28.7 C
Denpasar
Saturday, June 10, 2023

Pelaku Persetubuhan Gadis 12 Tahun di Tabanan Akhirnya Ditahan

TABANAN – Polisi akhirnya resmi menahan pelaku dugaan persetubuhan anak dibawah umur yang terjadi di Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Selasa (11/5) lalu.

Penahanan terhadap pelaku I Wayan Nada Gunawan alias Putra, 27, dilakukan setelah polisi mengantongi sejumlah bukti.

Sebelumnya kasus dugaan persetubuhan seorang gadis berusia 12 tahun berinisial KDW asal Kecamatan Selemadeg Barat dilaporkan oleh orang tua korban di Polsek Selemadeg Barat Minggu, (16/5).

Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Aji Yoga Sekar, Rabu (19/5), menjelaskan, kasus dugaan persetubuhan anak dibawah umur sebenarnya terjadi Selasa (11/5) lalu sekitar pukul 17:00 wita.

Kala itu ibu kandung korban bermain ke rumah pelaku. Sementara korban tidak ikut dengan ibu kandung karena sedang tak enak badan.

Sesampainya di rumah pelaku yang jaraknya kurang lebih 500 meter dari rumah saksi, pelaku kemudian pamit untuk pergi ke rumah saksi beralasan untuk mengambil minyak.

Tidak lama berselang, saksi yang pulang ke rumah melihat pelaku berada di bawah kolong tempat tidur. Sedangkan korban duduk diatas tempat tidur menonton TV.

Baca Juga:  NGERI! Adu Jangkrik di Jalur Provinsi, Dua ABG Tewas Bergelimpangan

Lantaran saksi melihat pelaku berada di kolong tempat tidur. Akhirnya bertanya kepada pelaku

“Kenapa dibawah tempat tidur,” tanya saksi kepada pelaku. Pelaku kemudian menjawab “Saya kira bos, mbak yang datang, biar gak curiga karena didalam kamar ada ponakan,” kata pelaku saat itu.

“Karena ibu kandung korban yang tidak curiga apa yang dilakukan pelaku. Pelaku pun berpamitan untuk pulang ke rumahnya,” terang AKP Yoga.

Singkat cerita, tepatnya Minggu (16/5) sekitar pukul 06.30 WITA, muncul rasa penasaran dari saksi (ibu kandung korban).

Akibat rasa penasaran, saksi kembali bertanya kepada korban (anaknya). Apa sebenarnya yang terjadi antara dirinya dan pelaku. Namun saat ditanya saksi, korban masih merasa takut dan belum mau menjawab secara jujur. “Korban ketika ditanya ibunya malah menangis,”terang kasat Reskrim.

Baca Juga:  Gustra, Oknum Satpol PP Pemalak Spa Terapis Dikenal Pemalas

Hingga akhirnya, Karena korban terus didesak oleh saksi untuk berbicara jujur dengan apa yang sebenarnya terjadi. Khawatir ayah dari korban marah. Akhirnya korban mengakui bahwa dirinya telah disetubuhi oleh pelaku.

“Baru selanjutnya orang tua korban melaporkan peristiwa tersebut ke polisi,” beber AKP Yoga.

Untuk pelaku Putra pihaknya amankan Senin malam (17/5) setelah pihaknya memeriksa sejumlah saksi, keluarga korban dan korban. Termasuk pula mengantongi beberapa bukti yang cukup. Berupa pakaian yang digunakan pelaku dan korban, pakaian dalam, dan sprei yang ada di TKP.

“Jadi pelaku ini kami amankan di rumahnya dan mengakui perbuatan,” kata AKP Yoga.

Mengenai apakah pelaku ada dugaan memiliki kelainan jiwa. AKP Yoga menyebut pihaknya telah mengajukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku, namun pihaknya masih menunggu hasil. Termasuk pula menunggu hasil pemeriksaan visum.



TABANAN – Polisi akhirnya resmi menahan pelaku dugaan persetubuhan anak dibawah umur yang terjadi di Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Selasa (11/5) lalu.

Penahanan terhadap pelaku I Wayan Nada Gunawan alias Putra, 27, dilakukan setelah polisi mengantongi sejumlah bukti.

Sebelumnya kasus dugaan persetubuhan seorang gadis berusia 12 tahun berinisial KDW asal Kecamatan Selemadeg Barat dilaporkan oleh orang tua korban di Polsek Selemadeg Barat Minggu, (16/5).

Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Aji Yoga Sekar, Rabu (19/5), menjelaskan, kasus dugaan persetubuhan anak dibawah umur sebenarnya terjadi Selasa (11/5) lalu sekitar pukul 17:00 wita.

Kala itu ibu kandung korban bermain ke rumah pelaku. Sementara korban tidak ikut dengan ibu kandung karena sedang tak enak badan.

Sesampainya di rumah pelaku yang jaraknya kurang lebih 500 meter dari rumah saksi, pelaku kemudian pamit untuk pergi ke rumah saksi beralasan untuk mengambil minyak.

Tidak lama berselang, saksi yang pulang ke rumah melihat pelaku berada di bawah kolong tempat tidur. Sedangkan korban duduk diatas tempat tidur menonton TV.

Baca Juga:  Tewaskan Ibu-Ibu dan Kabur, Polisi Kejar Pengemudi Minibus Warna Biru

Lantaran saksi melihat pelaku berada di kolong tempat tidur. Akhirnya bertanya kepada pelaku

“Kenapa dibawah tempat tidur,” tanya saksi kepada pelaku. Pelaku kemudian menjawab “Saya kira bos, mbak yang datang, biar gak curiga karena didalam kamar ada ponakan,” kata pelaku saat itu.

“Karena ibu kandung korban yang tidak curiga apa yang dilakukan pelaku. Pelaku pun berpamitan untuk pulang ke rumahnya,” terang AKP Yoga.

Singkat cerita, tepatnya Minggu (16/5) sekitar pukul 06.30 WITA, muncul rasa penasaran dari saksi (ibu kandung korban).

Akibat rasa penasaran, saksi kembali bertanya kepada korban (anaknya). Apa sebenarnya yang terjadi antara dirinya dan pelaku. Namun saat ditanya saksi, korban masih merasa takut dan belum mau menjawab secara jujur. “Korban ketika ditanya ibunya malah menangis,”terang kasat Reskrim.

Baca Juga:  Korban Dijanjikan Kerja di Denpasar sebelum Dijual lewat MiChat

Hingga akhirnya, Karena korban terus didesak oleh saksi untuk berbicara jujur dengan apa yang sebenarnya terjadi. Khawatir ayah dari korban marah. Akhirnya korban mengakui bahwa dirinya telah disetubuhi oleh pelaku.

“Baru selanjutnya orang tua korban melaporkan peristiwa tersebut ke polisi,” beber AKP Yoga.

Untuk pelaku Putra pihaknya amankan Senin malam (17/5) setelah pihaknya memeriksa sejumlah saksi, keluarga korban dan korban. Termasuk pula mengantongi beberapa bukti yang cukup. Berupa pakaian yang digunakan pelaku dan korban, pakaian dalam, dan sprei yang ada di TKP.

“Jadi pelaku ini kami amankan di rumahnya dan mengakui perbuatan,” kata AKP Yoga.

Mengenai apakah pelaku ada dugaan memiliki kelainan jiwa. AKP Yoga menyebut pihaknya telah mengajukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku, namun pihaknya masih menunggu hasil. Termasuk pula menunggu hasil pemeriksaan visum.


Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru