alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Penyidik Pidsus Periksa Tim Pemeriksa Barang di Dinsos Karangasem

AMLAPURA – Pemeriksaan marathon terus dilakukan penyidik dari Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Karangasem dalam perkara dugaan korupsi pengadaan masker scuba di Karangasem.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Tim Pemeriksa Hasil Pekerjaan (TPHP) Dinas Sosial Karangasem pada Kamis (16/12) lalu.

Terbaru, kini giliran tim pemeriksa barang yang diperiksa penyidik.

 

Kasi Intel Kejari Karangasem, I Dewa Gede Semara Putra mengungkapkan, pemeriksaan yang dilakukan penyidik meliputi tugas dari tim pemeriksa barang berkenaan dengan pengadaan masker jenis scuba oleh Dinas Sosial di tahun 2020 lalu.

“Ya ditanyakan seputar siapa yang memerintahkan,” ujarnya dikonfirmasi Jumat (17/12) kemarin.

Kata dia, dari pengakuan tim pemeriksaan, mereka bekerja berdasakan Surat Keputusan (SK) yang ada. Nantinya keterangan ini dijadikan bukti tambahan.

Baca Juga:  Mantan Bupati Karangasem Mas Sumatri Diperiksa 3 Jam

“Ya mereka mengatakan bahwa bekerja sesuai SK dari PPK,” katanya.

Sementara disinggung apakah dari keterangan tersebut, tim penyidik mendapatkan alat bukti untuk menjerat tersangka baru.

Semara Putra mengaku belum ada. “Belum ada. Penyidik belum tetapkan tersangka baru. Dan penyidik masih mengumpulkan  alat bukti tambahan yang kiranya akan mengarah kepada tersangka baru,” tutur Jaksa asal Bangli ini.

Tim penyidik saat ini tinggal menunggu hasil penghitungan kerugian negara dari BPKP Provinsi Bali. Setelah laporan kerugian diterima oleh Tim penyidik, selanjutnya akan dilakuka pemberkasan.

“Tinggal nanti merampungkan pemberkasan saja,” tandas Semara Putra.

Seperti diketahui, penyidik telah menetapkan tujuh pejabat di Karangasem  sebagai tersangka kasus masker di Dinas Sosial Karangasen.

Baca Juga:  Pelindo III Ngotot AMDAL Bukan Produk KLHK, WALHI Berang Bukan Main

Tujuh tersangka yakni IGB, pejabat esellon II B yang sebelumnya meenjabat sebagai Kepala Dinsos Karangasem dan terakhir menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan.

Sedangkaan IGS, IWB, INR, IKSA, NKS, dan IGPY kini masih bertugas di Dinsos. Ketujuh tersangka itu dinyatakan terlibat dalam kasus yang menelan kerugian negara hampir Rp 2 miliar tersebut. 

- Advertisement -

- Advertisement -

AMLAPURA – Pemeriksaan marathon terus dilakukan penyidik dari Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Karangasem dalam perkara dugaan korupsi pengadaan masker scuba di Karangasem.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Tim Pemeriksa Hasil Pekerjaan (TPHP) Dinas Sosial Karangasem pada Kamis (16/12) lalu.

Terbaru, kini giliran tim pemeriksa barang yang diperiksa penyidik.


 

Kasi Intel Kejari Karangasem, I Dewa Gede Semara Putra mengungkapkan, pemeriksaan yang dilakukan penyidik meliputi tugas dari tim pemeriksa barang berkenaan dengan pengadaan masker jenis scuba oleh Dinas Sosial di tahun 2020 lalu.

“Ya ditanyakan seputar siapa yang memerintahkan,” ujarnya dikonfirmasi Jumat (17/12) kemarin.

Kata dia, dari pengakuan tim pemeriksaan, mereka bekerja berdasakan Surat Keputusan (SK) yang ada. Nantinya keterangan ini dijadikan bukti tambahan.

Baca Juga:  Kejaksaan Tingggi Bali Ganti Sopir, Namanya Ade Tajudin Sutiawarman

“Ya mereka mengatakan bahwa bekerja sesuai SK dari PPK,” katanya.

Sementara disinggung apakah dari keterangan tersebut, tim penyidik mendapatkan alat bukti untuk menjerat tersangka baru.

Semara Putra mengaku belum ada. “Belum ada. Penyidik belum tetapkan tersangka baru. Dan penyidik masih mengumpulkan  alat bukti tambahan yang kiranya akan mengarah kepada tersangka baru,” tutur Jaksa asal Bangli ini.

Tim penyidik saat ini tinggal menunggu hasil penghitungan kerugian negara dari BPKP Provinsi Bali. Setelah laporan kerugian diterima oleh Tim penyidik, selanjutnya akan dilakuka pemberkasan.

“Tinggal nanti merampungkan pemberkasan saja,” tandas Semara Putra.

Seperti diketahui, penyidik telah menetapkan tujuh pejabat di Karangasem  sebagai tersangka kasus masker di Dinas Sosial Karangasen.

Baca Juga:  Surat dari BPKP Turun, Kejari Buka Lagi Kasus Tukad Mati

Tujuh tersangka yakni IGB, pejabat esellon II B yang sebelumnya meenjabat sebagai Kepala Dinsos Karangasem dan terakhir menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan.

Sedangkaan IGS, IWB, INR, IKSA, NKS, dan IGPY kini masih bertugas di Dinsos. Ketujuh tersangka itu dinyatakan terlibat dalam kasus yang menelan kerugian negara hampir Rp 2 miliar tersebut. 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/