alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Demi Hidup Foya-Fota, Pria Ini Tega Gadaikan Motor Milik Teman

GEGARA tega makan teman, Harik Purwanto, 34, harus berurusan dengan hukum.

Purwanto ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek Abiansemal dan dijebloskan ke bui gara-gara menggelapkan sepeda motor sahabatnya sendiri.

Ironisnya lagi, uang hasil menggelapkan motor dipakai untuk bayar hutang dan foya-foya. Seperti apa?

 

ANDRE SULLA, Badung

IBARAT pepatah ‘Air Susu Dibalas Air Tuba’ hal ini juga yang dilakukan Hari Purwanto. Meski sudah dipinjami sepeda motor oleh Santo sahabatnya, namun kepercayaan korban teryata justru disalah gunakan.

Hari tega dan nekat menggadai sepeda motor Honda Beat Nopol AG 4945 VAW milik Santo.

Kasi Humas Polres Badung Iptu Ketut Sudana mengungkapkan, penggelapan sepeda motor yang dilakukan Tersangka Hari Purwanto, berawal saat tersangka meminjam sepeda motor kepada korban pada 8 Juni 2021 sekitar pukul 08.00 pagi lalu.

Saat itu, tersangka meminjam motor dengan berdalih untuk menjemput istrinya di Terminal Tipe A Mengwi, Badung.

Baca Juga:  Sebelum Kejadian, Korban Berencana Pamitan Pulang Kampung ke Suami

Kemudian karena kasihan, korban yang asal Lamongan, Jawa Timur itu menyerahkan motor Honda Beat miliknya kepada tersangka.

Bahkan kata Iptu Sudana, korban tidak menaruh curiga sedikitpun.

Hingga akhirnya, kecurigaan korban baru muncul pada sore hari.

Kecurian korban timbul setelah tersangka yang asal Bondowoso, Jawa Timur itu tak kunjung kembali untuk mengembalikan motor miliknya.

Sempat berusaha menghubungi tersangka, namun korban yang tinggal sementara di Gang Giri Sari, Banjar Latusari, Desa Abiansemal, Kecamatan Abiansemal, Badung gagal.

Ponsel Purwanto mendadak tidak aktif.

Selanjutnya, merasa ditipu oleh temannya, Korban Santo kemudian melaporkan Harik Purwanto ke Polsek Abiansemal.

Kemudian, usai menerima laporan, aparat Polsek Abiansemal langsung melakukan penyelidikan.

Singkat cerita, dari hasil penyelidikan polisi, Purwanto berhasil ditangkap dan diamankan saat berupaya kabur dari Bali di daerah Tegal Badeng, Kecamatan Negara, Jembrana.

Setelah ditangkap, dari hasil introgasi, pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan penggelapan terhadap sepeda motor korban.

Baca Juga:  Birahi Ciumi Cucu Sendiri, Pekak Balian Palsu Diganjar 4 Tahun Bui

“Purwanto diamankan tanpa perlawanan dan mengaku motor tersebut digadaikan kepada seseorang bernama Holis di daerah Lumajang, Jawa Timur,” tuturnya.

Mendapat keterangan tersebut, Tim Opsnal Polsek Abiansemal melakukan pengembangan ke Lumajang dan berhasil mengamankan barang bukti.

Sepeda motor tersebut dibawa pulang ke Bali untuk dijadikan barang bukti.

Kepada polisi tersangka mengaku melakukan penggelapan tersebut untuk foya-fota dan membayar hutang.

“Motor digadaikan di Lumajang untuk digadaikan dengan harga Rp 5.500.000. Motif dari pelaku melakukan penggelapan tersebut karena masalah ekonomi,” katanya.

Untuk sementara, atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman 4 tahun penjara.

“Tersangka dan barang bukti saat ini sudah diamankan di Mapolsek Abiansemal. Ngakunya baru satu kali, tapi kami masih melakukan pengembangan,” tukas Iptu Sudana.

