alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, October 6, 2022

ODGJ Mengamuk, 1 Orang Kena Tebas hingga Tewas, 4 Luka-luka

GIANYAR– Kejadian berdarah berlangsung di Banjar Sawagunung, Desa Pejeng Kelod, Tampaksiring, Kamis (18/8) pukul 15.00. Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bernama Dewa Gede Gunastra, 43, mengamuk dan menganiaya lima orang menggunakan senjata tajam pisau. Satu orang warga merengang nyawa akibat dibacok. Sementara empat orang lainnya luka-luka.

 

Kejadian bermula saat Gunastra masuk ke rumahnya membawa pisau. Dia langsung membacok Dewa Ketut Raka, 60. Korban Raka sempat menyelamatkan diri sehingga terhindar dari maut.

 

Melihat Raka yang kesakitan dan bersimba darah, Dewa Putu Suparta, 43, sempat menolong. Bahkan ikut jadi korban. Pelaku juga menganiaya Wahyu Premesti, 27. Gunastra yang gelap mata kemudian lari ke rumah tetangga. Gunastra masuk rumah Dewa Ketut Alit, 72, lalu membacok leher korban hingga tewas.

Baca Juga:  Manfaatkan Situs PastiJP.com, Tiga Pemain Togel Diringkus

 

Kejadian brutal itu langsung dilaporkan ke Polsek Tampaksiring. Kapolsek Tampaksiring, AKP Ni Luh Suardini membenarkan kejadian tersebut. Petugas terkait, polisi hingga Satpol PP turun tangan. Lantaran situasi mencekam, polisi menggunakan alat bantu untuk menangkap pelaku. “Disemprotkan gas air mata,” tegasnya.

 

Setelah pelaku lumpuh, senjata tajam pelaku langsung diambil dan tangannya diikat tali plastik. “Pelaku punya riwayat kartu kuning (gangguan kejiwaan, Red),” ujarnya.

 

Usai diamankan, pelaku langsung dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali di Kabupaten Bangli. Pelaku diangkut ke RSJ menggunakan mobil Satpol PP dengan pengawalan ketat. “Dia diperiksa di sana,” jelasnya.

 

Mengenai motif pembunuhan, diduga pelaku kehabisan obat. “Dia belum berobat, kehabisan obatnya,” ungkapnya. Keseharian pelaku dikenal tidak bekerja. “Sehari-hari nganggur karena ODGJ,” imbuhnya.

Baca Juga:  Kapolres Beri Sinyal Pembunuh Ayah di Blahkiuh Tak Bisa Dipenjara

 

Meskipun pelaku menganiaya para korban dengan membabi buta. Bahkan sampai ada korban meninggal, polisi tidak bisa memproses hukum lebih lanjut. “Tetap gak bisa diproses. Karena ODGJ,” pungkasnya.

 

Untuk korban meninggal dunia, Dewa Ketut Alit sementara dititipkan di RS Ari Canti. Sedangkan korban Dewa Ketut Raka dirawat di RS Sanjiwani. Dan korban Wahyu dirawat di RS Ari Canti. (dra)

 



GIANYAR– Kejadian berdarah berlangsung di Banjar Sawagunung, Desa Pejeng Kelod, Tampaksiring, Kamis (18/8) pukul 15.00. Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bernama Dewa Gede Gunastra, 43, mengamuk dan menganiaya lima orang menggunakan senjata tajam pisau. Satu orang warga merengang nyawa akibat dibacok. Sementara empat orang lainnya luka-luka.

 

Kejadian bermula saat Gunastra masuk ke rumahnya membawa pisau. Dia langsung membacok Dewa Ketut Raka, 60. Korban Raka sempat menyelamatkan diri sehingga terhindar dari maut.

 

Melihat Raka yang kesakitan dan bersimba darah, Dewa Putu Suparta, 43, sempat menolong. Bahkan ikut jadi korban. Pelaku juga menganiaya Wahyu Premesti, 27. Gunastra yang gelap mata kemudian lari ke rumah tetangga. Gunastra masuk rumah Dewa Ketut Alit, 72, lalu membacok leher korban hingga tewas.

Baca Juga:  Ngamuk, Aniaya Kakak Kandung, Pria di Gianyar Bali Diamankan

 

Kejadian brutal itu langsung dilaporkan ke Polsek Tampaksiring. Kapolsek Tampaksiring, AKP Ni Luh Suardini membenarkan kejadian tersebut. Petugas terkait, polisi hingga Satpol PP turun tangan. Lantaran situasi mencekam, polisi menggunakan alat bantu untuk menangkap pelaku. “Disemprotkan gas air mata,” tegasnya.

 

Setelah pelaku lumpuh, senjata tajam pelaku langsung diambil dan tangannya diikat tali plastik. “Pelaku punya riwayat kartu kuning (gangguan kejiwaan, Red),” ujarnya.

 

Usai diamankan, pelaku langsung dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali di Kabupaten Bangli. Pelaku diangkut ke RSJ menggunakan mobil Satpol PP dengan pengawalan ketat. “Dia diperiksa di sana,” jelasnya.

 

Mengenai motif pembunuhan, diduga pelaku kehabisan obat. “Dia belum berobat, kehabisan obatnya,” ungkapnya. Keseharian pelaku dikenal tidak bekerja. “Sehari-hari nganggur karena ODGJ,” imbuhnya.

Baca Juga:  Usut Pesta Disinfektan Oplosan, Polisi Amankan Tiga Botol Minuman

 

Meskipun pelaku menganiaya para korban dengan membabi buta. Bahkan sampai ada korban meninggal, polisi tidak bisa memproses hukum lebih lanjut. “Tetap gak bisa diproses. Karena ODGJ,” pungkasnya.

 

Untuk korban meninggal dunia, Dewa Ketut Alit sementara dititipkan di RS Ari Canti. Sedangkan korban Dewa Ketut Raka dirawat di RS Sanjiwani. Dan korban Wahyu dirawat di RS Ari Canti. (dra)

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/