27.6 C
Denpasar
Tuesday, January 31, 2023

Pengedar Narkoba Melonjak, Terbanyak Dari Pekerja Wisata Korban PHK

MESKI masih dalam situasi pandemi Covid-19, angka kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum sepanjang tahun 2021 justru melonjak.

Ironisnya, kenaikan kasus ini terjadi justru dengan makin banyaknya pengedar dibanding korban (pengguna). Kok bisa?

JULIADI, Tabanan

SATUAN Reserse Narkoba Polres Tabanan merilis kasus penangkapan tersangka narkoba, Jumat (17/12).

Dari data yang dirilis pihak kepolisian, terjadi peningkatan kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Tabanan.

Peningkatan itu terlihat dari perbandingan kasus pada Tahun 2020 dan 2021. Pada tahun 2020 lalu, terdapat 31 kasus narkotika yang berhasil diungkap. Sedangkan di tahun 2021 terdapat 39 kasus.

“Artinya ada naik 8 kasus atau sekitar 30 persen,” terang Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra didampingi Kasat Narkoba Polres Tabanan AKP I Gede Sudiarna Putra.

Disisi lain, dari jumlah kasus yang berhasil diungkap, Kapolres menyebut jumlah barang bukti yang berhasil diamankan pun juga mengalami kenaikan.

Barang bukti narkotika jenis sabu-sabu tahun 2020 ada sekitar 70,24 gram dan tahun 2021 menjadi 200,82 gram.

Baca Juga:  Hakim MA Tolak Kasasi Jaksa, Terdakwa Kasus Korupsi Pepadu Bebas

Sedangkan untuk tembakau gorilla sebanyak 2,41 gram tahun 2020, namun tahun 2021 nihil barang bukti.

“Nah yang menarik adalah barang bukti ganja dan ekstasi. Ganja tahun 2020 nihil barang bukti justru di tahun 2021 sebanyak 4,95 gram barang bukti ganja yang berhasil diamankan. Kemudian obat-obatan ekstasi tahun 2020 juga nihil dan tahun 2021 ada sekitar 30.434 butir yang berhasil kami amankan,” ungkapnya.

AKBP Ranefli juga menambahkan data lainnya soal tersangka penyalahgunaan narkoba. Tahun 2020 lalu jumlah pengguna atau pemakai narkoba sebanyak 19 orang yang tertangkap. Kemudian tahun 2021 hanay 4 tersangka narkoba yang berhasil diamankan.

Selain itu, yang menarik, peningkatan dari tersangka pengedar narkoba. Tahun 2020 hanya 12 tersangka berstatus pengedar yang ditangkap. Sementara tahun 2021 jumlah meningkat menjadi 43 orang. peningkatan cukup signifikan 90 persen lebih.

“Peningkatan ini tak lepas dari kerja aparat penegak hukum terutama Satres Narkoba yang bekerja melakukan penyelidikan kasus di Tabanan,” jelasnya.

Baca Juga:  Didenda Rp 50 Ribu, Hakim Trisnajaya: Ibu-ibu Ada Uang Beli Beras?

Sementara Kasat Reserse Narkoba Polres Tabanan AKP I Gede Sudiarna Putra menambahkan penyebab tingginya kasus penyalahgunaan narkoba di Tabanan karena beberapa faktor.

Satu sisi memang adanya dampak pandemi Covid-19 yang menyebabkan masyarakat kehilangan pekerjaan (PHK) dari perusahaan atau tempat mereka bekerja.

Sisi lain juga dianggap pekerjaan sebagai pengedar narkotika bisa menjadi pekerjaan sampingan atau nyambi. Karena keuntungan yang menggiurkan.

Sekali tempel dapat Rp 50 ribu. Kalau dapat 10 tempel sudah mendapat uang Rp 500 ribu per harinya.

“Ini yang membuat jumlah pengedar narkotika di Tabanan bertambah ketimbang jumlah pengguna narkoba,” jelasnya.

Pengguna dan pengedar narkotika ini sebagai besar yang ditangkap sepanjang tahun 2021 adalah para pelaku pariwisata yang beralih profesi untuk menjual narkotika.

Sementara itu lokasi-lokasi yang masuk daerah rawan peredaran narkoba di Tabanan. Yakni berada di kecamatan Penebel, Pupuan, Selemadeg Barat termasuk yang daerah Baturiti dan Daerah Kediri. 



