alexametrics
25.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Ini Kata Wakil Rektor Undiksha Bidang Kemahasiswaan

WAKIL Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof I Wayan Suastra buka suara terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum BEM. Suastra mengatakan, BEM telah melaporkan hal tersebut pada rektorat. Laporan itu juga telah ditindaklanjuti oleh fakultas.

 

“Keduanya sudah dipanggil. Dari fakultas menginformasikan yang cowok itu sudah meminta maaf secara terbuka secara lisan dan tulisan. Sedangkan yang perempuan, sudah menghadap pada kami ditemani BEM dan MPM (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa, Red),” kata Suastra.

 

Suastra mengatakan laporan itu akan ditindaklanjuti Satgas Pencegahan dan Penanganan Pelecehan Seksual di Undiksha. Satgas disebut akan memanggil para pihak yang berkaitan pada Senin (20/12) mendatang.

 

Nantinya satgas akan merumuskan rekomendasi sanksi yang ditujukan pada rektorat. Suastra memastikan rektorat akan menindaklanjuti rekomendasi yang dikeluarkan oleh satgas.

Baca Juga:  Bangunan SD di Pelosok Buleleng Rusak Bertahun-tahun, Ini Kata Komite

 

“Saat ini kami di rektorat berusaha memberikan pendampingan psikis. Supaya dia merasa nyaman saat diajak bicara,” imbuhnya.

 

Guna mencegah hal yang serupa, Suastra meminta seluruh civitas akademika berbenah diri. Selain itu rektorat, dekanat, dan satgas akan melakukan sosialiasi pencegahan pelecehan seksual dan kekerasan seksual yang lebih masif di lingkungan kampus.

 

“Kondisi saat ini kan secara verbal itu saja sudah masuk pelecehan seksual. Sedangkan yang melakukan maksudnya mungkin berencanda. Nah hal seperti itu tidak boleh terjadi lagi,” tandas Suastra.

 

Sekadar diketahui, oknum fungsionaris Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (BEM Undiksha) berinisial Komang SA diduga melakukan pelecehan seksual pada mahasiswi di kampus setempat.

Baca Juga:  Made Yasa, Kadis yang Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Buka Suara

 

BEM Republik Mahasiswa memutuskan melakukan pemecetan pada oknum fungsionaris tersebut.

 

Peristiwa pelecehan seksual itu terjadi pada 4 Agustus silam. Namun, mahasiswa yang menjadi korban baru berani mengadukan masalah tersebut pada BEM Undiksha pada akhir November lalu.


WAKIL Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof I Wayan Suastra buka suara terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum BEM. Suastra mengatakan, BEM telah melaporkan hal tersebut pada rektorat. Laporan itu juga telah ditindaklanjuti oleh fakultas.

 

“Keduanya sudah dipanggil. Dari fakultas menginformasikan yang cowok itu sudah meminta maaf secara terbuka secara lisan dan tulisan. Sedangkan yang perempuan, sudah menghadap pada kami ditemani BEM dan MPM (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa, Red),” kata Suastra.

 

Suastra mengatakan laporan itu akan ditindaklanjuti Satgas Pencegahan dan Penanganan Pelecehan Seksual di Undiksha. Satgas disebut akan memanggil para pihak yang berkaitan pada Senin (20/12) mendatang.

 

Nantinya satgas akan merumuskan rekomendasi sanksi yang ditujukan pada rektorat. Suastra memastikan rektorat akan menindaklanjuti rekomendasi yang dikeluarkan oleh satgas.

Baca Juga:  Hari Ini, USBN dan UN SMP Serentak Digelar

 

“Saat ini kami di rektorat berusaha memberikan pendampingan psikis. Supaya dia merasa nyaman saat diajak bicara,” imbuhnya.

 

Guna mencegah hal yang serupa, Suastra meminta seluruh civitas akademika berbenah diri. Selain itu rektorat, dekanat, dan satgas akan melakukan sosialiasi pencegahan pelecehan seksual dan kekerasan seksual yang lebih masif di lingkungan kampus.

 

“Kondisi saat ini kan secara verbal itu saja sudah masuk pelecehan seksual. Sedangkan yang melakukan maksudnya mungkin berencanda. Nah hal seperti itu tidak boleh terjadi lagi,” tandas Suastra.

 

Sekadar diketahui, oknum fungsionaris Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (BEM Undiksha) berinisial Komang SA diduga melakukan pelecehan seksual pada mahasiswi di kampus setempat.

Baca Juga:  Dihukum 8 Tahun Penjara, Eksekusi Bos BPR Legian Gabeng

 

BEM Republik Mahasiswa memutuskan melakukan pemecetan pada oknum fungsionaris tersebut.

 

Peristiwa pelecehan seksual itu terjadi pada 4 Agustus silam. Namun, mahasiswa yang menjadi korban baru berani mengadukan masalah tersebut pada BEM Undiksha pada akhir November lalu.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/