu baru kami minta keterangan dan kembalikan yang bersangkutan,” pungkasnya.

- Advertisement -

MANGUPURA– Dampak pandemi Covid-19 bukan hanya dirasakan bagi warga pribumi.

Namun akibat pandemi yang berkepanjangan juga berdampak bagi warga asing yang terjebak di Bali.

Bahkan akibat pandemi, tak sedikit, warga negara asing (WNA) yang ditemukan berperilaku aneh di Badung.

Seperti yang dialami seorang pria bule di Legian, Kuta, Badung, Bali.

Pria asing ini ditemukan petguas duduk dan bersandar di bawah pohon beringin di wilayah Legian.

Bule tersebut diketahui ingin merasakan suasana mistis dan merasakan energi pohon beringin.

Selain itu juga ditemukan WNA perempuan yang menunjukan tingkah layaknya orang depresi.

Wakil Ketua II LPM Legian, Ketut Sentanu menerangkan kejadian yang dilakukan oleh dua orang bule itu terjadi di wilayah Legian, berselang sehari.

Kejadian pertama terjadi pada Senin (16/8) pagi. Ada seorang bule pria berambut gondrong duduk dan memeluk pohon beringin yang ada di halaman kantor Desa Adat Legian.

Selain itu juga membawa dupa yang ia pergunakan saat berada di bawah pohon beringin besar dan lebat itu.

 “Kejadiannya itu sekitar Jam 9 pagi.  Saat saya datangi, ia cukup kooperatif dan meminta izin. Dia tidak membuat ricuh dan gaduh kok, dia cuma duduk dan menyentuh pohon beringin,” terang dikonfirmasi, Selasa (17/8).

Baca Juga:  Kembalikan Dana BKK ke Negara, Bendesa Candikuning Divonis 2 Tahun

Menurutnya, saat diajak berbicara bule itu menggunakan bahasa Inggris. Namun ia tidak sempat menanyakan nama dan dari mana asal bule tersebut.

Dia mengaku tinggal di Legian hampir 2 tahun dan  menginap di sebuah penginapan yang berlokasi di jalan Padma.

Bule itu memang sengaja datang ke lokasi pohon beringin itu, karena pohon itu dirasa memiliki aura ketenangan.

Bahkan memberanikan diri menyentuh pohon itu dan ingin merasakan aura pohon itu.

“Bule itu sengaja ingin merasakan aura serta menyentuh pohon beringin tersebut agar ia bisa merasakan tenang,” jelasnya. 

Setelah didatangi datangi, bule itu mengaku meminta maaf atas hal itu dan akan pergi ketika dupa yang ia pakai habis terbakar.

“ Memang benar ia kemudian pergi dengan menggunakan sepeda motor yang ia pakai, setelah dupa yang ia bawa habis terbakar,” jelasnya.

 Kemudian, Selasa (17/8), sekitar jam 7 pagi, ada seorang WNA perempuan diamankan petugas Linmas Kelurahan Legian.

Karena yang bersangkutan ribut dan mengganggu kenyamanan wilayah. WNA itu diamankan saat melintas di jalan raya Legian- Basangkasa.

“Ia (WNA) seperti orang depresi kelakuannya. Ribut gak jelas, ngedumel dan temperamen saat diajak ngobrol. Jadi yang bersangkutan dibawa ke Satpol PP BKO Kuta untuk dikomunikasikan penanganannya kepada pihak Imigrasi,” terangnya.

Baca Juga:  Semua Objek Wisata di Badung Ditutup Total Hingga 29 Mei Mendatang

 Secara terpisah, Wakil Komandan Regu Satpol PP BKO Kuta, AA Putu Subawa atas seizin KasatPol PP Badung menerangkan, pihaknya telah menerima limpahan WNA Afrika yang diamankan dari wilayah Legian.

Namun  tidak diserahkan penanganannya kepada pihak Imigrasi. Sebab masalah itu hanya miskomunikasi semata di lapangan.

“Yang bersangkutan itu WNA pecinta kucing. Saat diamankan ia mengaku sedang mencari kucingnya yang lepas. Namun memang kondisinya saat itu mabuk. Jadi mungkin ia tidak sadar aktivitasnya itu mengganggu kenyamanan wilayah,” ungkapnya.

Setelah satu jam didiamkan di mako induk Satpol PP BKO Kuta, wanita asal Afrika tersebut kemudian mulai sadar.  

Kemudian dia menceritakan kronologis kejadian miss komunikasi itu. Setelah diberikan arahan dan edukasi, yang bersangkutan kemudian kembali diantarkan ke kostnya yang berada di Jalan Patih Jelantik Kuta.

Itupun setelah pemilik kost membenarkan bahwa yang bersangkutan merupakan salah satu penghuni kos-kosan.

“Dia diserahkan kepada kami sekitar setengah 8 pagi. Jam setengah 9 yang bersangkutan sadar, setelah itu baru kami minta keterangan dan kembalikan yang bersangkutan,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/