Selasa, 30 Nov 2021
Radar Bali
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Dari Sidang Bos BPR Legian, Kuta

Mobil Mewah Titian Wilaras Bakal Dilelang

18 Oktober 2021, 03: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Mobil Mewah Titian Wilaras Bakal Dilelang

PARLENTE : Bos BPR Legian Titian Wilaras (kanan) sebelum dibekuk Mabes Polri. (dok.radarbali)

Share this      

DENPASAR– Tiga pekan setelah Titian Wilaras, 55, dijebloskan ke Lapas Kelas IIA Kerobokan, kini giliran harta bendanya yang bakal dilelang. Salah satunya mobil Land Rover yang disita Kejari Denpasar.

Meski dalam kondisi bekas, mobil mewah jenis jeep milik bos BPR Legian tersebut harganya masih selangit, di atas Rp1 miliar. Dalam dakwaan terungkap mobil tersebut dibeli Titian dari dana BPR Legian.

Selain digunakan untuk membeli mobil, dana bank juga digunakan untuk mendanai berbagai kepentingan pribadi Titian lainnya.

Baca juga: Penggerebekan Diduga Bocor, Polisi hanya Amankan Ayam Aduan

“Untuk proses lelang kami sudah mengajukan surat ke KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang),” ujar Kasi Intel Kejari Denpasar, I Putu Eka Suyantha dikonfirmasi Minggu (17/10).

KPKNL bertugas melaksanakan pelayanan di bidang kekayaan negara, penilaian, piutang negara, dan lelang. Dijelaskan Suyantha, lelang mobil tersebut sesuai putusan kasasi hakim Mahkamah Agung (MA).

Dalam kasasi, selain dipidana delapan tahun penjara, hakim tunggal Salman Luthan juga

menyatakan barang bukti mobil Land Rover dirampas untuk negara. “Sesuai tuntutan JPU,

mobil terpidana dirampas untuk negara,” tandasnya.

Sementara untuk barang bukti berupa senjata api atau pistol dan hand phone (HP)

dirampas untuk dimusnahkan. Ada dua senjata api yang disita jaksa dalam kasus ini. Yakni senjata api merek Beretta kaliber 32 mm dan senjata peluru karet merek Hunter RB, kaliber 9 mm.

Pantauan wartawan ini, mobil milik Titian Wilaras dipindahkan ke halaman belakang gedung

penyimpanan barang bukti. Seorang petugas mengatakan, pemindahan mobil tersebut

lantaran basement gedung penyimpanan barang bukti bakal dipasang pintu pengaman.

Seperti diberitakan sebelumnya, Titian dijemput jaksa eksekutor pada Selasa malam, 28 September 2021, pukul 21.00 di rumahnya di Jalan Pantai Karang Nomor 18, Sanur, Denpasar Selatan. 

Titian yang sudah menyerah itu lantas dibawa ke Lapas Kelas IIA Kerobokan.

Jaksa eksekutor sempat melakukan panggilan eksekusi pertama pada 31 Agustus 2021.

Jaksa meminta Titian datang ke Kejari Denpasar pada 6 September 2021. Namun, saat itu

terdakwa tidak memenuhi panggilan.

Panggilan eksekusi kedua diterbitkan pada 6 September 2021, dengan perintah Titian agar

datang menyerahkan diri pada 13 September 2021. Terpidana kembali tidak memenuhi panggilan. “Tidak datang karena beralasan sakit,” ungkap Suyantha.

Panggilan eksekusi ketiga diterbitkan pada 14 September 2021, dengan perintah Titian datang pada 20 September 2021. Lagi-lagi terpidana tidak memenuhi panggilan karena sakit.

Delapan hari kemudian, tepatnya 28 September 2021, pihak keluarga memberikan informasi kepada Kasi Pidum dan jaksa eksekutor, bahwa Titian dengan sukarela akan datang pada Selasa sore.

Ditunggu hingga sore Titian tidak datang. Jaksa kemudian melakukan pemantauan terhadap terpidana. Setelah dipastikan kondisinya sehat, Titian dibawa oleh jaksa eksekutor. 

(rb/don/san/yor/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia