alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Potensi Kenakalan Remaja di Negara Meningkat Saat Pandemi

NEGARA– Potensi kenakalan remaja pada masa pandemi Covid-19 meningkat selama pandemi Covid-19.

Diduga, peningkatan potensi kenakalan ini dipicu karena banyaknya waktu kosong dan waktu diluar aktivitas sekolah yang dimiliki selepas pembelajaran daring (dalam jaringan) alias online.

Seperti diungkapkan Kapolsek Negara AKP I Gusti Made Sudarma Putra, saat tatap muka dengan Camat Negara, Danramil Negara, Perbekel dan Lurah se-Kecamatan Negara, Rabu (19/5).

Menurutnya, dari segi ketentraman dan ketertiban masyarakat melihat memang akhir -akhir ini semakin meningkat. “Wilayah kami saja (Polsek Negara), terjadi dua kasus yang melibatkan remaja,” ungkapnya, didampingi wakapolsek AKP Eddy Waluyo.

Mantan Kasatreskrim Polres Jembrana ini menyebut, dua kasus melibatkan remaja di wilayah Polsek Negara adalah kasus pencurian sesari di Kelurahan Lelateng dan trek-trekan di pesisir pantai.

Baca Juga:  Covid di Bali Cenderung Turun, Target 70 % Vaksinasi, Ini Kata Koster

Karena itu, pihaknya bersama Koramil, Kecamatan dan Perbekel berkoordinasi untuk meningkatkan keamanan wilayah masing-masing.

Dalam kesempatan itu, kapolsek menyampaikan agar masyarakat, khususnya remaja bijak menggunakan medsos dan taat menerapkan protokol kesehatan.

- Advertisement -

“Saya tekankan pada perbekel untuk menjaga masyarakatnya menjadi korban kesehatan dan pelaku kejahatan,” terangnya. 

Terkait dengan kasus trek-trekan, Selasa (18/5) lalu, Kapolsek yan baru sepekan menjabat menambahkan, enam orang remaja yang diamankan sudah dipanggil orang tuanya untuk diberikan pembinaan. Sedangkan barang bukti motor yang diamankan disita di Polsek Negara.

“Kami sudah sampaikan pada orang tua remaja yang trek-trekan untuk melengkapi surat-surat kendaraan,” tegasnya.

Menurut Kapolsek, pada saat mengamankan trek-trekan yang terjadi di pantai Pebuahan dan Pantai Rening, mendapat dukungan masyarakat.

Baca Juga:  Muncul Klaster saat Seleksi Mahasiswa, Undiksha Tiadakan Tes Komputer

Terutama nelayan, karena trek-trekan yang dilakukan para remaja setiap sore mengganggu aktivitas nelayan, sehingga dengan penangkapan yang dilakukan kepolisian menimbulkan efek jera agar tidak ada trek-trekan lagi.

Tindaklanjut dari penangkapan trek-trekan tersebut, pihaknya melakukan penyelidikan tempat modifikasi motor yang digunakan untuk trek-trekan.

“Bengkel-bengkel motor, terutama yang modifikasi motor untuk trek-trekan nantinya akan kami berikan pembinaan,” tukasnya.

 

- Advertisement -

NEGARA– Potensi kenakalan remaja pada masa pandemi Covid-19 meningkat selama pandemi Covid-19.

Diduga, peningkatan potensi kenakalan ini dipicu karena banyaknya waktu kosong dan waktu diluar aktivitas sekolah yang dimiliki selepas pembelajaran daring (dalam jaringan) alias online.

Seperti diungkapkan Kapolsek Negara AKP I Gusti Made Sudarma Putra, saat tatap muka dengan Camat Negara, Danramil Negara, Perbekel dan Lurah se-Kecamatan Negara, Rabu (19/5).

Menurutnya, dari segi ketentraman dan ketertiban masyarakat melihat memang akhir -akhir ini semakin meningkat. “Wilayah kami saja (Polsek Negara), terjadi dua kasus yang melibatkan remaja,” ungkapnya, didampingi wakapolsek AKP Eddy Waluyo.

Mantan Kasatreskrim Polres Jembrana ini menyebut, dua kasus melibatkan remaja di wilayah Polsek Negara adalah kasus pencurian sesari di Kelurahan Lelateng dan trek-trekan di pesisir pantai.

Baca Juga:  Parwata Tegur Giri Prasta Minta Jangan Buru-Buru Turunkan Target PAD

Karena itu, pihaknya bersama Koramil, Kecamatan dan Perbekel berkoordinasi untuk meningkatkan keamanan wilayah masing-masing.

Dalam kesempatan itu, kapolsek menyampaikan agar masyarakat, khususnya remaja bijak menggunakan medsos dan taat menerapkan protokol kesehatan.

“Saya tekankan pada perbekel untuk menjaga masyarakatnya menjadi korban kesehatan dan pelaku kejahatan,” terangnya. 

Terkait dengan kasus trek-trekan, Selasa (18/5) lalu, Kapolsek yan baru sepekan menjabat menambahkan, enam orang remaja yang diamankan sudah dipanggil orang tuanya untuk diberikan pembinaan. Sedangkan barang bukti motor yang diamankan disita di Polsek Negara.

“Kami sudah sampaikan pada orang tua remaja yang trek-trekan untuk melengkapi surat-surat kendaraan,” tegasnya.

Menurut Kapolsek, pada saat mengamankan trek-trekan yang terjadi di pantai Pebuahan dan Pantai Rening, mendapat dukungan masyarakat.

Baca Juga:  Sembunyikan Sabu di Bra & CD, Cewek Cantik Terancam 20 Tahun Penjara

Terutama nelayan, karena trek-trekan yang dilakukan para remaja setiap sore mengganggu aktivitas nelayan, sehingga dengan penangkapan yang dilakukan kepolisian menimbulkan efek jera agar tidak ada trek-trekan lagi.

Tindaklanjut dari penangkapan trek-trekan tersebut, pihaknya melakukan penyelidikan tempat modifikasi motor yang digunakan untuk trek-trekan.

“Bengkel-bengkel motor, terutama yang modifikasi motor untuk trek-trekan nantinya akan kami berikan pembinaan,” tukasnya.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/