GEGARA tega makan teman, Harik Purwanto, 34, harus berurusan dengan hukum.

Purwanto ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek Abiansemal dan dijebloskan ke bui gara-gara menggelapkan sepeda motor sahabatnya sendiri.

Ironisnya lagi, uang hasil menggelapkan motor dipakai untuk bayar hutang dan foya-foya. Seperti apa?

 

ANDRE SULLA, Badung

IBARAT pepatah ‘Air Susu Dibalas Air Tuba’ hal ini juga yang dilakukan Hari Purwanto. Meski sudah dipinjami sepeda motor oleh Santo sahabatnya, namun kepercayaan korban teryata justru disalah gunakan.

Hari tega dan nekat menggadai sepeda motor Honda Beat Nopol AG 4945 VAW milik Santo.

Kasi Humas Polres Badung Iptu Ketut Sudana mengungkapkan, penggelapan sepeda motor yang dilakukan Tersangka Hari Purwanto, berawal saat tersangka meminjam sepeda motor kepada korban pada 8 Juni 2021 sekitar pukul 08.00 pagi lalu.

Saat itu, tersangka meminjam motor dengan berdalih untuk menjemput istrinya di Terminal Tipe A Mengwi, Badung.

Baca Juga:  Polres Badung Sebut Restorative Justice GM & AD Sudah Sesuai Prosedur

Kemudian karena kasihan, korban yang asal Lamongan, Jawa Timur itu menyerahkan motor Honda Beat miliknya kepada tersangka.

Bahkan kata Iptu Sudana, korban tidak menaruh curiga sedikitpun.

Hingga akhirnya, kecurigaan korban baru muncul pada sore hari.

Kecurian korban timbul setelah tersangka yang asal Bondowoso, Jawa Timur itu tak kunjung kembali untuk mengembalikan motor miliknya.

Sempat berusaha menghubungi tersangka, namun korban yang tinggal sementara di Gang Giri Sari, Banjar Latusari, Desa Abiansemal, Kecamatan Abiansemal, Badung gagal.

Ponsel Purwanto mendadak tidak aktif.

Selanjutnya, merasa ditipu oleh temannya, Korban Santo kemudian melaporkan Harik Purwanto ke Polsek Abiansemal.

Kemudian, usai menerima laporan, aparat Polsek Abiansemal langsung melakukan penyelidikan.

Singkat cerita, dari hasil penyelidikan polisi, Purwanto berhasil ditangkap dan diamankan saat berupaya kabur dari Bali di daerah Tegal Badeng, Kecamatan Negara, Jembrana.

Setelah ditangkap, dari hasil introgasi, pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan penggelapan terhadap sepeda motor korban.

Baca Juga:  Telisik Perampokan Circle K , Saksi Sebut Pelaku Berbadan Gemuk

“Purwanto diamankan tanpa perlawanan dan mengaku motor tersebut digadaikan kepada seseorang bernama Holis di daerah Lumajang, Jawa Timur,” tuturnya.

Mendapat keterangan tersebut, Tim Opsnal Polsek Abiansemal melakukan pengembangan ke Lumajang dan berhasil mengamankan barang bukti.

Sepeda motor tersebut dibawa pulang ke Bali untuk dijadikan barang bukti.

Kepada polisi tersangka mengaku melakukan penggelapan tersebut untuk foya-fota dan membayar hutang.

“Motor digadaikan di Lumajang untuk digadaikan dengan harga Rp 5.500.000. Motif dari pelaku melakukan penggelapan tersebut karena masalah ekonomi,” katanya.

Untuk sementara, atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman 4 tahun penjara.

“Tersangka dan barang bukti saat ini sudah diamankan di Mapolsek Abiansemal. Ngakunya baru satu kali, tapi kami masih melakukan pengembangan,” tukas Iptu Sudana.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/