alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Polisi Pastikan Bus Maut Alami Rem Blong, Sopir Terancam 6 Tahun Bui

DENPASAR – Sopir bus pariwisata maut bernama Abdulloh Aziz alias Duok, 42, akhirnya menyerahkan diri ke petugas kepolisian setelah memicu tabrakan beruntun

dan memakan korban jiwa di Jalan Raya Uluwatu, depan Swalayan Pepito, GWK Jimbaran KM 33, Kuta Selatan Badung, Jumat, 13 April 2018 sekitar 14.00.

“Benar, pelaku telah menyerahkan diri setelah kami bujuk lewat istrinya. Pelaku menyerahkan diri ke Polsek Wiyung, Surabaya,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Hadi Purnomo kemarin.

Lantas, apa kata pelaku? Menurut Kombes Hadi, berdasar hasil pengembangan penyidikan, usai kejadian, Abdullah sebenarnya langsung turun dari bus untuk mengecek korban.

“Namun, warga berteriak, mana sopirnya, mana sopirnya, jadi dia ketakutan dan memilih kabur,” imbuh Kombes Hadi.

Dari TKP, pelaku naik ojek menuju kosan. Setelah mengambil pakaian, dengan ojek yang sama, ia diantar ke Jembrana lalu naik bus ke penyebrangan dan akhirnya ia sampai di Ketapang, Banyuwangi.

Kasatlantas Polresta Denpasar Kompol Rahmawati Ismail mengatakan, insiden maut itu bermula ketika sopir bus maut membawa 40 wisatawan Tiongkok, 1 tour guide, dan 1 kondektur.

Baca Juga:  Bekuk TSK Subuh-subuh, Polda Bongkar Kronologis Perampok Manajer Vila

Mereka datang dari salah satu hotel kawasan Uluwatu, lalu melaju ke arah Jimbaran. Sampai di turunan objek wisata patung GWK di Jalan Uluwatu,

sopir bus tidak dapat menguasai bus (human error) karena rem blong sehingga menyebabkan terjadi tabrakan beruntun dan seorang meninggal, seorang luka ringan.

Pertama, bus menyerempet sepeda motor yang tak diketahui identitas dan posisinya di depan bus maut.

Diduga karena tak bisa mengendarikan bus, akhirnya bus terus melaju menabrak yang di depannya lagi yakni mobil Toyota Avanza DK 520 FS yang dikemudikan Putu Tridanaya.

Bus terus melaju dan menabrak mobil Toyota Kijang Inova DK 1605 OK yang dikemudikan Nyoman Wistawan, lanjut menabrak Toyota Avanza DK 1469 ME yang dikemudikan Robinson Ama.

Bus maut lalu melaju oleng ke kiri dan menabrak mobil pick DK 8616 UM yang berhenti ditrotoar dan di depannya parkir mobil Toyota Yaris DK 1891 JF.

Di sana ternyata ada sopir pikap  Ida Bagus Putu Adnyana sedang turun bermaksud membeli kopi tiba-tiba ditabrak dari belakang yang menyebabkan korban meninggal dunia di TKP.

Baca Juga:  Terungkap! Sebelum Didor, Duo Perampok Incar Nasabah di Gianyar

Bus masih saja melaju mendorong dua mobil (Avanza Dan Innova) dan menabrak Yamaha Vega DK 5378 GO yang dikendarai Abdul Jalil menyebabkan bus berbelok ke kanan arah pintu GWK.

Setelah itu bus  menabrak minibus Isuzu DK 1397 BS yang dikemudikan oleh I Nyoman Aryanto Guna Wijaya yang berhenti dan akan membelok menuju GWK.

Tak hanya itu, bus oleng lagi ke kiri arah jalan utama menabrak sepeda motor Honda Supra DK 6002 CF yang dikendarai oleh I Putu Budi Artana

yang datang dari arah berlawanan hingga akhirnya bus berhenti saat menabrak tiang listrik dan tembok rumah warga di barat jalan.

“Sopir bus maut bernama Abdulloh Aziz alias Duok, 42, disangkakan dengan pasal Pasal 310 ayat (4), (3) dan (1) UU no 22 tahun 2009, diancam dengan pidana penjara paling lama 6 tahun penjara,” pungkasnya.