MESKI masih dalam situasi pandemi Covid-19, angka kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum sepanjang tahun 2021 justru melonjak.

Ironisnya, kenaikan kasus ini terjadi justru dengan makin banyaknya pengedar dibanding korban (pengguna). Kok bisa?

JULIADI, Tabanan

SATUAN Reserse Narkoba Polres Tabanan merilis kasus penangkapan tersangka narkoba, Jumat (17/12).

Dari data yang dirilis pihak kepolisian, terjadi peningkatan kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Tabanan.

Peningkatan itu terlihat dari perbandingan kasus pada Tahun 2020 dan 2021. Pada tahun 2020 lalu, terdapat 31 kasus narkotika yang berhasil diungkap. Sedangkan di tahun 2021 terdapat 39 kasus.

“Artinya ada naik 8 kasus atau sekitar 30 persen,” terang Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra didampingi Kasat Narkoba Polres Tabanan AKP I Gede Sudiarna Putra.

Disisi lain, dari jumlah kasus yang berhasil diungkap, Kapolres menyebut jumlah barang bukti yang berhasil diamankan pun juga mengalami kenaikan.

Barang bukti narkotika jenis sabu-sabu tahun 2020 ada sekitar 70,24 gram dan tahun 2021 menjadi 200,82 gram.

Baca Juga:  Mucikari Prostitusi Online Dijerat Pasal Berlapis, Terancam 10 Tahun

Sedangkan untuk tembakau gorilla sebanyak 2,41 gram tahun 2020, namun tahun 2021 nihil barang bukti.

“Nah yang menarik adalah barang bukti ganja dan ekstasi. Ganja tahun 2020 nihil barang bukti justru di tahun 2021 sebanyak 4,95 gram barang bukti ganja yang berhasil diamankan. Kemudian obat-obatan ekstasi tahun 2020 juga nihil dan tahun 2021 ada sekitar 30.434 butir yang berhasil kami amankan,” ungkapnya.

AKBP Ranefli juga menambahkan data lainnya soal tersangka penyalahgunaan narkoba. Tahun 2020 lalu jumlah pengguna atau pemakai narkoba sebanyak 19 orang yang tertangkap. Kemudian tahun 2021 hanay 4 tersangka narkoba yang berhasil diamankan.

Selain itu, yang menarik, peningkatan dari tersangka pengedar narkoba. Tahun 2020 hanya 12 tersangka berstatus pengedar yang ditangkap. Sementara tahun 2021 jumlah meningkat menjadi 43 orang. peningkatan cukup signifikan 90 persen lebih.

“Peningkatan ini tak lepas dari kerja aparat penegak hukum terutama Satres Narkoba yang bekerja melakukan penyelidikan kasus di Tabanan,” jelasnya.

Baca Juga:  Fix, Terjerat Kasus Pungli, Jabatan Perbekel Gadungan Segera Dipreteli

Sementara Kasat Reserse Narkoba Polres Tabanan AKP I Gede Sudiarna Putra menambahkan penyebab tingginya kasus penyalahgunaan narkoba di Tabanan karena beberapa faktor.

Satu sisi memang adanya dampak pandemi Covid-19 yang menyebabkan masyarakat kehilangan pekerjaan (PHK) dari perusahaan atau tempat mereka bekerja.

Sisi lain juga dianggap pekerjaan sebagai pengedar narkotika bisa menjadi pekerjaan sampingan atau nyambi. Karena keuntungan yang menggiurkan.

Sekali tempel dapat Rp 50 ribu. Kalau dapat 10 tempel sudah mendapat uang Rp 500 ribu per harinya.

“Ini yang membuat jumlah pengedar narkotika di Tabanan bertambah ketimbang jumlah pengguna narkoba,” jelasnya.

Pengguna dan pengedar narkotika ini sebagai besar yang ditangkap sepanjang tahun 2021 adalah para pelaku pariwisata yang beralih profesi untuk menjual narkotika.

Sementara itu lokasi-lokasi yang masuk daerah rawan peredaran narkoba di Tabanan. Yakni berada di kecamatan Penebel, Pupuan, Selemadeg Barat termasuk yang daerah Baturiti dan Daerah Kediri. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru