31.8 C
Denpasar
Thursday, December 8, 2022

Alamak! Dua Bocah Pembunuh Polisi Baharkam Bripda FNS Disebut Sebagai Mucikari

DENPASAR – Pembunuh anggota polisi bertugas di Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Poliri berpangkat Brigadir Polisi Dua atau Bripda berinisial FNS, 22, telah diciduk. Ternyata pelaku berjumlah dua orang dan berstatus pelajarberinisial F, 16, dan A, 15, diamankan  kurang lebih dua jam setelah kejadian. Dan kuat dugaan, dua pelajar ini merupakan mucikaru dari Luh KDS, 22.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali PSK berinisial Luh KDS datang ke di Hotel Permata Dana, Jalan Pidada V, Ubung, Denpasar Utara, tidak sendirian. Dia memiliki seorang gadis  dan dua lelaki masih dibawah umur. “Saya cuma dengar cerita saja dari beberapa penghuni kamar. Katanya dua bocah ini tersinggung dan menusuk seorang pria diduga oknum polisi,” timpal salah satu satu di lokasi kejadian, Kamis pagi (17/11).

Tanpa memberitahukan namanya, Wanita berambut panjang pemilik tato di kaki yang juga salah satu penghuni kamar di hotel tersebut menambahkan, lelaki itu diduga ditusuk menggunakan gunting. “Informasi yang beredar, korban katanya ditusuk menggunakan guntung oleh seorang bocah yang merupakan teman dari wanita (psk) itu. Ada yang mengaku kalau dua bocah itu adalah mucikari,” kisah wanita berambut panjang ini.

Selain itu, PSK yang bermasalah dengan Polisi ini, sudah sering nginap di TKP, lalu di jaga oleh bocah-cocah nakal itu. “Katanya, sepele saja masalah mereka. Korban katanya tidak mau kencan, lalu minta kembali duinya tapi didak dibalikin. Setahu saya itu saja, sisinya saya tidak tahu apa,” kisahnya. Sementara itu, bwberqpa pengelola hotel memilih bungkam dengan adanya peristiwa berdarah ini.

Walaupun demikian, seorang ibu yang ditemui saat sedang nyamuk di halaman depan hotel menyatakan wartawan untuk konfirmasi ke polisi. “Kami diminta jangan berikan keterangan kepada siapapanpun kecuali ke Polresta dan Polsek Dennut. Kamu takut sama polisi, dan takut salah dalam berbicara,” tutur wanita mengaku karyawan hotel.

Kapolsek Denut Iptu I Putu Carlos Dolesgit didampingi Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi, enggan berspekulasi terkait kronologis kejadian hingga kronologis penangkapan. Dia menyatakan bahwa dengan adanya peristiwa menghebohkan ini, dua bocah diamankan da menyandang tersangka tersangka, bahkan sudah ditahan di Mapolresta Denpasar.
“Dua tersangka merupakan anak dibawah umur berinisial F, 16, dan A, 15. Keduanya ditangkap di rumah masing-masing beberapa saat setelah kejadian,” timpalnya. Dua bocah ini masih menjalani pemeriksaan maraton yang ditangani Tim Gabungan Polresta Denpasar dan Polsek Denpasar Utara.

Baca Juga:  Dilayar ke Lapas Bangli 14 Hari, 7 Napi Rapid Test di Kejari Denpasar

Dikatakan, pewan pelajar berinisial F adalah melakukan penusukan. Dia menusuk anggota yang bertugas di Baharkam Polri yang bertugas BKO KTT G20 di Bali ini menggunakan pisau di bagian leher bagian kanan sebanyak satu kali. Sementara A sempat menendang almarhum beberapa kali di bagian pinggul dan dada.

Pun dikatakan, komunikasi awal antara FNS, dan Luh KDS, juga keributan awal saat di dalam kamar, Kapolsek belum bisa beneran lantaran masih dalam tahap penyidikan. Berdalih, saat ditemukan, penusukan atau penganiayaan sudah terjadi. Perwira Balok Dua di pundak ini hanya mengatakan almarhum datang ke lokasi bersama seorang temannya.

Dikatakan, saat ini jenazah polisi asal Sulawesi Selatan tersebut dalam proses otopsi di salah satu RS di Denpasar Sementara itu, Luh KDS saat ini masih dalam pemeriksaan di Mapolresta Denpasar bersama dua bocah F dan A, guna proses penyidikan. Atas perbuatan itu, kedua tersangka dijerat Pasal 351 junto 338 KUHP.

“Untuk sementara dua pasal, tentang penganiayaan mengakibatkan luka berat atau meninggal dunia, dengan ancaman pidana tujuh tahun. Soal dugaan mucikari, kita masih dalami,” pungkasnya. Seperti berita sebelumnya,
Malang nasib seorang oknum anggota Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Poliri berinisial FNS, 22. Ditugaskan untuk Bawah Kendali Operasi (BKO) pengamanan KTT G20 ternyata menjadi korban penusukan dan akhirnya tewas.

Ini gegara secara sepihak cancel bersetubuh dengan Pekerja Seks Komersoal (PSK) berinisial Luh KDS, 22, yang dikenal melalui aplikasi dewasa yakni Michat. Persitiwa berdarah ini, berlangsung di Hotel Permata Dana, Jalan Pidada V, Ubung, Denpasar Utara, Rabu (16/11) sekitar pukul 01.00.

Baca Juga:  Ngeri! Anggota Baharkam Ditikam hingga Sekarat Gegara Cancel Cewek Michat

Kejadian bermula ketika FNS yang diketahui bertugas BKO dalam Pengamanan KTG G20 di Bali ini iseng-iseng melihat aplikasi Michat di Hpnya saat Stan By di Hotel Aston Denpasar. Saat itu dia berkenalan dengan cewek mengaku asli Bali berinis Luh KDS yang  lokasinya tidak begitu jauh dari tempat penginapan anggota polisi ini.

Sampat  Chattingan dengan wanita Open Booking Order (BO) lalu keduanya sepakat dengan harga, Rp 700 ribu namun dapat ditawar dengan harga Net Rp 500 ribu. Kaduanya lalu sepakat bertemu di Hotel Permata Dana, Jalan Pidada V, Ubung, Denpasar Utara, Rabu dini hari. Sampai di Depan penginapan, wanita tersebut menganjurkan oknum polisi ini jepretan bagian depan hotel, pertanda bahwa tidak ada indikasi penipuan.

Sampainya di sana, wanita tersebut mengarahkan anggota Polisi kelahiran Barru, Makassar, Sulsel ini masuk ke kamar No. 37. Dalam keadaan gelap, anggota tersebut sembat terlibat bercerita singkat. Lalu dimitalah pembayaran di Depan sebelum berkencan. Setelah memberikan uang, Polisi ini menyuruh wanita tersebut hidupnya lampu kamar.

Lalu lampu kamar hidup, ternyata FBS mengurungkan niatnya untuk berhubungan badan. Sebab, profil dalam aplikasi dewasa itu beda dengan penampilan asli di profil Michat. Yang mana, PSK ini memasang foto menggunakan filter, sehingga warna kulit terlihat bersih, tubuh seksi dan senyumnya menggoda. Karena cancel secara sepihak dan meminta kembali uang. Cewek ini marah dan tidak mau mengembalikan uangnya.

Luh KDS justru teriak-teriak. Mendengar teriakan itu, datang beberapa pria diduga teman dari PSK tersebut. Mereka marah-mara. Almarhum di dorong dan di tendang. Salah satu dari mereka menusuk leher kanan. Turukan itu diduga fatal lantaran anggota polisi (korban) alami pendarahan.

Satpam Hotel melarikan anggota polisi ini ke RS Wangaya untuk menjalani perawatan medis, namun, beredar kabar yang bersangkutan telah meninggal dunia. Masalah ini telah dilaporkan ke Polsek Denpasar Utara. Lulus langsung amankan PSK Luh KDS dan diperiksa secara maraton. (dre/rid)



DENPASAR – Pembunuh anggota polisi bertugas di Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Poliri berpangkat Brigadir Polisi Dua atau Bripda berinisial FNS, 22, telah diciduk. Ternyata pelaku berjumlah dua orang dan berstatus pelajarberinisial F, 16, dan A, 15, diamankan  kurang lebih dua jam setelah kejadian. Dan kuat dugaan, dua pelajar ini merupakan mucikaru dari Luh KDS, 22.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali PSK berinisial Luh KDS datang ke di Hotel Permata Dana, Jalan Pidada V, Ubung, Denpasar Utara, tidak sendirian. Dia memiliki seorang gadis  dan dua lelaki masih dibawah umur. “Saya cuma dengar cerita saja dari beberapa penghuni kamar. Katanya dua bocah ini tersinggung dan menusuk seorang pria diduga oknum polisi,” timpal salah satu satu di lokasi kejadian, Kamis pagi (17/11).

Tanpa memberitahukan namanya, Wanita berambut panjang pemilik tato di kaki yang juga salah satu penghuni kamar di hotel tersebut menambahkan, lelaki itu diduga ditusuk menggunakan gunting. “Informasi yang beredar, korban katanya ditusuk menggunakan guntung oleh seorang bocah yang merupakan teman dari wanita (psk) itu. Ada yang mengaku kalau dua bocah itu adalah mucikari,” kisah wanita berambut panjang ini.

Selain itu, PSK yang bermasalah dengan Polisi ini, sudah sering nginap di TKP, lalu di jaga oleh bocah-cocah nakal itu. “Katanya, sepele saja masalah mereka. Korban katanya tidak mau kencan, lalu minta kembali duinya tapi didak dibalikin. Setahu saya itu saja, sisinya saya tidak tahu apa,” kisahnya. Sementara itu, bwberqpa pengelola hotel memilih bungkam dengan adanya peristiwa berdarah ini.

Walaupun demikian, seorang ibu yang ditemui saat sedang nyamuk di halaman depan hotel menyatakan wartawan untuk konfirmasi ke polisi. “Kami diminta jangan berikan keterangan kepada siapapanpun kecuali ke Polresta dan Polsek Dennut. Kamu takut sama polisi, dan takut salah dalam berbicara,” tutur wanita mengaku karyawan hotel.

Kapolsek Denut Iptu I Putu Carlos Dolesgit didampingi Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi, enggan berspekulasi terkait kronologis kejadian hingga kronologis penangkapan. Dia menyatakan bahwa dengan adanya peristiwa menghebohkan ini, dua bocah diamankan da menyandang tersangka tersangka, bahkan sudah ditahan di Mapolresta Denpasar.
“Dua tersangka merupakan anak dibawah umur berinisial F, 16, dan A, 15. Keduanya ditangkap di rumah masing-masing beberapa saat setelah kejadian,” timpalnya. Dua bocah ini masih menjalani pemeriksaan maraton yang ditangani Tim Gabungan Polresta Denpasar dan Polsek Denpasar Utara.

Baca Juga:  Dilayar ke Lapas Bangli 14 Hari, 7 Napi Rapid Test di Kejari Denpasar

Dikatakan, pewan pelajar berinisial F adalah melakukan penusukan. Dia menusuk anggota yang bertugas di Baharkam Polri yang bertugas BKO KTT G20 di Bali ini menggunakan pisau di bagian leher bagian kanan sebanyak satu kali. Sementara A sempat menendang almarhum beberapa kali di bagian pinggul dan dada.

Pun dikatakan, komunikasi awal antara FNS, dan Luh KDS, juga keributan awal saat di dalam kamar, Kapolsek belum bisa beneran lantaran masih dalam tahap penyidikan. Berdalih, saat ditemukan, penusukan atau penganiayaan sudah terjadi. Perwira Balok Dua di pundak ini hanya mengatakan almarhum datang ke lokasi bersama seorang temannya.

Dikatakan, saat ini jenazah polisi asal Sulawesi Selatan tersebut dalam proses otopsi di salah satu RS di Denpasar Sementara itu, Luh KDS saat ini masih dalam pemeriksaan di Mapolresta Denpasar bersama dua bocah F dan A, guna proses penyidikan. Atas perbuatan itu, kedua tersangka dijerat Pasal 351 junto 338 KUHP.

“Untuk sementara dua pasal, tentang penganiayaan mengakibatkan luka berat atau meninggal dunia, dengan ancaman pidana tujuh tahun. Soal dugaan mucikari, kita masih dalami,” pungkasnya. Seperti berita sebelumnya,
Malang nasib seorang oknum anggota Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Poliri berinisial FNS, 22. Ditugaskan untuk Bawah Kendali Operasi (BKO) pengamanan KTT G20 ternyata menjadi korban penusukan dan akhirnya tewas.

Ini gegara secara sepihak cancel bersetubuh dengan Pekerja Seks Komersoal (PSK) berinisial Luh KDS, 22, yang dikenal melalui aplikasi dewasa yakni Michat. Persitiwa berdarah ini, berlangsung di Hotel Permata Dana, Jalan Pidada V, Ubung, Denpasar Utara, Rabu (16/11) sekitar pukul 01.00.

Baca Juga:  Bayar Samsat di Bali Lebih Mudah, Begini Sejumlah Inovasinya

Kejadian bermula ketika FNS yang diketahui bertugas BKO dalam Pengamanan KTG G20 di Bali ini iseng-iseng melihat aplikasi Michat di Hpnya saat Stan By di Hotel Aston Denpasar. Saat itu dia berkenalan dengan cewek mengaku asli Bali berinis Luh KDS yang  lokasinya tidak begitu jauh dari tempat penginapan anggota polisi ini.

Sampat  Chattingan dengan wanita Open Booking Order (BO) lalu keduanya sepakat dengan harga, Rp 700 ribu namun dapat ditawar dengan harga Net Rp 500 ribu. Kaduanya lalu sepakat bertemu di Hotel Permata Dana, Jalan Pidada V, Ubung, Denpasar Utara, Rabu dini hari. Sampai di Depan penginapan, wanita tersebut menganjurkan oknum polisi ini jepretan bagian depan hotel, pertanda bahwa tidak ada indikasi penipuan.

Sampainya di sana, wanita tersebut mengarahkan anggota Polisi kelahiran Barru, Makassar, Sulsel ini masuk ke kamar No. 37. Dalam keadaan gelap, anggota tersebut sembat terlibat bercerita singkat. Lalu dimitalah pembayaran di Depan sebelum berkencan. Setelah memberikan uang, Polisi ini menyuruh wanita tersebut hidupnya lampu kamar.

Lalu lampu kamar hidup, ternyata FBS mengurungkan niatnya untuk berhubungan badan. Sebab, profil dalam aplikasi dewasa itu beda dengan penampilan asli di profil Michat. Yang mana, PSK ini memasang foto menggunakan filter, sehingga warna kulit terlihat bersih, tubuh seksi dan senyumnya menggoda. Karena cancel secara sepihak dan meminta kembali uang. Cewek ini marah dan tidak mau mengembalikan uangnya.

Luh KDS justru teriak-teriak. Mendengar teriakan itu, datang beberapa pria diduga teman dari PSK tersebut. Mereka marah-mara. Almarhum di dorong dan di tendang. Salah satu dari mereka menusuk leher kanan. Turukan itu diduga fatal lantaran anggota polisi (korban) alami pendarahan.

Satpam Hotel melarikan anggota polisi ini ke RS Wangaya untuk menjalani perawatan medis, namun, beredar kabar yang bersangkutan telah meninggal dunia. Masalah ini telah dilaporkan ke Polsek Denpasar Utara. Lulus langsung amankan PSK Luh KDS dan diperiksa secara maraton. (dre/rid)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/