DENPASAR – Sopir bus pariwisata maut bernama Abdulloh Aziz alias Duok, 42, akhirnya menyerahkan diri ke petugas kepolisian setelah memicu tabrakan beruntun

dan memakan korban jiwa di Jalan Raya Uluwatu, depan Swalayan Pepito, GWK Jimbaran KM 33, Kuta Selatan Badung, Jumat, 13 April 2018 sekitar 14.00.

“Benar, pelaku telah menyerahkan diri setelah kami bujuk lewat istrinya. Pelaku menyerahkan diri ke Polsek Wiyung, Surabaya,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Hadi Purnomo kemarin.

Lantas, apa kata pelaku? Menurut Kombes Hadi, berdasar hasil pengembangan penyidikan, usai kejadian, Abdullah sebenarnya langsung turun dari bus untuk mengecek korban.

“Namun, warga berteriak, mana sopirnya, mana sopirnya, jadi dia ketakutan dan memilih kabur,” imbuh Kombes Hadi.

Dari TKP, pelaku naik ojek menuju kosan. Setelah mengambil pakaian, dengan ojek yang sama, ia diantar ke Jembrana lalu naik bus ke penyebrangan dan akhirnya ia sampai di Ketapang, Banyuwangi.

Kasatlantas Polresta Denpasar Kompol Rahmawati Ismail mengatakan, insiden maut itu bermula ketika sopir bus maut membawa 40 wisatawan Tiongkok, 1 tour guide, dan 1 kondektur.

Baca Juga:  Ungkap 4 Korban Tewas, Cairan Kimia di TKP di Jimbaran Diuji Labfor

Mereka datang dari salah satu hotel kawasan Uluwatu, lalu melaju ke arah Jimbaran. Sampai di turunan objek wisata patung GWK di Jalan Uluwatu,

sopir bus tidak dapat menguasai bus (human error) karena rem blong sehingga menyebabkan terjadi tabrakan beruntun dan seorang meninggal, seorang luka ringan.

Pertama, bus menyerempet sepeda motor yang tak diketahui identitas dan posisinya di depan bus maut.

Diduga karena tak bisa mengendarikan bus, akhirnya bus terus melaju menabrak yang di depannya lagi yakni mobil Toyota Avanza DK 520 FS yang dikemudikan Putu Tridanaya.

Bus terus melaju dan menabrak mobil Toyota Kijang Inova DK 1605 OK yang dikemudikan Nyoman Wistawan, lanjut menabrak Toyota Avanza DK 1469 ME yang dikemudikan Robinson Ama.

Bus maut lalu melaju oleng ke kiri dan menabrak mobil pick DK 8616 UM yang berhenti ditrotoar dan di depannya parkir mobil Toyota Yaris DK 1891 JF.

Di sana ternyata ada sopir pikap  Ida Bagus Putu Adnyana sedang turun bermaksud membeli kopi tiba-tiba ditabrak dari belakang yang menyebabkan korban meninggal dunia di TKP.

Baca Juga:  Kadek Wiraswarnata, Pelaku Remas Payudara dan Pantat Beraksi di 17 TKP

Bus masih saja melaju mendorong dua mobil (Avanza Dan Innova) dan menabrak Yamaha Vega DK 5378 GO yang dikendarai Abdul Jalil menyebabkan bus berbelok ke kanan arah pintu GWK.

Setelah itu bus  menabrak minibus Isuzu DK 1397 BS yang dikemudikan oleh I Nyoman Aryanto Guna Wijaya yang berhenti dan akan membelok menuju GWK.

Tak hanya itu, bus oleng lagi ke kiri arah jalan utama menabrak sepeda motor Honda Supra DK 6002 CF yang dikendarai oleh I Putu Budi Artana

yang datang dari arah berlawanan hingga akhirnya bus berhenti saat menabrak tiang listrik dan tembok rumah warga di barat jalan.

“Sopir bus maut bernama Abdulloh Aziz alias Duok, 42, disangkakan dengan pasal Pasal 310 ayat (4), (3) dan (1) UU no 22 tahun 2009, diancam dengan pidana penjara paling lama 6 tahun penjara,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/