alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

PARAH!! Ngaku Kapolres, Minta Uang ke Kontraktor

NEGARA – Ada-ada saja cara orang melakukan modus penipuan. Kali ini, korbannya adalah seorang kontraktor di Jembrana.

Parahnya lagi, penipu mengaku Kapolres Jembrana AKPB Budi Pardamaean Saragih.

Penelpon tersebut meminta sejumlah uang untuk dana talangan pembangunan proyek di Polres Jembrana.

Infomasi yang dihimpun koran ini, kontraktor tersebut dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (18/9) pagi kemarin.

Awalnya, langsung memperkenalkan diri mengaku sebagai Kapolres Jembrana yang akan mengerjakan rehab bangunan Polres dan Polsek.

Namun, karena anggaran belum keluar, meminta dana talangan dari kontraktor.

Permintaan uang dari penelpon tersebut sebesar Rp 35 juta, agar anggaran untuk rehab bangunan Polres bisa cair dengan transfer melalui rekening bank. 

Baca Juga:  Gustra, Oknum Satpol PP Pemalak Spa Terapis Dikenal Pemalas

Ketika dana untuk pembangunan sudah diterima, akan dikembalikan pada kontraktor tersebut. “Saya merasa permintaan itu ganjil,” kata kontraktor yang enggan namanya dikorankan ini.

Karena curiga dengan permintaan penelpon, kontraktor tersebut meminta bantuan salah seorang anggota polisi untuk mencocokkan nomor handphone Kapolres Jembrana.

Ternyata, Kapolres saat dikonfirmasi memastikan bukan dirinya yang menghubungi. “Saya yakin itu penipuan, makanya batal saya transfer,” terangnya.

Kapolres Jembrana AKBP Budi Pardamean Saragih dikonfirmasi terpisah memastikan tidak menghubungi siapapun termasuk kontraktor untuk meminta uang.

Apalagi di Polres Jembrana dan Polsek tidak ada pengerjaan proyek rehab bangunan.

“Sudah pasti modus penipuan yang mencatut nama,” tegasnya.

 

 

 

Baca Juga:  Dikerjakan 12 Hari, Dipersembahkan untuk Rakyat Indonesia


NEGARA – Ada-ada saja cara orang melakukan modus penipuan. Kali ini, korbannya adalah seorang kontraktor di Jembrana.

Parahnya lagi, penipu mengaku Kapolres Jembrana AKPB Budi Pardamaean Saragih.

Penelpon tersebut meminta sejumlah uang untuk dana talangan pembangunan proyek di Polres Jembrana.

Infomasi yang dihimpun koran ini, kontraktor tersebut dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (18/9) pagi kemarin.

Awalnya, langsung memperkenalkan diri mengaku sebagai Kapolres Jembrana yang akan mengerjakan rehab bangunan Polres dan Polsek.

Namun, karena anggaran belum keluar, meminta dana talangan dari kontraktor.

Permintaan uang dari penelpon tersebut sebesar Rp 35 juta, agar anggaran untuk rehab bangunan Polres bisa cair dengan transfer melalui rekening bank. 

Baca Juga:  Nyalip di Tikungan Jalur Tengkorak, Kijang Tabrak Box Hingga Ringsek

Ketika dana untuk pembangunan sudah diterima, akan dikembalikan pada kontraktor tersebut. “Saya merasa permintaan itu ganjil,” kata kontraktor yang enggan namanya dikorankan ini.

Karena curiga dengan permintaan penelpon, kontraktor tersebut meminta bantuan salah seorang anggota polisi untuk mencocokkan nomor handphone Kapolres Jembrana.

Ternyata, Kapolres saat dikonfirmasi memastikan bukan dirinya yang menghubungi. “Saya yakin itu penipuan, makanya batal saya transfer,” terangnya.

Kapolres Jembrana AKBP Budi Pardamean Saragih dikonfirmasi terpisah memastikan tidak menghubungi siapapun termasuk kontraktor untuk meminta uang.

Apalagi di Polres Jembrana dan Polsek tidak ada pengerjaan proyek rehab bangunan.

“Sudah pasti modus penipuan yang mencatut nama,” tegasnya.

 

 

 

Baca Juga:  Sidang JRX Digelar 10 September Besok Live Youtube, Ini Kata Nora

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/