alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, October 6, 2022

Diduga karena Masalah Asmara, Pemuda di Bangli Gantung Diri di Pohon

BANGLI– Jalan pintas diambil oleh I Made Sugiarta, 28. Pria asal Banjar/Desa Awan, Kecamatan Kintamani itu nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri pada Selasa lalu (16/8) pukul 16.00.

 

Informasi yang dihimpun, pukul 09.30, ayah korban I Nyoman Murja sempat ke kebun jeruk. Saat itu sang ayah tak mendapati putranya di kebun. Ayahnya justru curiga karena baju yang semula tergantung rapi, terlihat berantakan. Dan tali plastik warna biru yang dipakai untuk menggantung baju tidak ada. Ayah korban berinisiatif mencari keberadaan anaknya di kebun.

 

Sekitar pukul 16.00, sang ayah kaget melihat anaknya telah tergantung di pohon dengan ketinggian kurang lebih 4 meter. Lehernya terjerat tali plastik warna biru. Kemudian sang ayah menghubungi paman korban untuk minta tolong ke kerabat lainnya. Selanjutnya jasad korban diturunkan dari pohon.

Baca Juga:  Ngebut di Jalan Desa, Pelajar Tabrak Pejalan Kaki Hingga Tewas

 

Kasubag Humas Polres Bangli, Iptu Wayan Sarta membenarkan kejadian tersebut. Kepolisian yang dikomando Ipda I Made Wartika mendatangi lokasi kejadian dan membuat sketsa Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Menghubungi petugas medis, menghubungi Identifikasi dan menginterogasi saksi-saksi,” ujarnya.

 

Dari hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh bidan, terdapat jeratan di leher dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh. “Motif, patah hati masalah asmara,” jelasnya.

 

Polisi melaksanakan koordinasi dengan pihak keluarga. “Keluarga menerima kejadian tersebut dengan ikhlas karena meninggal murni karena gantung diri dengan membuat surat pernyataan,” pungkasnya. (dra)



BANGLI– Jalan pintas diambil oleh I Made Sugiarta, 28. Pria asal Banjar/Desa Awan, Kecamatan Kintamani itu nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri pada Selasa lalu (16/8) pukul 16.00.

 

Informasi yang dihimpun, pukul 09.30, ayah korban I Nyoman Murja sempat ke kebun jeruk. Saat itu sang ayah tak mendapati putranya di kebun. Ayahnya justru curiga karena baju yang semula tergantung rapi, terlihat berantakan. Dan tali plastik warna biru yang dipakai untuk menggantung baju tidak ada. Ayah korban berinisiatif mencari keberadaan anaknya di kebun.

 

Sekitar pukul 16.00, sang ayah kaget melihat anaknya telah tergantung di pohon dengan ketinggian kurang lebih 4 meter. Lehernya terjerat tali plastik warna biru. Kemudian sang ayah menghubungi paman korban untuk minta tolong ke kerabat lainnya. Selanjutnya jasad korban diturunkan dari pohon.

Baca Juga:  Sekali Operasi, Ditlantas Polda Jaring 74 Pelanggar Kendaraan Bermotor

 

Kasubag Humas Polres Bangli, Iptu Wayan Sarta membenarkan kejadian tersebut. Kepolisian yang dikomando Ipda I Made Wartika mendatangi lokasi kejadian dan membuat sketsa Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Menghubungi petugas medis, menghubungi Identifikasi dan menginterogasi saksi-saksi,” ujarnya.

 

Dari hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh bidan, terdapat jeratan di leher dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh. “Motif, patah hati masalah asmara,” jelasnya.

 

Polisi melaksanakan koordinasi dengan pihak keluarga. “Keluarga menerima kejadian tersebut dengan ikhlas karena meninggal murni karena gantung diri dengan membuat surat pernyataan,” pungkasnya. (dra)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/