Selasa, 30 Nov 2021
Radar Bali
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Diduga Korupsi Rp16 M, Mantan Sekda Buleleng Dewa Puspaka Ditahan

18 Oktober 2021, 19: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Diduga Korupsi Rp16 M, Mantan Sekda Buleleng Dewa Puspaka Ditahan

Mantan Sekda Buleleng, Dewa Ketut Puspaka dinaikkan ke mobil tahanan Kejaksaan Tinggi Bali menuju Lapas Kerobokan, Badung, Senin (18/10). (ADRIAN SUWANTO/ RADAR BALI)

Share this      

DENPASAR – Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng Dewa Ketut Puspaka, 58, akhirnya resmi ditahan Senin (18/10) siang. Pria asli Ringdikit, Seririt, Buleleng, itu mengenakan rompi tahanan oranye Kejati Bali.

Puspaka diduga menerima uang Rp16 miliar dalam kasus dugaan gratifikasi pembangunan Bandara Bali Utara; pengurusan izin pembangunan Terminal Penerima LNG Celukan Bawang; dan penyewaan lahan tanah di Desa Yeh Sanih. 

Sebelum dibawa ke Lapas Kelas IIA Kerobokan, kesehatan Puspaka dicek. Puspaka juga menjalani tes swab antigen. Setelah hasilnya negatif, Puspaka langsung digiring ke dalam mobil tahanan dan dibawa ke Lapas Kelas IIA Kerobokan.

Baca juga: Ada Dua Senpi yang Disita dari Terdakwa Wilaras

“Kami lakukan penahanan terhadap tersangka untuk 20 hari ke depan,” terang Kasi Penkum Kejati Bali, A Luga Harlianto.

Sekadar mengingatkan, status tersangka Dewa Puspaka diumumkan Plt Kajati Bali, Hutama Wisnu pada 22 Juli 2021. 

Puspaka diduga menerima gratifikasi sekitar Rp16 miliar. 

Pertama, gratifikasi diduga diterima dari beberapa orang dalam rangka membantu percepatan izin pembangunan bandara di pusat. Penyerahan uang gratifikasi dilakukan tiga tahap selama periode 2018-2019.

Kedua, Dewa Puspaka juga diduga menerima gratifikasi dalam pengurusan izin pembangunan Terminal LNG di Desa Celukan Bawang.

Ketiga, Puspaka diduga menerima gratifikasi terkait penyewaan lahan tanah di kawasan Yeh Sanih, Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng yang dilakukan suatu perusahaan periode 2015-2019.

Untuk pembangunan Terminal LNG, Dewa Puspaka diduga telah menerima uang sekitar Rp13 miliar, sementara untuk izin pembangunan Bandara Bali Utara sekitar Rp2,5 miliar. Sisanya dari penyewaan lahan di Yeh Sanih.

(rb/san/yor/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia