alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Oknum Polisi yang Mengintimidasi Warga Ngaku dari Polsek dan Polresta

BADUNG – Siswo Sumarto alias Bowo, kuasa hukum dari ahli waris pemilik lahan, I Made Suka, mengatakan, pihaknya mendatangi Propam Polda Bali karena sejumlah orang yang diduga oknum polisi itu mengaku dari Polsek Kuta Selatan dan dari Polresta Denpasar. 

 

“Mereka bilang dari Polsek Kuta Selatan dan Polresta Denpasar,” kata Bowo bersama I Made Sugianta, kuasa hukum lainnya ditemui di Mapolda Bali, Sabtu (19/2).

 

Bowo menjelaskan, saat sejumlah oknum datang, ahli waris yang dalam perkara ini mempertanyakan kunjungan mereka untuk apa. Namun mereka tidak menjawab.

 

“Ditanya kepentingannya apa mereka tidak jawab. Mereka menutupi identitasnya. Terjadi perdebatan yang memanas,” terangnya.

 

Bahkan, saat diminta menunjukkan surat tugas, sejumlah oknum polisi itu malah menunjukkan surat berbeda.

 

Jelas saja, kata Bowo, pihak keluarga ahli waris merasa resah dan merasa diintimidasi. Sejumlah oknum yang diduga polisi itu berjumlah lebih dari lima orang mereka datang menggunakan sepeda motor dan mobil.

Baca Juga:  Bos Maspion Tergiur Janji Sudikerta Karena Dijanjikan Bangun Hotel

 

Hal itu kata dia cukup menggangu, apalagi tanggal 21 Februari mendatang pihak keluarga ahli waris akan melaksanakan ngaben untuk orang tua mereka yang sudah meninggal.

 

Sementara itu, sebelumnya, eksekusi lahan yang dilakukan  juru sita Pengadilan Negeri (PN) Denpasar terhadap lahan 5,68 hektare di Ungasan, Kuta Selatan pada Rabu (9/2/2022) lalu gagal dilakukan.

 

Sengketa lahan sendiri bermula saat ahli waris Made Suka selaku anak dari Nureg dengan pihak pembeli Bambang Samiyono. Dimana awalnya ahli waris sepakat menjualtanah seluas 5,68 hektar dengan nilai Rp. 2 milyar lebih, kepada Bambang Samiyono. Itu terjadi tahun 1992.

 

Proses pembuatan akte jual beli dilakukan melalui notaris Candra beralamat jalan Kepundung Denpasar, pembayaran menggunakan 8 cek. Lalu masalah pertama muncul ketika cek tersebut di cairkan. Namun ternyata tidak ada dananya. Lalu cek itu kembalikan kembali ke pihak pembeli melalui notaris Putu Chandra, sedangkan pihak penjual diberikan hanya foto copy cek.

Baca Juga:  Terungkap, Tersangka Curi 21 Motor untuk Berjudi dan Foya-foya

 

Yang aneh, tanpa sepengetahuan pemilik  sertifikat tanah yang dijual ternyata sudah di jaminkan kredit di salah satu bank di Jakarta dan kreditnya sudah cair. Akan tetapi Bambang Samiyono selaku pembeli belum membayar luas kepada Made Suka selaku pemilik.

 

Singkat cerita, Bambang Samiyono tak mampu membayar kredit, sehingga pihak bank melelang obyek tanah sesuai lokasi pada sertifikat yang dijadikan anggunan. Lelang itu pun dimenangkan oleh Herman Lie. Sehingga berdasarkan keputusan pengadilan Negeri Denpasar, eksekusi lanah  itu pun dilakukan pada Rabu (9/2/2022) lalu. 

 

Namun proses eksekusi lahan itu pun masih berjalan alot dan berujung gagal. Lantaran pihak ahli waris merasa belum menerima pembayaran lunas dari pihak Bambang. Pihak ahli waris merasa jika obyek itu masih menjadi hak miliknya.



BADUNG – Siswo Sumarto alias Bowo, kuasa hukum dari ahli waris pemilik lahan, I Made Suka, mengatakan, pihaknya mendatangi Propam Polda Bali karena sejumlah orang yang diduga oknum polisi itu mengaku dari Polsek Kuta Selatan dan dari Polresta Denpasar. 

 

“Mereka bilang dari Polsek Kuta Selatan dan Polresta Denpasar,” kata Bowo bersama I Made Sugianta, kuasa hukum lainnya ditemui di Mapolda Bali, Sabtu (19/2).

 

Bowo menjelaskan, saat sejumlah oknum datang, ahli waris yang dalam perkara ini mempertanyakan kunjungan mereka untuk apa. Namun mereka tidak menjawab.

 

“Ditanya kepentingannya apa mereka tidak jawab. Mereka menutupi identitasnya. Terjadi perdebatan yang memanas,” terangnya.

 

Bahkan, saat diminta menunjukkan surat tugas, sejumlah oknum polisi itu malah menunjukkan surat berbeda.

 

Jelas saja, kata Bowo, pihak keluarga ahli waris merasa resah dan merasa diintimidasi. Sejumlah oknum yang diduga polisi itu berjumlah lebih dari lima orang mereka datang menggunakan sepeda motor dan mobil.

Baca Juga:  Terungkap, Tersangka Curi 21 Motor untuk Berjudi dan Foya-foya

 

Hal itu kata dia cukup menggangu, apalagi tanggal 21 Februari mendatang pihak keluarga ahli waris akan melaksanakan ngaben untuk orang tua mereka yang sudah meninggal.

 

Sementara itu, sebelumnya, eksekusi lahan yang dilakukan  juru sita Pengadilan Negeri (PN) Denpasar terhadap lahan 5,68 hektare di Ungasan, Kuta Selatan pada Rabu (9/2/2022) lalu gagal dilakukan.

 

Sengketa lahan sendiri bermula saat ahli waris Made Suka selaku anak dari Nureg dengan pihak pembeli Bambang Samiyono. Dimana awalnya ahli waris sepakat menjualtanah seluas 5,68 hektar dengan nilai Rp. 2 milyar lebih, kepada Bambang Samiyono. Itu terjadi tahun 1992.

 

Proses pembuatan akte jual beli dilakukan melalui notaris Candra beralamat jalan Kepundung Denpasar, pembayaran menggunakan 8 cek. Lalu masalah pertama muncul ketika cek tersebut di cairkan. Namun ternyata tidak ada dananya. Lalu cek itu kembalikan kembali ke pihak pembeli melalui notaris Putu Chandra, sedangkan pihak penjual diberikan hanya foto copy cek.

Baca Juga:  Cckkk...Kru Water Sport Itu Ajak Wik Wik Turis Tiongkok di Tengah Laut

 

Yang aneh, tanpa sepengetahuan pemilik  sertifikat tanah yang dijual ternyata sudah di jaminkan kredit di salah satu bank di Jakarta dan kreditnya sudah cair. Akan tetapi Bambang Samiyono selaku pembeli belum membayar luas kepada Made Suka selaku pemilik.

 

Singkat cerita, Bambang Samiyono tak mampu membayar kredit, sehingga pihak bank melelang obyek tanah sesuai lokasi pada sertifikat yang dijadikan anggunan. Lelang itu pun dimenangkan oleh Herman Lie. Sehingga berdasarkan keputusan pengadilan Negeri Denpasar, eksekusi lanah  itu pun dilakukan pada Rabu (9/2/2022) lalu. 

 

Namun proses eksekusi lahan itu pun masih berjalan alot dan berujung gagal. Lantaran pihak ahli waris merasa belum menerima pembayaran lunas dari pihak Bambang. Pihak ahli waris merasa jika obyek itu masih menjadi hak miliknya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/