alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Hindari Polisi, Gelar Tajen Saat Hujan Lebat, Dua Warga Panji Dibekuk

SINGARAJA– Dewa Gede Gogik, 31, dan Gusti Ngurah Adi, 33, dua warga Desa Panji, Kecamatan Sukasada, kini harus berurusan dengan polisi.

Keduanya diamankan gara-gara tertangkap tangan tengah menggelar judi sabung ayam alias tajen di wilayah Banjar Dinas Mandul, Desa Panji pada Minggu sore lalu (17/1).

Kanit Pidana Umum Satuan Reskrim Polres Buleleng Ipda Kevin Simatupang mengatakan, keduanya menggelar judi tajen di sekitar rumahnya, sekitar pukul 17.00 WITA.

Polisi yang mendapat informasi adanya gelaran judi tajen langsung mendatangi lokasi.

Menurut Kevin, keduanya menggelar judi di tengah suasana hujan lebat. Mereka merasa aman menggelar sabung ayam dalam kondisi tersebut, karena yakin tak akan terendus pihak kepolisian.

Baca Juga:  Ancam Korban Pakai Parang, Masuk Penjara, Ini Alasan Eks Anggota Ormas

“Kami dapat informasi dari warga sekitar. Mungkin karena dalam kondisi hujan, mereka beranggapan aman tidak ada petugas yang datang. Langsung kami turun ke lokasi lakukan penggerebekan,” kata Kevin saat ditemui di Mapolres Buleleng, Selasa (19/1).

Di lokasi, polisi mengamankan dua orang penyelenggara judi serta uang tunai sebanyak Rp 135 ribu. Polisi juga mengamankan dua ekor ayam aduan (cundang) yang sudah mati, serta seekor ayam aduan yang masih hidup.

Sementara terkait kasus ini, kedua tersangka tak hanya dijerat Pasal 303 KUHP tentang perjudian. Namun, kedua tersangka juga dijerat Pasal 93 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Baca Juga:  FIX! Kejari Denpasar Tetapkan Dua Tersangka Korupsi LPD Serangan

“Karena mereka juga memicu kerumunan warga. Sedangkan kita saat ini masih pandemi, lebih lagi di beberapa daerah masih diberlakukan pembatasan aktivitas. Mereka tidak mematuhi penyelenggaraan karantina kesehatan, sehingga bisa menyebabkan kedaruratan kesehatan,” tukas Kevin.



SINGARAJA– Dewa Gede Gogik, 31, dan Gusti Ngurah Adi, 33, dua warga Desa Panji, Kecamatan Sukasada, kini harus berurusan dengan polisi.

Keduanya diamankan gara-gara tertangkap tangan tengah menggelar judi sabung ayam alias tajen di wilayah Banjar Dinas Mandul, Desa Panji pada Minggu sore lalu (17/1).

Kanit Pidana Umum Satuan Reskrim Polres Buleleng Ipda Kevin Simatupang mengatakan, keduanya menggelar judi tajen di sekitar rumahnya, sekitar pukul 17.00 WITA.

Polisi yang mendapat informasi adanya gelaran judi tajen langsung mendatangi lokasi.

Menurut Kevin, keduanya menggelar judi di tengah suasana hujan lebat. Mereka merasa aman menggelar sabung ayam dalam kondisi tersebut, karena yakin tak akan terendus pihak kepolisian.

Baca Juga:  Utang Piutang Picu Preman Rusak Rumah Warga, Temuan Polisi Mengejutkan

“Kami dapat informasi dari warga sekitar. Mungkin karena dalam kondisi hujan, mereka beranggapan aman tidak ada petugas yang datang. Langsung kami turun ke lokasi lakukan penggerebekan,” kata Kevin saat ditemui di Mapolres Buleleng, Selasa (19/1).

Di lokasi, polisi mengamankan dua orang penyelenggara judi serta uang tunai sebanyak Rp 135 ribu. Polisi juga mengamankan dua ekor ayam aduan (cundang) yang sudah mati, serta seekor ayam aduan yang masih hidup.

Sementara terkait kasus ini, kedua tersangka tak hanya dijerat Pasal 303 KUHP tentang perjudian. Namun, kedua tersangka juga dijerat Pasal 93 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Baca Juga:  Guru dan Pegawai Paksa Pelajar Threesome, Cerita Aslinya Bikin Ngenes

“Karena mereka juga memicu kerumunan warga. Sedangkan kita saat ini masih pandemi, lebih lagi di beberapa daerah masih diberlakukan pembatasan aktivitas. Mereka tidak mematuhi penyelenggaraan karantina kesehatan, sehingga bisa menyebabkan kedaruratan kesehatan,” tukas Kevin.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/