alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Korban Staf Koperasi, AMI Denpasar Fokus Tangani Penyebaran Covid-19

DENPASAR – Kematian Yuri Maurits Laihad, 57, di teras depan rumahnya di Jalan Raya Sesetan Gang Camar, Denpasar Selatan, Jumat (17/4) lalu karena sesak nafas sempat membuat geger masyarakat.

Warga heboh lantaran sejumlah tim medis COVID-19 dengan alat pelindung diri (APD) mendatangi rumah almarhum di TKP. Warga pun khawatir korban terpapar Covid-19. Pun dengan keluarga almarhum.

Beruntung, berdasar hasil tes laboratorium RSUP Sanglah menyatakan almarhum Yuri M. Laihad negatif Covid-19.

Kehebohan kedua, disebutkan almarhum adalah seorang guru di SD Adhi Mekar Indonesia (AMI). Padahal, versi pihak sekolah yang bersangkutan adalah staf Koperasi dan Maintenance AMI.

Kabar meninggalnya almarhum sempat membuat khawatir para siswa dan orangtuanya. “Yuri Maurits Laihad itu bukan guru SD AMI,

Baca Juga:  RSUD Buleleng Kehabisan Stok Oksigen, Operasi Pasien Terpaksa Ditunda

yang bersangkutan adalah staf koperasi dan maintenance AMI,”ujar Kepala SD AMI, M. Tiwuk Rusmiyati SPd MPd Minggu (19/4).

Tiwuk Rusmiyati mengatakan, saat proses pemakaman kremasi almarhum, seluruh keluarga besar AMI ikut membantu. Hal ini sebagai bentuk empati AMI kepada karyawannya. Apalagi di tengah pandemi COVID-19.

Sementara itu, dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di sekolah AMI, pihaknya telah menerapkan sistem belajar di rumah berbasis daring (online).

Sistem ini sudah dijalankan sejak imbauan dari pemerintah agar siswa belajar dari rumah. Selain itu, setiap hari pihaknya juga melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan sekolah dan kelas.

Di samping juga mewajibkan pegawai yang bertugas agar selalu mematuhi aturan physical distancing, menggunakan masker dan rajin cuci tangan.

Baca Juga:  Desak Hadirkan Kapolri & Gubernur, Ini Alasan Logis FAB Lawyer Gus Adi


DENPASAR – Kematian Yuri Maurits Laihad, 57, di teras depan rumahnya di Jalan Raya Sesetan Gang Camar, Denpasar Selatan, Jumat (17/4) lalu karena sesak nafas sempat membuat geger masyarakat.

Warga heboh lantaran sejumlah tim medis COVID-19 dengan alat pelindung diri (APD) mendatangi rumah almarhum di TKP. Warga pun khawatir korban terpapar Covid-19. Pun dengan keluarga almarhum.

Beruntung, berdasar hasil tes laboratorium RSUP Sanglah menyatakan almarhum Yuri M. Laihad negatif Covid-19.

Kehebohan kedua, disebutkan almarhum adalah seorang guru di SD Adhi Mekar Indonesia (AMI). Padahal, versi pihak sekolah yang bersangkutan adalah staf Koperasi dan Maintenance AMI.

Kabar meninggalnya almarhum sempat membuat khawatir para siswa dan orangtuanya. “Yuri Maurits Laihad itu bukan guru SD AMI,

Baca Juga:  Akibat Gempa, 64 Rumah dan 200 Pura Pribadi di Rendang juga Hancur

yang bersangkutan adalah staf koperasi dan maintenance AMI,”ujar Kepala SD AMI, M. Tiwuk Rusmiyati SPd MPd Minggu (19/4).

Tiwuk Rusmiyati mengatakan, saat proses pemakaman kremasi almarhum, seluruh keluarga besar AMI ikut membantu. Hal ini sebagai bentuk empati AMI kepada karyawannya. Apalagi di tengah pandemi COVID-19.

Sementara itu, dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di sekolah AMI, pihaknya telah menerapkan sistem belajar di rumah berbasis daring (online).

Sistem ini sudah dijalankan sejak imbauan dari pemerintah agar siswa belajar dari rumah. Selain itu, setiap hari pihaknya juga melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan sekolah dan kelas.

Di samping juga mewajibkan pegawai yang bertugas agar selalu mematuhi aturan physical distancing, menggunakan masker dan rajin cuci tangan.

Baca Juga:  Penjual Kopi di TKP Ngaku Dengar Teriakan Minta Tolong dari Tukang Las

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/