alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Terombang-ambing di Laut Semalaman, Selamat Usai Ditemukan Paman

SEMPAT terombang-ambing semalaman di tengah laut sejak Minggu (18/4), Ketut Subrata akhirnya berhasil ditemukan.

 

Nelayan berusia 39 tahun asal Dusun Tunas Sari, Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Karangasem ini akhirnya berhasil ditemukan oleh pamannya yang juga sebagai nelayan, pada Senin (19/4) dalam kondisi selamat.

 

ZULFIKA RAHMAN, Amlapura

 

PERASAAN cemas sempat melanda keluarga Subrata. Kekhawatiran keluarga itu, setelah Ketut Subrata tak kunjung pulang sejak berangkat melaut pada Minggu sore (18/4) sekitar pukul 16.00 WITA.

- Advertisement -

 

Saat itu, Subrata melaut mencari ikan di seputaran perairan Tianyar Timur.

 

Namun saat waktu menunjukkan pukul 20.00 WITA, Subrata tak kunjung pulang. Bahkan hingga tengah malam Subrata juga tak kunjung kembali.

 

Padahal, dari penuturan keluarga kepada petugas Sar Karangasem, Subrata biasanya sudah kembali melaut pukul 20.00 malam.

Baca Juga:  Tiga Hari Ke Depan Sebagian Besar Wilayah Bali Diguyur Hujan Lebat

 

“Tapi sampai malam belum kembali. Karena khawatir terjadi sesuatu, keluarga melapor kepada petugas,” ujar Koordinator Pos Sar Karangasem, Gusti Ngurah Eka Widnyana.

 

Dari laporan tersebut, petugas gabungan yang terdiri dari Basarnas Bali, Balawista BPBD Karangasem, Polairud Pos Kubu Karangasem, SPKKL Bakamla Bali serta dibantu nelayan setempat sempat akan melakukan pencarian dengan menyisir di seputaran perairan Tianyar Timur.

 

“Saat ini sudah kembali ke rumah dengan selamat,” imbuhnya.

 

Subrata ditemukan terombang-ambing di atas jukung miliknya setelah mesin perahunya mendadak mati.

 

Singkat cerita, Senin pagi sekitar pukul 07.30 WITA, atau tepatnya saat matahari mulai naik, ia terbangun.

 

Saat itu, Subrata duduk di atas jukung miliknya. Tak berselang lama, dari kejauhan ada salah seorang nelayan yang mencari ikan yang ternyata pamannya sendiri.

Baca Juga:  Gelombang Mengamuk di Karangasem, Nelayan pun Ketakutan

 

“Beruntung keduanya saling melihat sehingga Subrata bisa pulang dengan selamat,” ucapnya.

 

Sementara Gede Darmada, selaku kepala Kantor Basarnas Bali mengimbau kepada masyarakat, khususnya nelayan agar lebih memperhatikan keselamatan dikala cuaca kurang bersahabat.

 

 “Saat melaut wajib mempersiapkan media pelampung sebagai upaya antisipasi apabila terjadi kondisi berbahaya,” paparnya.

 

Menurut informasi yang dikeluarkan dari BMKG, k ondisi cuaca ekstrem dan potensi gelombang tinggi diperkirakan masih akan berlangsung hingga 22 April mendatang.

 

Bahkan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI menerbitkan maklumat pelayaran untuk seluruh Kepala Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Indonesia yang memiliki tugas dan wewenang terkait keselamatan pelayaran.

- Advertisement -

SEMPAT terombang-ambing semalaman di tengah laut sejak Minggu (18/4), Ketut Subrata akhirnya berhasil ditemukan.

 

Nelayan berusia 39 tahun asal Dusun Tunas Sari, Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Karangasem ini akhirnya berhasil ditemukan oleh pamannya yang juga sebagai nelayan, pada Senin (19/4) dalam kondisi selamat.

 

ZULFIKA RAHMAN, Amlapura

 

PERASAAN cemas sempat melanda keluarga Subrata. Kekhawatiran keluarga itu, setelah Ketut Subrata tak kunjung pulang sejak berangkat melaut pada Minggu sore (18/4) sekitar pukul 16.00 WITA.

 

Saat itu, Subrata melaut mencari ikan di seputaran perairan Tianyar Timur.

 

Namun saat waktu menunjukkan pukul 20.00 WITA, Subrata tak kunjung pulang. Bahkan hingga tengah malam Subrata juga tak kunjung kembali.

 

Padahal, dari penuturan keluarga kepada petugas Sar Karangasem, Subrata biasanya sudah kembali melaut pukul 20.00 malam.

Baca Juga:  Perahu Terbalik Diterjang Ombak, Ayah & Anak Berhasil Selamat

 

“Tapi sampai malam belum kembali. Karena khawatir terjadi sesuatu, keluarga melapor kepada petugas,” ujar Koordinator Pos Sar Karangasem, Gusti Ngurah Eka Widnyana.

 

Dari laporan tersebut, petugas gabungan yang terdiri dari Basarnas Bali, Balawista BPBD Karangasem, Polairud Pos Kubu Karangasem, SPKKL Bakamla Bali serta dibantu nelayan setempat sempat akan melakukan pencarian dengan menyisir di seputaran perairan Tianyar Timur.

 

“Saat ini sudah kembali ke rumah dengan selamat,” imbuhnya.

 

Subrata ditemukan terombang-ambing di atas jukung miliknya setelah mesin perahunya mendadak mati.

 

Singkat cerita, Senin pagi sekitar pukul 07.30 WITA, atau tepatnya saat matahari mulai naik, ia terbangun.

 

Saat itu, Subrata duduk di atas jukung miliknya. Tak berselang lama, dari kejauhan ada salah seorang nelayan yang mencari ikan yang ternyata pamannya sendiri.

Baca Juga:  Tabrak Pemotor Lalu Kabur, Pengendara Mobil Nyaris Tewas Dimassa

 

“Beruntung keduanya saling melihat sehingga Subrata bisa pulang dengan selamat,” ucapnya.

 

Sementara Gede Darmada, selaku kepala Kantor Basarnas Bali mengimbau kepada masyarakat, khususnya nelayan agar lebih memperhatikan keselamatan dikala cuaca kurang bersahabat.

 

 “Saat melaut wajib mempersiapkan media pelampung sebagai upaya antisipasi apabila terjadi kondisi berbahaya,” paparnya.

 

Menurut informasi yang dikeluarkan dari BMKG, k ondisi cuaca ekstrem dan potensi gelombang tinggi diperkirakan masih akan berlangsung hingga 22 April mendatang.

 

Bahkan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI menerbitkan maklumat pelayaran untuk seluruh Kepala Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Indonesia yang memiliki tugas dan wewenang terkait keselamatan pelayaran.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/